
" Aku tak menyadari kau secerdas ini! " Amia memuji Arya untuk keputusannya. Ini jauh lebih hebat dari solusi-solusi yang sudah di pikirkannya. " Roh bodoh itu akan segera menyesal setelah memasuki tubuhmu. "
Arya tidak terlalu yakin dengan apa yang sedang dilakukannya. Dia hanya tau bahwa menyelamatkan Darya adalah hal yang terpenting saat ini.
Ini benar-benar mengingatkan dirinya tentang keluarganya. Serta pertanyaan Obskura Beberap tahun yang lalu. Bagaimana jika yang memiliki tubuh Spasial adalah Adik atau Kakaknya.
Tentu saja Arya ingin menyelamatkan mereka, walaupun nyawa menjadi taruhannya.
Akan tetapi, Arya yang sudah sampai sejauh ini dengan naluri bertahan hidup yang sangat tinggi, sama sekali belum merasakan apa yang dilakukannya akan membahayakan hidupnya.
Kundari tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Saat ini Arya dan dirinya sedang duduk bersila berhadapan. Disaksikan oleh Tarim Saka dan yang lainnya, sebuah proses ritual terlarang akan segera berlangsung antara tubuh Arya dan Darya.
Mereka menunggu dengan sangat cemas. Arya mengatakan, mungkin akan sangat berbahaya jika mereka tetap memilih berada di sini saat roh Kundari berpindah ketubuhnya.
Jadi, mereka bersiap-siap. Saat Kundari berpindah, mereka akan langsung membawa tubuh Darya secepat mungkin untuk menjauh.
Saat kundari yang mengendalikan tubuh Darya dan Arya memejamkan mata mereka, Tarim Saka memperhatikan dengan seksama, Menunggu.
Udara di sekitar mereka seolah mulai berubah. Hari yang memang sudah petang tersebut berubah seakan sudah menjelang malam. Keheningan mulai melanda hingga mereka tidak mendengar suara jangkrik atau kicau burung sekalipun, padahal mereka di tengah hutan.
Tubuh Darya tiba-tiba bergetar, seperti ada sesuatu yang memaksa untuk bisa keluar dari sana. Tarim Saka melihat itu tanpa berkedip. Saat itu dia yakin bahwa ada bayangan lain di tubuh cucunya itu.
Dan benar Saja, bayangan gelap berdiri dari tubuh Darya dan langsung berpindah pada tubuh Arya. Dengan begitu. Mereka tau bahwa roh kundari sudah tidak ada lagi di tubuh Darya.
Mengira prosesnya akan memakan waktu sedikit lama, Tarim Saka hampir saja terlambat menangkap tubuh Darya saat mulai tergolek dengan kepala nyaris membentur batu di tebing tersebut.
Sempat sekilas menatap wajah Arya yang masih memejamkan mata. Dengan hati yang sangat berat Tarim Saka berbalik dan segera membawa tubuh Darya menjauh dari sana.
' Arya! Aku sangat berharap kau selamat ' batinnya saat menjauh dari sana di ikuti oleh yang lainnya.
Tak lama, mereka merasakan tanah mulai bergetar. Sesuatu sedang terjadi tempat yang baru saja mereka tinggalkan. Membuat bulu kuduk mereka berdiri tapi tidak ada satupun yang berani menoleh kebelakang.
" Tempat apa ini? "
Kundari mendapati dirinya berada di suatu tempat yang sangat asing.
Kundari melihat sebuah pintu gerbang raksasa di depannya. Pintu itu segera mendekat dan langsung terbuka. Cahaya yang sangat menyilaukan membuat Kundari menutup matanya.
Saat membuka matanya, Kundari mendapati dirinya dihadapkan dengan hamparan padang rumput yang sangat luas yang di aliri sungai-sungai kecil dengan air yang sangat jernih.
Ini bukan hal yang dia harapkan sebelumnya. Dia tidak mengerti bagaimana dia bisa berada di sini. Seharusnya saat memasuki tubuh Spasial, dia akan melihat ingatan dan merasakan keadaan seluruh tubuh itu. Ini sangat berbeda dengan tubuh yang dia rasuki sebelumnya.
" Hahaha! kau manusia paling bodoh yang pernah aku lihat "
Kundari tiba-tiba mendengar suara di belakangnya. saat berbalik dia melihat seorang gadis yang cantik sedang menertawakannya. " Siapa kau? "
" Seharusnya kau tidak mencemaskan siapa aku. Hahahahha! " Gadis itu kembali menertawakannya.
Kundari baru menyadari bahwa gerbang besar tadi ternyata sudah hilang. " Kemana gerbang itu? "
" Aku hanya ingin melihat, rupa manusia bodoh yang telah mencoba memasuki pemilik tempat ini, dan tidak hanya bodoh tapi ternyata kau juga sangat jelek sekali. Hahahha! "
Gadis itu adalah Amia, si roh Air. Menempati padang rumput yang luas di dalam kesadaran Arya. Hingga saat ini, baik Arya dan Kundari tidak tau kenapa tempat seperti ini bisa ada. Tapi, yang Amia tau, dia bebas melakukan apapun di tempat ini.
Kundari semakin kebingungan dengan situasi yang sedang di hadapinya. Namun Amia yang masih saja mengejeknya itu, membuat dirinya kesal " Jangan mempermainkanku! "
" Selain bodoh, ternyata kau juga tak tau diri! "
Kundari menyadari bahwa tidak ada yang bisa dia lakukan dengan tenaga dalamnya disini. Melihat Amia yang lengah, kundari mencoba menyerang Amia secara langsung. Dengan penampilannya, Kundari menebak jika Amia adalah gadis yang tidak bisa bertarung.
Kundari melompat untuk melancarkan sebuah pukulan pada Amia. Namun, saat dia berpikir tinjunya akan mendarat di wajah Amia, Kundari mendapati dirinya hanya meninju gumpalan air. Gadis itu sudah tidak lagi berada di depannya.
" Hahahaha! Kau sangat bodoh dengan memasuki tubuh pemuda ini! Dengan kekuatan seperti itu, kau ingin mengendalikan tubuh ini? ... Mimpimu terlalu tinggi. Hahahah! "
Kundari mulai meragukan bahwa dia sedang berada di dalam tubuh seseorang. Bahkan jika memang begitu, ini bukan tubuh spasial. " Aku telah tertipu " gumamnya.
Kundari berfikir, mungkin ini masih sempat. Dia ingin kembali pada tubuh Darya. Namun, dia teringat bahwa gerbang tadi sudah menghilang.
" Kau kemanakan gerbang itu?! "
" Kau tak akan bisa kembali lagi. Waktu disini berbeda dengan waktu yang ada di duniamu! Dan seharusnya, bukan itu yang kau cemaskan "
" Apa maksudmu? "
Amia menunjuk " Kau akan menemukan jawaban jika kau masuk kesana. " sebuah pintu baru saja muncul tidak jauh dari Kundari.
" Ada apa di balik pintu itu?! "
" Bukankah kau ingin mengendalikan tubuh ini? Seharunya kau bertemu dengan yang berada dibalik pintu itu " Amia tersenyum licik.
" Aku tidak mempercayaimu, sepertinya kau gadis yang licik "
Amia menggerakkan tangannya. Kundari terangkat ke udara. " Aku tidak meminta! Lagipula aku sudah cukup puas mempermainkanmu. Sekarang enyahlah! "
Pintu itu terbuka dan Amia melemparkan tubuh Kundari melewati pintu tersebut. Kundari sempat memejamkan matanya sebelum akhirnya mendarat di tempat yang keras.
Saat membuka mata, Kundari mendapati dirinya berada di pinggir sebuah tebing. Di depannya terhampar lembah yang sangat luas dengan sungai-sungai lahar mengalir di selah-selah bebatuan hitam besar.
" GRRRRRRRR ... GRRRRRRRR! "
Suara geraman menggelegar memenuhi tempat yang sangat luas itu. Menyebabkan Kundari panik setelah mendengar suara itu. ' ini pasti neraka '
Kundari gemetar ketakutan saat melihat makhluk maha besar yang muncul di angkasa. Matanya menatap tajam ke arah kundari.
" Makhluk rendah sepertimu ingin menguasai tempat ini?! "
Arya merasakan keberadaan roh Kundari menghilang begitu memasuki tubuhnya. Hal yang dia takutkan sama sekali tidak terjadi.
Saat dia membuka mata dan memeriksa tubuh, tidak ada apapun yang terasa aneh baginya. " Kenapa ini menjadi begitu mudah? "
Arya tidak tau dengan pasti apa yang terjadi pada kundari sesaat setelah berada di dalam tubuhnya. Dia hanya sempat melihat roh kundari berada di depan sebuah gerbang dan menghilang di balik gerbang itu.
Hal yang pernah Arya alami sebelumnya. Namun, apa yang terjadi pada kundari di dalam gerbang tersebut, dia sama sekali tidak mengetahuinya.
Jika dikatakan tidak ada yang berubah dengan tubuhnya, mungkin itu tidak bisa dikatakan sepenuhnya benar. Karena saat mencoba berdiri, entah bagaimana, Arya merasa sedikit bertambah kuat.
Arya merasakan ada energi yang sedang mengaliri di tubuhnya. Energi ini seperti tidak asing baginya. sekilas dia kembali teringat tentang Kulkan. ' apa yang terjadi dengan makhluk itu? '
Arya melihat ke sekeliling, ternyata hari sudah gelap. " Semoga Darya baik-baik saja! "