ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Masalah Baru


Waktu terus bergulir. Semua orang bekerja secepat yang di inginkan Arya.   Bahkan sebenarnya jauh lebih cepat.


Pemadatan jalan benar-benar sangat membantu perkembangan itu. Dalam dua bulan di bawah pengawasan Serikat Singa Emas, sudah lebih separuh kota-kota kecil dan kota besar di Daratan timur, terhubung.


Dengan sumber daya yang banyak akhirnya selain bertani dan beternak, penduduk memiliki banyak pilihan pekerjaan lain. Pendapatan mereka di jamin oleh serikat.


Sekolah-sekolah sudah hampir selesai di bangun. Dan ada bangunan paling menarik di Basaka. Itu adalah bangunan yang di pakai sebagai pusat penelitian Pil dan Senjata.


Arya dan Bai Hua, sengaja membukukan banyak macam cara pengolahan bahan dan pembuatan Pil. Meski tidak akan sehebat apa yang bisa di buat Arya dan Bai Hua, namun bisa di pastikan itu jauh lebih berkualitas daripada yang kini tersebar di dunia.


Begitu juga dengan senjata. Luna dan Ciel benar-benar sudah jauh berkembang. Tentu saja perkembangan itu berdampak besar dengan ilmu pembuatan senjata di Daratan Timur.


Bahkan, kedua kakak adik itu meneliti senjata-senjata sihir dan memperkokoh bahan pembuatan. Hingga bisa di pastikan, untuk saat ini senjata sihir buatan mereka jauh lebih kuat dari milik Oldenbar.


Berbicara senjata. Kota parinan sebagai kota pelabuhan terbesar di Daratan Timur, kini di perkuat dengan dua ratus senjata pelontar.


Bisa dikatakan itu membuat Kota Parinan menjadi kota pelabuhan dengan pertahanan terkuat di seluruh kerajaan Swarna.


Darius dan Nick, meminta Luna dan Ciel memperkuat berbagai elemen pada senjata itu hingga membuat daya ledak senjata itu, mampu menghancurkan sebuah kapal yang berjarak lebih dari lima kilo meter di lautan.


Apalagi, Ciel secara khusus mengembangkan alat bidik untuk senjata-senjata tersebut.


Dengan kemampuan akurasi matanya, alat bidik yang dikembangkan Ciel benar-benar membuat senjata-senjata itu semakin berbahaya.


Delapan ratus senjata pelontar lainnya, di sebar ke seluruh kota. Hingga setiap kota di Daratan Timur punya pertahanan yang sangat kuat.


Terlebih Basaka. Sekarang, di sana, ada sekitar tiga ratus senjata pelontar yang berdiri di atas tembok, yang mengelilingi kota itu.


Setiap Sekte Aliran putih, mendapat tugas menjaga kota dan seluruh desa yang ada di wilayah mereka. Segala misi sekte dari penduduk di danai oleh Istana.


Setiap Sekte juga mendapat pasokan sumber daya energi dari Istana atas kontribusinya. Hal tersebut di putuskan Arya demi menjadikan Daratan Timur benar-benar kuat.


Demi mendapatkan pendapatan yang besar dan agar roda perdagangan Daratan Timur berjalan baik. Darsapati di bantu oleh Angus mempersiapkan cabang yang akan merambah Daratan lainnya.


Tidak dalam waktu dekat. Karena ini akan menyangkut pihak luar, Keduanya sangat berhati-hati mempersiapkan segala sesuatunya.


Restoran keluarga Bai tidak ketinggalan. Usaha yang rencananya hanya kedok itu, kini benar-benar di kembangkan. Setiap kota juga di dirikan satu cabang restoran itu. Dan itu juga termasuk dalam pengawasan Serikat Singa Emas.


Sesuai rencana awal, Arya benar-benar membalas apa yang dilakukan Oldenbar di Daratan itu. Tidak hanya memusnahkan seluruh serikat, Arya juga mengambil alih dah menyerahkan seluruh cabang Oldenbar di Daratan Timur kepada Serikat Singa Emas.


"Tuan Krama ... "


"Tuan Rewanda ... "


Dua iblis langit benar-benar terkenal. Di kota Basaka, atas seizin Arya, keduanya bisa menggunakan wujud asli mereka.


Para pendekar yang sempat terlibat dalam pertempuran Daratan Timur, hanya bisa geleng-geleng kepala.


Tentu saja tidak ada yang menyangka bahwa dua makhluk mengerikan dan tanpa ampun yang mereka kira siluman itu, adalah pengawal setia Raja mereka.


Terlebih, sekarang keduanya seperti memberikan Rasa aman pada seluruh warga.


"Kera bodoh. Sepertinya kita sudah terbiasa dengan manusia."


"Ya. Aku menyukai mereka. Tapi tidak dengan yang menyakiti sesamanya."


Rewanda dan Krama tidak keberatan jika anak-anak datang dan menyentuh keduanya. Hanya saja, sebelumnya para orang tua takut jika tiba-tiba keduanya marah karena anak-anak mereka.


Namun, karena jaminan Arya, akhirnya semua percaya. hasilnya, di manapun keduanya berada di Basaka. Maka di sana akan banyak anak-anak manusia mengerumuni dan bermain bersama keduanya.


Dengan semua perubahan itu, waktu terasa berjalan sangat cepat. Dua minggu terakhir, Arya dan dua iblis langit pergi ketempat yang tidak diketahui.


Arya hanya meninggalkan pesan pada Wisanggeni, bahwa mereka akan kembali saat pertemuan di adakan.


Sementara itu, Luna, Ciel, dan Bai Hua tidak terlalu memoerdukikannya. Karena bagi mereka jika Arya sudah menghilang di saat seperti ini, itu sudah bisa dipastikan bahwa dia sedang latihan atau ada sesuatu yang sedang dipelajarinya.


Bagaimanapun, meski mengenal Arya dan sudah dekat sejak kemunculannya, mereka sendiri juga selalu dikejutkan dengan perkembangan Arya.


Sama seperti Arya, ketiganya memilih untuk mengembangkan diri. Karena, belajar dari terakhir kali mereka bertarung, ketiganya masih sangat bergantung dengan kekuatan Arya.


Di masa depan, Luna, Ciel dan Bai Hua, bertekad bisa bertarung murni dengan kemampuan mereka sendiri.


Karena, sangat jelas bagi ketiganya dengan mengikuti Arya, mereka sama saja dengan menantang bahaya. Tapi, Keputusan mereka sudah bulat. Apapun tujuan Arya, mereka akan mendukungnya.


Satu bulan lagi telah berlalu di Kota Basaka. Hari ini kota itu kedatangan banyak pengunjung hampir dari setiap penjuru. Hal ini karena besok akan di adakan pertemuan yang membahas struktur kerajaan dan hukum-hukum baru yang mengaturnya.


Perjalanan mereka ke Basaka yang biasanya membutuhkan waktu yang lama, kini bisa di tempuh dengan sangat cepat.


Semua orang di sana sangat penasaran dengan berita yang tersebar. Bagi sebagian orang, cerita itu cenderung di lebih-lebihkan.


Sebagian besar dari mereka sulit untuk percaya bahwa perang besar baru saja terjadi. Hal itu dapat dimaklumi karena luasnya wilayah Daratan Timur tempat yang mereka tinggali. Sehingga berita bisa saja benar juga bisa saja tidak.


Hal mengejutkan lainnya bagi mereka adalah saat Seorang pemuda tiba-tiba saja menjadi Raja. Apalagi pemuda tersebut bukan dari keturunan bangsawan kerajaan di kota Barus.


Beberapa keluarga bangsawan Daratan Timur, datang untuk memastikan. Sebagian besar dari mereka mencoba membuat kumpulan yang akan mempertanyakan kebijakan Basaka atas pengangkatan Raja baru itu.


Karena menurut sebagian besar mereka, jika saat ini memang dibutuhkan Raja baru dan tidak dari Barus, maka mereka merasa berhak atas tahta itu.


Entah siapa yang memulainya, namun Gerakan ini sudah dipastikan akan menjadi masalah baru di Daratan Timur.