
Hari berlalu sedikit cepat tak terasa sudah sebulan lebih mereka berada di wilayah pusat serikat Oldenbar.
Minggu lalu, serikat itu di kejutkan dengan permintaan barang yang di ajukan Oleh Luna pada mereka.
Bagaimana tidak. Luna secara terang-terangan meminta seluruh produksi senjata sihir, tongkat suara dan beberapa teknologi lain yang di rakit Oldenbar yang ada di sana, untuk seluruhnya di jual pada mereka.
Bahkan Luna secara jelas meminta Oldenbar untuk mendatangkan senjata yang bahkan belum pernah Oldenbar datangkan ke Kerajaan Swarna ini sebelumnya.
Sebuah senjata sihir yang mereka sebut sebagai senjata pelontar. Senjata yang mampu melontar energi dengan daya ledak yang sangat luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, Luna memesan sebanyak seribu unit.
Luna datang tidak dengan tangan kosong. Wanita itu membawa sepuluh karung emas sebagai tanda bahwa permintaan itu bukanlah isapan jempol belaka.
Pesanan pertama Luna itu, tidak bisa di penuhi oleh Oldenbar dalam waktu dekat. Sebab, untuk memproduksi benda yang di minta Luna, diperlukan kiriman bahan yang lebih banyak dari serikat Oldenbar yang berada di negara lain.
Akan tetapi, sampai saat ini Luna belum memberitahu kemana barang-barang itu akan di kirim. Ini adalah salah satu syarat dari perjanjian kerja sama serikat Oldenbar dengan Arya.
Serikat tersebut tak dapat menolaknya. Tentu saja mereka tidak sanggup menolak permintaan dengan pembayaran lebih dari separuh di muka itu. Karena hal itu, Mereka Juga menyetujui semua persyaratan lain yang di ajukan Arya.
Saat ini Oldenbar dipaksa menghentikan distribusi senjata sihir di seluruh Daratan timur. Sebagai gantinya, Arya menjadi pembeli tunggal mereka.
Pernah sekali demi mengobati rasa penasarannya, Edward menanyakan pada Arya untuk apa senjata sihir sebanyak itu baginya. Namun jawaban Arya membuat Edward membesarkan matanya.
"Kami hanya ingin memperkuat pertahanan diri jika suatu saat, seseorang memutuskan untuk memulai perang!"
Itulah jawaban Arya saat itu. Dan hal tersebut semakin memantapkan kesimpulan Edward bahwa memang ada sebuah kelompok tersembunyi di Daratan Timur ini, yang memiliki kekuatan dan pengetahuan jauh di atas kelompok lain di seluruh kerajaan Swarna.
Serikat Oldenbar harus menarik diri dari peredaran di Daratan timur untuk mengecilkan kemungkinan akan terlibat dalam perang yang Arya katakan.
Lagipula, ini lebih menguntungkan Oldenbar. Sebelum perang itu terjadi, Mereka hanya perlu fokus untuk memenuhi kebutuhan persenjataan Arya.
Menurut Edward dan semua petinggi Oldenbar lainnya, Entah perang itu akan terjadi atau tidak di masa depan, Oldenbar hanya harus terus mencari sela untuk keuntungan mereka.
Edward hanya menyisakan beberapa kantor cabang di kota-kota besar untuk melakukan perdagangan komoditi selain senjata sihir. Dan sebuah kantor cabang di Basaka sebagai pusat komunikasi yang menghubungkan antara pusat Oldenbar di Daratan Timur dengan pelabuhan penerimaan barang mereka di sebuah pelabuhan di kota Parinan.
Selama itu terjadi, Arya terus mempelajari ilmu pengobatan yang ada di kitab Al-khimiya, buku-buku catatan dari Obskura dan jutaan Ingatan dari Berkah air.
Bahkan saat mengobati putri Jasmine, Arya menggabungkan beberapa metode pengobatan yang ada di antara ketiganya. Hal itu membuat Ilmu pengobatan Arya sudah mencapai level yang mungkin belum pernah di capai oleh praktisi pengobatan di seluruh penjuru dunia manapun.
Putri jasmine sudah jauh membaik. Sebelumnya, tubuh gadis kecil itu benar-benar dalam kondisi yang sangat buruk.
Tidak hanya bagian tubuh luarnya saja yang sudah mulai membusuk tapi organ-organ bagian dalamnya sudah mengalami mati fungsi. Pengobatan apapun seharusnya tidak akan bisa membuat tubuh putri tersebut kembali utuh.
Arya sengaja tidak membuatnya putri itu sadar. Karena mengetahui bahwa proses pembentukan ulang jaringan tubuhnya tersebut akan sangat menyakitkan.
Hal lainnya adalah. Ternyata Arya tidak bisa meramu Obat atau pil apapun. Meski mengetahui bahan serta takarannya, keahlian Arya dalam memproses segala hal itu, sangat buruk.
Namun, sangat beruntung sekali di sana ada Bai Hua. Ternyata bakat memasak gadis dari kekaisaran Yang itu, sangat berguna sekali bagi Arya. Bai Hua secara mengejutkan bisa meracik dan menakar bahan sesuai dengan permintaan Arya.
Secara tidak langsung, Arya dan Bai Hua sudah menjadi Ahli peramu Obat, atau yang sekarang bisa di sebut sebagai Alchemist.
Selain untuk putri Jamine, mereka juga membuat berbagai macam Pil yang memiliki banyak fungsi.
Jika saja dunia mengetahui jenis-jenis Pil yang mereka buat saat ini. Bisa dipastikan kelompok manapun akan bersujud untuk mendapatkan Pil itu untuk segala bentuk kepentingan mereka.
Sedangkan Luna dan Ciel sibuk memberikan nama pada setiap Pil yang di produksi keduanya. Hampir semua Pil itu mengandung unsur Kata Surga dan Neraka.
Bukan karena ingin terdengar hebat. Tetapi saat mereka mengetahui khasiat Pil-pil itu, hanya Surga dan Neraka sajalah kata yang cocok untuk menggambarkan kualitas dari Pil-pil tersebut.
Tentang perubahan susunan titik-titik Cakra Luna dan Ciel, sebenarnya ada kejadian yang sedikit memalukan saat itu.
Pasalnya, Arya meminta mereka melepas seluruh baju mereka saat proses itu akan di mulai. Tentu saja keduanya langsung menolak keras.
Berbeda dengan Bai Hua yang memang dalam keadaan tidak sadar dan sangat memerlukan semua itu karena kondisinya yang sangat genting, Luna dan Ciel sebenarnya tidak dalam keadaan mendesak.
Keduanya tidak pernah membayangkan bahwa proses yang Arya maksud, akan membuat mereka berbaring dalam keadaan tanpa sehelai benang pun. Di tambah tubuh keduanya akan di sentuh oleh Arya di seluruh bagiannya.
Butuh waktu beberapa hari bagi keduanya untuk memutuskan akan melanjutkan itu. Setelah mereka mengingat bagaimana Arya bereaksi saat melihat tubuh Bai Hua tanpa sehelai benang pun.
Akhirnya mereka melakukannya. Saat prosesnya, ternyata memang sangat menyakitkan. Itu sudah jauh berkurang dari seharusnya. Karena Arya sudah menemukan Obat yang bisa mengurangi rasa sakit saat proses itu berlangsung.
Beruntung keduanya sudah lebih dahulu mempelajari bagaimana cara mengendalikan Prana. Jika tidak, Luna sudah berakhir dengan kehilangan kedua kaki dan tangannya karena Prana yang tiba-tiba memenuhi titik cakranya di sana.
Sedangkan bagi Ciel, itu akan lebih buruk. Karena bisa saja kepalanya yang meledak jika tidak berhasil mengendalikan prananya.
Sekarang, meski sebelumnya tubuh mereka sudah terlahir dengan memiliki kemampuan unik, tapi jelas kemampuan tubuh mereka dalam memproses prana tidak ada di antara semua jenis tubuh unik lainnya kecuali tubuh jenis Spasial.
Apalagi ditambah dengan kemampuan menciptakan dimensi sendiri untuk membuat Lingkar Ruang penyimpanan. Mereka berdua Langsung bisa membuatnya sehari setelah berhasil mendapatkan kekuatan baru mereka itu.
Bisa disimpulkan bahwa tubuh mereka berdua saat ini, tidak lagi bisa di katakan sebagai tubuh unik yang, Normal.