ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Perjalanan Baru


Ciel benar-benar bisa mengemudikan kereta itu hanya dalam waktu dua hari setelah Bai Fan mengajarkannya. Sekarang setelah hampir tiga hari setelahnya, Ciel-lah yang duduk di depan untuk membawa mereka ke kota Basaka.


Meski tertunda sedikit lama sebelumnya,  kini selama enam hari perjalanan mereka, tidak ada halangan berarti kecuali jalanan yang sedikit rusak.


Mereka hanya berhenti untuk mengistirahatkan kuda-kuda itu, dan membiarkan mereka makan di padang rumput yang mereka temui saat dalam perjalanan.


Titik-titik Cakra Bai Hua, kini telah pulih seutuhnya. Bahkan, dengan bantuan Arya, Bai Hua berhasil menembus tingkat kultivasinya ke level yang lebih tinggi.


Bai Fan tak henti-hentinya merasa takjub dengan apa yang telah dikuasai Arya. Baginya, jika saja Arya berada di kekaisaran Yang atau negara-negara di Benua Timur lainnya, Arya benar-benar akan menjadi salah satu kultivator yang di segani. Terlepas tingkat kekuatannya yang memang belum diketahui hingga saat ini.


Bagaimana tidak, Arya bahkan mengajarkan bagaimana cara pengendalian tenaga dalam yang lebih efektif tidak hanya pada Bai Fan dan Bai Hua saja. Kini, Luna dan Ciel juga bisa dikatakan seorang kultivator.


Meski banyak perbedaan dalam teknik yang di ajarkan Arya pada mereka, Namun keempatnya tau bahwa teknik pengendalian tenaga dalam milik Arya sangatlah hebat.


Selain itu, sejak Arya mengajarkan bahasa Kitab keluarganya, selama perjalanan itu pula, Luna tampak sibuk mencoba menulis ulang setiap kalimat-kalimat yang sudah dia mengerti.


Dalam beberapa waktu terakhir, setelah mengalami banyak hal, mereka kini tampak semakin dekat. Hal tersebut di manfaatkan oleh semuanya untuk menanyakan berbagai macam hal yang selama ini mengganjal pikiran mereka tentang Arya.


"Senior! Bagaimana kau bisa menguasai teknik meringankan tubuh tingkat tinggi keluarga kami?"


Bai Hua tidak puas dengan jawaban Bai Fan saat kakeknya itu, menjelaskan bahwa Arya pernah menanyakan dasar-dasar teknik tersebut padanya.


Namun, Bai Fan sebenarnya juga tidak menyangka bahwa Arya bisa menguasai itu hanya dengan teori saja. Tapi, saat Bai Fan melihat sendiri bagaimana Arya menggunakan teknik itu saat menghadapi anggota dari tiga sekte, dia juga sangat terkejut.


Saat itu Bai Fan seolah melihat Arya sudah sangat menguasai teknik tersebut. Bahkan saat menggunakan jurus Langkah Seribu Bintang itu, Arya bisa bergerak lebih cepat dari pada dirinya. Bagi Bai Fan sendiri, Arya sudah melewati tingkat tertinggi dari teknik tersebut.


"Hmm... Soal itu." Arya tampak berfikir sejenak mencoba mencari kata yang paling tepat untuk menjelaskannya. "Begini... Aku sebenarnya juga tidak begitu mengerti. Tapi, saat pertama kali aku melihat kakek Bai menggunakan jurus itu di Lembah Paganti, aku merasa jurus itu sangat cocok dengan kondisi tubuhku. Jadi, aku menanyakan pada kakek Bai dasar-dasarnya, kemudian aku mencobanya beberapa kali."


Bai Hua tercenung. Sekarang jawaban Arya malah lebih tidak memuaskannya. "Jadi, maksudmu. Jika tubuhmu merasa sebuah jurus sangat cocok dengan kondisimu, maka kau akan dengan sangat mudah menguasainya?"


Arya mengangguk. "Ya, begitulah!"


Bai Fan dan Bai Hua saling berpandangan. Keduanya tidak yakin dengan jawaban Arya. Tapi, mereka melihat sendiri jika Arya memang mampu melakukannya. Bahkan jika diingat-ingat lagi, cara Arya menggunakan teknik itu, bisa dibilang, sempurna.


"Senior. Begini, hmm— " Bai Hua kebingungan menyusun kata-kata. Begitu banyak yang ingin di tanyakannya. "Soal Teknik pengen—"


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Bai Fan langsung memotongnya.


Melihat bagaimana Arya, menurut Bai Fan, Inilah pertanyaan yang seharusnya ditanyakan. Bakat dan kejeniusan saja tidak cukup untuk menguasai sebuah teknik tingkat tinggi. Perlu pengalaman yang sangat banyak untuk itu.


Bagi seorang kultivator, bukan hal yang mengejutkan lagi jika seorang pendekar bisa mempertahankan tubuh mereka agar selalu terlihat muda. Meski memerlukan banyak tenaga dalam, tapi itu masih memungkinkan. Bahkan Bai Fan juga melakukannya.


Arya merasa sedikit heran dengan pertanyaan Bai Fan. Namun, dia tetap menjawabnya. "Umurku, delapan belas tahun!"


Keduanya tidak mengharapkan jawaban itu, Bahkan Ciel yang sejak tadi berkonsentrasi mengendalikan kereta, ikut merasakan ketidakpuasan keduanya.


Sementara itu, Luna masih sibuk menghafal kata demi kata yang Arya ajarkan padanya. Gadis itu tudak begitu mengikuti pembahasan ketiganya. Kita keluarganya sekarang telah mengambil alih dunianya.


Bai Fan menggeleng. Dia benar-benar tidak bisa mempercayainya. Di matanya, tidak mungkin pemuda yang duduk di sebelahnya ini berbohong. Tapi, tetap saja sulit baginya untuk mempercayainya.


Demi memastikannya, dengan sedikit gugup Bai Fan kembali bertanya. "Pendekar muda. Apakah kau keberatan jika aku memegang lenganmu?"


Tanpa Fikir panjang, Arya segera sedikit mengangkat lengannya kehadapan Bai Fan, "Silahkan saja. Tapi, aku ragu kakek Bai akan menemukan sesuatu yang aneh. Karena, umurku memang masih delapan belas!" tegas Arya.


Tidak terlalu mengindahkan kata-kata Arya, Bai Fan segera meraih lengan pemuda itu. Ini adalah jalan satu-satunya untuk mengobati rasa penasarannya. Sebagai seorang praktisi kutivasi, Bai Fan bisa mengukur kadar tulang, otot, bahkan kekuatan seseorang.


Apalagi, Bai Fan adalah Patriark keluarga Bai, tidak banyak orang yang mengerti jenis kekuatan seorang pendekar melebihi dirinya di kekaisaran Yang. Bahkan, Bai Fan telah menganalisa banyak jenis-jenis kekuatan dari tubuh-tubuh yang unik. Dalam Hal ini, Bai Fan adalah segelintir orang yang benar-benar mengetahui rahasia tubuh terkuat, yaitu tubuh Spasial.


Ciel adalah salah satu pemilik tubuh yang unik. Meski tidak secara keseluruhan. Tapi, Ciel memang memiliki kekuatan yang hebat pada matanya. Bai Fan sudah mengetahui itu dari bagaimana gadis itu bereaksi saat melihat seseorang yang memiliki tenaga dalam yang besar, atau sesuatu yang menarik perhatiannya.


Sudah sejak pertama kali bertemu, Bai Fan mencurigai Arya memiliki tubuh yang unik. Andai kecurigaannya ternyata benar, Arya mungkin adalah pemilik tubuh yang setara dengan atau memang benar-benar tubuh Spasial.


Akan tetapi, bisa saja ini lebih dari itu. Yang Bai Fan takutkan adalah, Arya bukan pemilik tubuh Spasial. Tapi, Arya adalah seorang pendekar yang memiliki level yang sangat tinggi dan telah berhasil mengambil alih tubuh tersebut. Mengingat bagaimana luasnya pengetahuan dan kuatnya Arya, itu sangat mungkin terjadi.


Seandainya memang benar begitu, semua rasa penasarannya akan segera terjawab.


Jika memang Arya atau pemilik tubuh Spasial ini memiliki tingkat kultivasi di atas dirinya, meski tidak akan bisa mengukur kekuatan sebenarnya, setidaknya, Bai Fan akan bisa mengetahui jenis otot dan tulang Arya. Dengan itu pula, Bai Fan akan bisa memastikan berapa umurnya.


Arya dapat merasakan sebuah energi yang di lepaskan Bai Fan saat menyentuh kulitnya. Namun, Arya membiarkan kakek Bai Hua itu melakukan apapun yang dia mau.


"Tidak mungkin!"