ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Kemiskinan dan Kebodohan


"Kaungsaji. Itulah yang dia katakan padaku."


"Baik, aku mengerti. Dan aku juga sudah mendengarnya langsung dan apa yang di katakan tuan Muda memang benar. Tapi, apa hubungannya dengan mengubah Sekte Singa Emas ini, menjadi sebuah serikat dagang?"


Arya memang banyak menyarankan perubahan yang tampak benar-benar memberi dampak kemajuan pada Daratan Timur di masa depan.


Tapi hal yang paling mengejutkan adalah, Arya meminta Darsapati mengubah Sekte Besar Kependekaran Singa Emas yang telah melindungi Daratan Timur ini selama ribuan tahun, menjadi Serikat  Dagang dan pekerja.


Tentu saja hal tersebut menimbulkan perdebatan di antara Darsapati dan para tetua sekte. Apalagi, Arya meminta hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat di utamakan.


Masih sulit bagi mereka untuk menerima penolakan Arya untuk memangku jabatan ketua Sekte yang mana memang haknya. Sekarang, keturunan langsung Arangga Sarka, pendiri Sekte Singa Emas itu, meminta perubahan total pada Sekte yang didirikan Leluhurnya, itu.


Di Istana Singa Emas, di meja besar di aula di mana pertemuan ini sedang berlangsung, Darsapati menghela nafas panjang, lalu melepasnya pelan. Matanya menatap Kaungsaji, lalu seluruh tetua sekte.


"Tuan Muda mengatakan, bahwa perang sesungguhnya, baru saja dimulai dan kita, sebagai pelindung Daratan ini mendapat titah langsung untuk bertempur."


Mata semua orang di sana melebar dan kening berkerut. Kata-kata Darsapati ini, sama sekali tidak bisa mereka cerna, apalagi mengerti.


Melihat bagaimana semua irang hanya diam menanggapinya, Darsapati melanjutkan.


"Perang ini akan lebih sulit dari perang-perang yang pernah kita hadapi sebelumnya. Bahkan bagi pendiri  sekte ini sendiri."


Kalimat Darsapati berikutnya itu, membuat mereka semua terhenyak. Jika, itu orang lain, maka akan ada Pertumpahan darah saat itu juga. Karena pada dasarnya, di hati mereka, tidak ada yang boleh meremehkan Arangga.


Sebelum salah satu dari mereka menunjukkan ketidakpuasan, Darsapati langsung menegaskan.


"Ini adalah perang melawan kebodohan."


Saat Darsapati mengatakan itu, mereka benar-benar di buat terbungkam. Karena, mereka menyadari kebodohan memang menjadi masalah, buktinya beberapa waktu yang lalu, mereka kehilangan Kuasa atas Sekte mereka sendiri.


Beruntung Arya muncul dan mengembalikannya pada bagaimana seharusnya. Jika mereka pikirkan kembali, Merekalah yang sudah gagal dan secara tidak sengaja menghancurkan Sekte ini dan Arya membangunnya kembali.


Darsapati melanjutkan dengan menerangkan apa maksud sebenarnya dari Arya meminta Sekte berubah menjadi serikat.


Untuk bertahan, kekuatan memang sangat penting tapi itu tidak cukup. Dunia sudah berubah, banyak hal yang diperlukan untuk mengimbanginya.


Arya mendirikan tempat untuk menuntut ilmu demi memajukan pola pikir generasi baru dari seluruh penduduk Daratan ini.


Namun, jika kemiskinan masih menghantui mereka, para penduduk tidak bisa menyia-nyiakan waktu untuk belajar sementara perut mereka kelaparan.


Demi menjamin itu semua, di perlukan sebuah Serikat yang menjamin kesejahteraan seluruh penduduk Daratan ini. Agar mereka bisa mengirim anak-anak mereka menuntut ilmu, tanpa takut di hantui oleh rasa lapar.


Semua itu harus saling mendukung dan tidak bisa berjalan jika tidak beriringan. Itu kenapa Arya meminta Sekte Singa Emas menjadi garda terdepan dalam pertempuran ini.


Tidak ada yang berubah. Singa Emas tetap menjadi pelindung Daratan Timur. hanya saja saat ini dan di masa yang akan datang, Sekte Singa Emas melindungi manusia-manusia Daratan ini dari kemiskinan dan Kebodohan.


Kaungsaji dan tetua-tetua sekte tersebut langsung menangis. Bukan karena sedih tapi terharu. Sempat berfikir sebalik nya, Namun, Ternyata mereka masih di percaya sebagai pelindung Daratan ini.


Di sisi lain, mereka juga merasa Bahwa Arya benar-benar sosok raja sesungguhnya. Tidak hanya melindungi untuk saat ini, tapi juga untuk masa depan.


Kehadirannya yang hanya baru sebentar saja benar-benar memberi dampak besar pada daratan ini.


Menyatukan seluruh sekte, Memenangkan pertempuran, memberi rasa aman, menghapus kemiskinan serta kebodohan.


Saat ini, Mereka merasa malu pada diri sendiri, sekaligus bangga pada Arya. Tidak diragukan lagi, saat ini mereka sedang hidup pada era, dimana sang penguasa sesungguhnya telah lahir.


Akan tetapi, Arya sedikit memiliki pandangan sendiri dalam hal ini. Mendengar cerita Angus tentang Darsapati beberapa bulan yang lalu, menurut Arya, pendekar yang dipanggilnya kakek itu, memang memiliki minat dan bakat dalam perkembangan perekonomian penduduk.


Bahkan, demi penduduknya, Darsapati rela untuk melepas Sekte Singa Emas. Di mata Arya sendiri itu adalah sebuah keputusan berat. Dimana dia harus memilih keselamatan penduduk atau gelarnya sebagai Ketua Sekte Terbesar di daratan ini.


Jadi, tidak ada orang lain bagi Arya yang paling tepat untuk melakukan dan mengemban tugas ini.


"Bagaimana? Apakah kalian masih enggan untuk mengikuti perintahnya?"


Sontak semuanya langsung menggeleng cepat. Terlebih Kaungsaji. Sekarang dia benar-benar menyesal karena sejak tadi meragukan pemikiran Arya.


"Aku ... Aku ... Akan bersujud minta maaf ... Padanya!" Kata Kaungsaji terisak.


Darsapati kembali menarik nafas panjang dan melepasnya. Ia menggeleng. "Itu seharusnya sudah kita lakukan saat pertama kali melihatnya. Saat itu saja, seharusnya kita sudah mati. Dan dia menyelamatkan kita semua."


Mereka kembali mengingat saat pertama kali bertemu dengan Arya. Jika pertarungan benar-benar terjadi, bukan tidak mungkin salah satu dari yang ada di dalam aula ini sudah tak bernyawa saat itu.


Belum lagi, saat tiba-tiba meteor muncul. Arya telah bertaruh nyawa untuk memastikan mereka semua yang ada di ruangan ini, untuk tetap hidup.


"Tapi, kalian semua tentu sudah tau, dia bukan orang yang menerima sujud orang lain, meskipun orang itu semenyedihkan kita."


Mereka semua mengangguk. Dengan begitu, sudah diputuskan. Sekte Singa Emas sejak saat itu, resmi berubah menjadi Sebuah Serikat.


Ke depan, mereka akan mengemban tugas yang sangat berat. Darsapati dan seluruh orang yang ada di sana, akan melindungi Daratan Timur dari Kebodohan serta Kemiskinan.


****


Dari semua tempat yang pernah ditemukan Arya selama beberapa waktu perjalanannya. Tempat inilah yang sangat mengejutkannya.


Mirip dengan apa yang dia temukan di Sekte Awan Senja yang sekarang berubah nama menjadi Sekte Delapan Mata Angin, Arya juga menemukan harta yang sangat banyak di sini.


Namun, hal itu sudah diduganya. Tapi, saat ini di tangannya, Arya sedang memegang sebuah kitab yang dia yakini akan menuntun perjalanannya jauh ke depan.


Dengan tulisan yang sangat unik, namun Arya tetap masih bisa membacanya. Hanya saja, dia belum mengerti kenapa nama kitab tersebut di namakan seperti itu.


Sekali lagi Arya membaca nama kitab tersebut untuk memastikan.


"Salafus Salalatin? ... "