
"Wuuuuush ... " "Wuuuuush ... "
"Wuuuuush ... " "Wuuuuush ... "
"Wuuuuush ... " "Wuuuuush ... "
"Wuuuuush ... " "Wuuuuush ... "
"Sial, dia juga sangat cepat."
Sepertinya saat ini, Arya tengah berhadapan musuh terberat yang pernah dia hadapi daripada musuh-musuh sebelumnya.
Bukan karena mereka sangat kuat saja, tapi juga sama cepatnya dengan Arya. Apalagi, ini pertama kalinya Arya mengahadapi pendekar yang juga memiliki kemapuan untuk mengendalikan elemen air. Sama sepertinya.
"Kalian, terus menyerang jangan bersamaan. Serang secara acak."
Menyadari bahwa Arya memiliki kemapuan regenerasi yang lebih cepat dari mereka, Dua pemimpin pasukan Nippokure itu memerintahkan agar lima anggotanya untuk memberikan serangan terus menerus secara acak bukan untuk melumpuhkan. Itu hanya usaha mereka guna memperlambat gerakan Arya.
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
Beberapa benda kecil terus ditembakkan dan menancap di tubuh Arya. Saat ini, setidaknya sudah ada dua puluh benda itu bersarang di tubuhnya.
"Arggggahhhh ... "
Arya memacu kecepatannya dan berhasil menangkap leher salah satu anggota pasukan itu, namun detik berikutnya, sebuah pedang melintas hendak memutus tangannya.
Beruntung Arya cepat menarik diri, jika tidak, serangan itu mungkin saja bisa memutus tangan kirinya itu.
"Matra ... "
"Omi ... Obi"
Bjasanya, ini akan bekerja. Namun, saat itu para pendekar dari pasukan Nippokure langsung melompat dan mengelak.
"Airnya langsung dari bawah, jangan terlalu lama di lantai ... "
Tidak salah lagi, kali ini Arya benar-benar di buat kesulitan. Meski Arya cepat dan kuat, pengalaman orang-orang yang dia hadapi saat ini, memang jauh melebihi pengalaman bertarung Arya.
"Mizu ... "
"Mizu ... "
"Mizu ... "
"Mizu ... "
Air dalam ukuran genggaman tangan, juga terus menerus mengarah lada wajah Arya. Hal itu, membuatnya juga kesulitan untuk melakukan penyerangan.
Selama itu, Arya terus memperhatikan pergerakan lawan-lawannya. Dia sedikit terkejut saat melihat dua orang yang paling kuat, mamou berdiri di dinding bahkan, di atas langit-langit bangunan itu.
Hal lainnya, lima orang yang dia lawan saat ini juga benar-benar ahli menggunakan pedang. Setiap gerakan yang mereka lakukan, tidak ada yang sia-sia.
Tenaga dalam yang mereka pusat kan dalam tiap serangan benar-benar efisien. Begitu mereka menyerang, konsentrasi tenaga dalam mereka meningkat setelahnya akan kembali menurun.
Kontrol tenaga dalam semua orang yang kini di hadapi Arya sangat hebat.
"Pantas mereka berani menyebut Armada laut terkuat di dunia."Batin Arya.
Arya terus mengincar beberapa orang dengan pedang. Tapi, saat dia benar-benar sudah dekat, akan ada satu atau dua orang di belakangnya yang lansung melibaskan pedang pada leher dan kakinya.
Saat di berbalik, maka dua orang dari atas akan menerjang. Kombisasi serangan itu kadang dibalik kadang acak.
Saat ini, Arya dipaksa untuk berfikir cepat hanya untuk bertahan. Karena musuh juga tidak membiarkannya diam hanya untuk sesaat.
Jika orang biasa saat ini ada di sana, maka mereka tidak akan mampu melihat apa yang terjadi, selain melihat dinding, langit-langit lantai serta apapun di sana yang tiba-tiba mendapat goresan sabetan pedang.
"Buft ... !"
"Buft ...!"
Mata Arya melebar saat menyadari dua pemimpin pasukan Nippokure yang tadi berdiri di langit-langit, menghilang.
"Hiiiii...ng!"
"Hiiiii...ng!"
Beruntung naluri Arya tertimpa sangat sensitif terhadap bahaya. Ujung Dua buah pedang baru saja melintas di ujung jakunnya. Jika Arya sedikit saja terlambat, bisa di pastikan setengah lehernya terkoyak.
"Sial ... Sampai kapan dia bisa bertahan."
"Hei Kalian ... Ubah Formasi, kami akan menyerang."
"Baik ... "
Mereka meneriakkan perubahan formasi pada anggota begitu saja. Namun, hal itu tidak bisa dimanfaatkan Arya. Karena, setiap perubahan, benar-benar berbeda dari pola serangan sebelumnya.
Konsentrasi tenaga dalam dari delapan orang ini sangat tinggi. Namun, selain bekas tebasan pedang, tidak ada benda yang hancur di sana.
Ini terjadi, karena tidak ada satupun pendekar di sana yang melepaskan energi dan tenaga dalam dengan sia-sia.
Bagi Arya sendiri, ini benar-benar hal baru. Meski bisa mengimbangi tujuh Orang itu, bisa dipastikan ini adalah pertarungan terlama yang dilakukan Arya untuk mengalahkan musuh sejak pertama kali dia mulai bertarung.
"Serangan ... Ganda"
Satu pemimpin Nippokure langsung menerjang Arya. Dengan tendangan memutar, dua kakinya sama-sama berniat mengahancurkan kepala Arya bergantian.
Namuri Arya langsung mengisyaratkan tanda bahaya. Tidak hanya hanya sekedar mengelak, dengan menambah energinya Arya langsung memacu kecepatannya, jauh lebih dari sebelumnya.
"Hiiiing ... "
Saat dua tendangan beruntun datang, di belakang, sebuah tebasan pedang sudah menunggunya. Beruntung Arya cepat berpindah tempat dan menjauh.
Namun, itu tidak lama karena tempat di mana Arya berdiri saat ini, di sana lima Orang tadi sudah menunggunya
"Akhiriii sekarang ... !"
"Zurp ... "
"Zurp ... "
"Zurp ... "
"Zurp ... "
"Zurp ... "
Lima tebasan pedang itu berhasil melukai Arya. Namun, itu belum berakhir di sana.
"Zurp ... "
"Zurp ... "
"Zurp ... "
"Zurp ... "
"Zurp ... "
Lima serangan terkahir ternyata lebih kuat dan lebih cepat. Akibatnya, lima luka yang cukup dalam bersarang di rusuk kiri, dua pergelangan tangan dan dua betisnya.
Sontak itu membuat gerakan Arya melambat. Meski memiliki kecepatan regenarasi yang tinggi, hal itu tidak membantu. Karena serangan sesungguhnya batu saja datang.
"Sreeeeeeet ... "
"Sreeeeeeet ... "
Dua tebasan pedang lagi berhasil mengenai dada Arya. Kali ini, lukannya cukup dalam.
"Omi ... Obi."
Air muncul dari lantai namun para prajurit itu sudah langsung bergerak. Saat itu, Arya melihat musuh mengetahui serangannya bukan berdasarkan Naluri saja. Tapi, mereka bereaksi atas setiap gerakan yang Arya lakukan.
Benar-benar sebuah hal baru. Arya sekarang menghadapi musuh yang bisa dengan cepat mempelajari teknik lawan dan apa yang akan disebabkan tekniknya itu, setelahnya.
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
"Zinnng ... "
Kali ini, mereka semua melemparkan benda kecil yang sama, namun dalam jumlah yang lebih banyak. Jelas itu tudak hanya ingin memperlambat lagi.
Karena, setiap benda itu di arahkan. Sasarannya adalah bagian-bagian vital pada tubuh Arya.
Tidak semua bisa di hindari Arya Namun, juga tidak semua berakhir di tempat yang di inginkan musuhnya.
Saat inilah Arya merasa bahwa. Kematian yang sudah hampir dia alami sebanyak ribuan kali sejak kecil, benar-benar mengubah tubuhnya.
Saat itu terjadi, Arya tidak berfikir untuk mengelak, dia mempercayakan semuanya pada tubuhnya sendiri dan memberikan setiap inci dari dirinya itu energi.
Beberapa saat yang laku, Naluri Arya mengatakan padanya jika dia tidak melakukan hal tersebut, maka bisa saja detik berikutnya musuh benar-benar bisa membunuhnya.
Melihat musuhnya lagi-lagi berhasil selamat, itu membuat dua pimpinan pasukan Nippokure sedikit geram. Mereka mengira serangan terakhir tadi akan berhasil menghentikan Arya.
Akan tetapi, pemuda dengan tubuh menyala itu masih sanggup bergerak. Walaupun sudah lebih lambat dari sebelumnya.
"Kalian, gunakan formasi cakram. ... Kita akan mengurungnya."
"Kita Akhir sekarang ... "
"Siaaaap ... !"
Saat itu juga, Arya melihat di sudah di kepung, namun musuh tidak diam. Mereka semua bergerak secara acak membuat Arya sedikit kesulitan mengincar salah satunya.
"Omi ... — "
Belum Arya selesai mengeluarkan jurusnya, Sebuah tebasan yang sangat cepat, langsung mengenai telapak tangannya dan membelikan luka yang cukup dalam.
"Arggh ... "
Itu adalah untuk pertama kalinya, Arya berteriak kesakitan.