ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Perusak Rencana


Semuanya terlihat berjalan seperti yang di harapkan bagi Sekte Aliran hitam sampai siang hari ini. Namun, sebuah berita mengejutkan, baru saja mereka dapatkan yang langsung merusak rencana besar mereka.


Kelang dan seluruh perwakilan sekte aliran hitam, menghilang. Seluruh Sekte Tanah Hitam tenggelam dan sekarang, lembah Tonda telah berubah menjadi sebuah danau.


Kabar itu memang sangat sulit untuk dipercaya, namun karena sampai saat ini Kelang dan yang lainnya tetap tidak menunjukkan batang hidung mereka, itu menunjukkan bahwa berita itung kemungkinan sangat benar.


Baru saja berita itu sampai pada kelompok Sekte aliran hitam, beberapa jam kemudian sebuah hal yang tak kalah mengejutkan lainnya pun terjadi.


Seolah tidak cukup dengan masalah yang terjadi atas Kelang dan Sekte Tanah hitam. Kejadian yang membalikkan kemungkinan besar mereka untuk menaklukkan Basaka dan seluruh Daratan Timur beberapa hari yang lalu, kini menjadi terasa mustahil.


Siang hari, sebuah kelompok besar baru tiba di Lembah Haru. Tidak main-main. Kelompok itu berjumlah setidaknya tujuh puluh ribu pendekar dari banyak Sekte.


Entah kemana dan apa yang mereka lakukan selama ini. Terlihat menghilang dari Daratan Timur untuk beberapa tahun, akhirnya hari ini mereka menunjukkan diri. Kelompok itu menyebut diri mereka Aliansi Sekte Aliran putih Daratan Timur.


Beberapa pendekar suci dan ratusan pendekar tingkat raja memimpin pasukan tersebut. Kini, kelompok itu mendirikan kemah yang berjarak sekitar dua kilo meter tepat di depan kelompok sekte aliran hitam yang kini di pimpin oleh Daga dan ketua-ketua sekte besar beraliran hitam.


"Daga ... Bagaimana bisa lembah Tonda menjadi Danau seperti yang dia katakan?" Tanya Ki Sapujagad sambil menunjuk pembawa berita.


Pertanyaan Sapujagad itu semakin membuat kepala Daga yang sama tak menduga kejadian itu akan terjadi, semakin sakit saja.


Tidak menjawab, Daga malah balik bertanya. "Ki Sapujagad. Menurut kalian siapa yang punya kemampuan melawan Kelang dan seluruh perwakilan sekte kalian, di antara seluruh pendekar-pendekar aliran putih di Daratan Timur ini?"


Pertanyaan Daga itu membuat mereka terdiam. Tapi, dengan munculnya aliansi sekte aliran putih di sana, kesimpulan mereka sekarang menjurus ke satu arah.


Kelompok Aliran Hitam langsung menuduh aliansi Sekte Aliran putih yang menyebabkan itu semua. Dan mereka juga memperkirakan bahwa Darmuraji lah yang memerintahkan hal tersebut.


"Jika sudah begini, apa yang harus kita lakukan? Bukankah sebaiknya kita langsung saja menyerang? Bagaimanapun, kita masih menang jumlah."


"Nyai Anjaran. Apa yang kau katakan ada benarnya. Kita tidak bisa menunggu atau memastikan kabar Kelang. Sekarang, kita fokus saja untuk menumbangkan Basaka."


Kenneth yang sejak tadi tampak gelisah, orangbyang di utus Fyn pada Edward juga belum kembali. Perubahan besar ini tentu saja membuat Kenneth panik. Sekarangbdia sudah di sini. Tidak mungkin untuk mundur begitu saja atau maju untuk menyerang Basaka bersama kelompok sekte aliran hitam ini tanoa persetujuan pemimpinnya itu.


"Sekarang, kita tidak bisa menyerang Basaka tanpa bertempur terlebihbdahulu dengan aliansi itu. Karena mereka mendirikan kemah. Aku rasa mereka sedang menunggu. Dalam hal ini, aku tebak itu pasti pasukan kerajaan."


Kenneth berfikir cepat. Menunda gerakan sekte aliran hitam selama yang dia mampu adalah pilihan terbaik saat ini. Namun, jika memang sudah saatnya bertempur, maka tidak ada pilihan lagi bagi serikat Oldenbar saat itu.


Kata-kata Kenneth sepertinya memberi dampak. Semua ketua Sekte aliran hitam itu kini tampak sedang berfikir. Namun, sepertinya, mereka berfikir dengan cara yang berbeda.


"Tuan Kenneth. Sampai saat ini, Pemimpin mu juga tidak menunjukkan batang hidungnya. Apakah kalian merencanakan sesuatu di belakang kami?"


"Tuan Daga, kami datang tidak untuk bermain-main di sini. Kita menunda menyerang Basaka bukan karena kami. Tapi, jelas Karena sekte Tanah Hitam bergerak di luar rencana kalian bukan?"


Dalih Kenneth atas tuduhan Daga itu, langsung membuat seluruh ketua sekte aliran hitam menatap Daga. Tiba-tiba di kepala mereka muncul pikiran buruk tentang Kelang dan nasib wakil-wakil mereka.


Daga tak terima dengan tatapan curiga mereka. "Kenapa kalian menatapku seperti itu? Kita menyepakati hal tersebut karena telah berunding dan menyepakatinya."


"Daga. Sepertinya kau menyimpan banyak Rahasia dari kami. Katakan apa tujuanmu sebenarnya."


Baru saja tuduhan langsung Nyai Anjaran itu iya utarakan, ketua sekte lainnya langsung menimpali.


"Ya. Mungkin saja kau juga punya agenda sendiri. Jika kami ingat-ingat lagi sepuluh tahun yang lalu, bahkan namamu belum kami dengar sama sekali. Lalu, tiba-tiba saja kau muncul dan menjadi wakil Kelang setelah menghilangnya Kudra. Jadi, Siapa kau sebenarnya?"


Tak cukup di sana. Satu lagi ketua sekte aliran hitam yang lainnya menambahkan sesuatu yang membuat Daga semakin tersesak.


"Daga. Apa yang kau rencanakan denga Kelang. Aku rasa, keberadaan kau di sini sengaja mengumpulkan kami. Dan saat kami lengah, kau dan Kelang berniat menghancurkan seluruh Sekte aliran hitam dengan pihak kerajaan. Bukankah begitu?"


"Benar, apa yang di katakan Ki Rangkas. Bagaimana Kelang bisa mengutus mu mewakili nya dan berbicara dengan kami semua, sementara kau hanya pendekar suci tingkat pertama."


Seketika itu juga, seolah mata dan pikiran seluruh ketua sekte terbuka. Sekte Tanah Hitam dalam beberapa tahun terakhir ini bekerja sama dengan pihak kerajaan.


Baru beberapa bulan terakhir ini saja memutuskan untuk menghubungi mereka dan mengadakan rencana ini. Mereka yang tergiur bujukan Daga langsung memutuskan ikut di dalamnya tanpa memikirkan kemungkinan seperti ini.


Sementara itu, Daga tidak menyangka arah pembahasan sampai di sana. Dia hendak menjelaskan namun saat itu tiba-tiba saja seluruh ketua sekte menatapnya tajam. Mereka sedikit mundur dan memasang kuda-kuda bersiap menyerang.


Namun mereka di dahului oleh Ki Sapujagad. Pendekar suci tingkat tiga akhir itu, langsung melepas aura pembunuh yang pekat.


"Daga. Ini peringatan terakhir untukmu. Jika kau tidak bisa menjelaskannya. Maka, matilah!"


Diantara banyak sekte besar beraliran hitam, Ada empat Sekte aliran hitam terkuat di Daratan timur. Salah satunya adalah sekte Tanah Hitam yang di ketuai oleh Kelang.


Tiga sekte lainnya adalah Sekte Bunga Rampai yang di ketuai oleh Nyai Anjaran, Sekte Racun Darah yang di ketuai olah Ki Rangkas dan terakhir adalah sekte Sapujagad yang di ketuai oleh Ki Sapujagad itu sendiri.


Beberapa tahun sebelumnya, itu adalah empat pilar terkuat sekte aliran hitam yang bermusuhan secara langsung dengan Sekte Singa Emas selain sekte aliran putih lainnya. Namun, di antara keempatnya, saat itu, Ki Sapujagad lah yang terkuat.


Hingga saat sapu jagad melepas Aura pembunuh tersebut, ketua-ketua sekte yang lainnya, dapat merasakan betapa mengerikan kekuatan Sapujagad jika sedang marah.