
"Senior, aku pernah mendengarnya."
Baru saja Harupanrama dan Karpatandanu menjelaskan bagaimana sebenarnya keadaan Daratan Barat.
Di sini, selagi mereka membayar pajak pada Istana Malka, maka pihak istana tidak akan mencampuri kebijakan seluruh Sultan di Daratan ini.
Akan tetapi, pihak istana juga tidak akan membantu masalah mereka. Itulah yang mereka rasakan, sejak Adiaksa memerintah.
Memang itu yang ditetapkan oleh Raja Malka itu, tapi semua Sultan tau bahwa Banjanang lah yang menggerakkan putra kedua Maharaja kerajaan Swarna ini.
Rangkupala mengenal siapa Banjanang. Mereka satu perguruan saat masih muda. Berbeda dengan yang lainnya, keturunan Bangsawan-bangsawan Kerajaan Swarna di Daratan Utara, di latih langsung oleh seorang maha sepuh.
Maha sepuh ini, tidak memiliki ilmu kependekaran yang tinggi. Tapi, dia memiliki ilmu pengetahuan bagaimana cara melatih seseorang untuk menjadi pendekar yang tangguh.
Keberadaannya sempat terdengar sebagai bualan belaka selama ini, jika tidak Rangkupala sendiri yang mengatakannya.
Di Daratan Timur, tidak hanya ada serikat Oldenbar. Selain di dua negeri ini, ada dua pihak asing yang memiliki kekuatan.
Serikat Oldenbar dengan kekuatan dagang dan persenjataannya, satu lagi adalah kekuatan tempur kekaisaran Nippokure.
Sebuah kekaisaran yang terletak di Timur laut Benua timur. Sedikit Lebih dekat dengan Daratan Utara kerajaan Swarna. Kekaisaran kecil namun sangat kuat.
Armada tempur laut mereka sangat terkenal kuat. Toshi Mamura. Adalah panglima yang di utus kaisar Nippokure untuk bekerja sama dengan Kerajaan Swarna.
Salah satu kebijakan Maharaja kerajaan Swarna, yang di tentang oleh Rangkupala.
"Bai Hua, apakah kekaisaran itu dekat dengan Kekaisaran Yang?"
"Tidak, tapi mereka sudah lama menancapkan benderanya di dua kekaisaran besar yang bersebelahan dengan Kekaisaran Yang. Tapi, sebelum ke sini, Aku pernah mendengar bahwa Kaisar Liu akan bertemu dengan Kaisar negeri itu. Selebihnya, aku tidak tau lagi."
Arya meragukan apa yangbdi ketahui Darmuraji, juga di ketahui oleh Rangkupala, adiknya ini. Karena sejak awal, pangeran ketiga yang memilih jalan pendekar dan sempat berganti nama Jemba si Kebojalang itu, tidak pernah mengungkit hal apapun di Daratan Timur.
"Tuan Rangkupala. Apa yang sebenarnya membuatmu memilih untuk tinggal di Daratan Barat?"
Saat Arya menanyakan itu, wajah Rangkupala sedikit bereaksi. Meski Arya kuat, apa yang dia ketahui ini, tidak akan mungkin dia ceritakan pada Orang lain.
Arya melihat itu hanya memberi tatapan datar. Berharap pria tua ini jujur padanya.
"Tuan Muda. Kau tentu tau bahwa setiap orang memiliki Rahasia. Aku memiliki alasanku sendiri, apakah kau keberatan jika aku tidak memberi tahumu?"
Arya hanya mengangguk. "Baiklah, aku mengerti. Tapi, ada sesuatu yang ingin aku ingatkan padamu. Apapun yang ingin kau lindungi, tidak akan bisa kau tutupi selamanya. Apalagi, saat musuh semakin kuat dan kau hanya bersembunyi dengan gelarmu."
Karpatandanu dan Harupanrama tertegun. Mereka tidak terbiasa melihat seseorang yang sudah melegenda, seolah terlihat seperti anak kecil yang sedang berbohong di depan orang yang jauh lebih dewasa.
"Tuan Muda. Apa maksudmu?"
Arya menggeleng. "Aku tidak bermaksud apa-apa. Tapi, kau sama sekali tidak perduli dengan Darmuraji padahal dia kakak kandungmu. Kau juga tidak perduli dengan kematian Aditya padahal dia keponakanmu. Bahkan, kau tidak bergeming saat dua Sultan ini mengatakan siapa yang sebenarnya mengatur Daratan ini, di istana Malka. Dan terakhir, sebagai bangsawan kerajaan Swarna yang bergelar Pangeran Ketiga, kau tidak perduli jika aku benar-benar berniat menghancurkan kerajaan ini. Bukankah, itu sangat tidak wajar?"
Wajah semua orang di sana berubah. Apa yang dikatakan Arya sangat benar adanya.
Sikap Rangkupala sangat tidak wajar bahkan tidak masuk akal. Dengan kekuatannya, jika tidak bertemu Arya, jangankan kita pendekar bahkan dia bisa membangun ulang Daratan Ini, alih-alih menarik diri dari dunia dan membuka penginapan.
"Kalian berdua, apa alasan kalian masih menghormati pendekar pengecut seperti orang ini? Apakah karena gelarnya?"
Karpatandanu, Harupanrama serta Rentangjala hampir saja muntah darah saat mendengar kata-kata Arya. Siapa yang mengira akan datang harinya, dimana seorang pendekar legenda di sebut sebagai pengecut oleh seorang pemuda tepat di depan orangnya. Yang lebih mengejutkan lagi adalah, sang legenda hanya diam saja dan tampak merasa bersalah.
Sialnya, mereka ada di sana saat ini mendengarnya. Kedua Sultan itu tentu saja menjadi kebingungan untuk menanggapi pertanyaan Arya.
Di sisi lain, tak berbeda. Meski lebih kemah dari Arya, itu tak mengubah fakta bahwa Rangkupala sakti mandraguna. Seorang diri, mereka yakin Rangkupala itu, akan dengan mudah mengalahkan keduanya.
Keduanya hanya terdiam tak berani menjawab. Sampai tiba-tiba Rangkupala bersuara.
"Aku jatuh Cinta ... "
Saat itu, waktu terasa berhenti. Tidak hanya dua Sultan dan satu patih. Luna, Ciel dan Bai Hua ikut terperangah mendengarnya.
Arya mengernyit heran. Karena tidak menyangka Rangkupala mengatakan hal itu saat ini.
"Aku jatuh Cinta?" Tanya Arya.
Rangkupala menarik Nafas panjang lalu melepasnya perlahan. Tampak kesedihan yang dalam di wajahnya.
"Ya. ... Lindu Ara. Aku jatuh cinta. Padanya."
"Siapa Lindu Ara? Dan apa yang terjadi padanya?"
Bai Hua tamoak tertarik dengan cerita Rangkupala begitu juga dua gadis lainnya. Sementara tiga pria tua lain semakin terperangah.
Mereka tau benar siapa itu Lindu Ara. Jika Rangkupala pendekar pria terkuat, maka pendekar wanita terkuat di kerajaan Swarna adalah wanita itu. Lindu Ara. Ketua sekte Lubuk Bebuai.
Jika keduanya bersama, maka itu akan menjadikan mereka tidak hanya legenda tapi benar-benar mengukir sejarah. Tidak bisa dibayangkan betapa hebatnya, jika dua legenda menjadi pasangan.
"Lindu Ara, adalah ketua Sekte Lubuk Bebuai. Tempat di mana sekarang inti tanah berada."
"Tuan, apa Lindu Ara menolak cintamu?dan kau bersedih dan akhirnya bersembunyi? Bukankah itu pengecut sekali?" Tanya Ciel beruntun.
Rangkupala kembali menarik Nafas dan melepasnya, kemudian dia menggeleng. "Itulah masalahnya, ... Dia juga mencintaiku."
"HAAAAHHH?! ... "
"Tuan Rangkupala, aku tidak mengerti di mana masalahnya. Kalian saling mencintai. Dan kenapa jadi masalah?" kali ini Luna yang tak bisa menahan diri.
"Pendekar Lubuk Bebuai mempunyai hukum. Tapi, ketuanya, terikat sumpah ... "
Rangkupala mulai menjelaskan. keduanya sempat bermusuhan, beberapa lama. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka menemukan bahwa tujuan mereka sama. Dan mulai berjuang bersama. Saat itu, mereka masih muda dan masih menjadi pendekar bebas mengembara.
Namun, akhirnya keduanya memiliki rasa yang kemudian menjadi cinta. Malangnya, saat menyadarinya, saat itu lindu Ara sudah menjadi ketua Sekte Lubuk Bebuai, di mana sang ketua di sumpah agar tidak pernah menikah.
Karena, Rangkupala tau ada alasan kuat kenapa Ketua Sekte Lubuk Bebuai tidak bisa memiliki pasangan. Karena ada hal yang sangat penting yang di lindungi sekte itu. Lindu Ara menyebut bahwa benda itu, lebih berharga dari nyawanya.
Saat itu, Rangkupala menyadari. Sekuat atau sehebat apapun dirinya. Ada satu pertarungan yang tidak mungkin dia menangkan.
Setiap mengenang Lindu Ara, maka hatinya akan sakit. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menemuinya.
Akhirnya Rangkupala menjauh dan menghilang dari dunia kependekaran agar mengurangi kemungkinan bertemu, supaya tidak merusak sumpah Lindu Ara pada sektenya.
Semua orang terdiam. Tidak ada yang menyangka jalan kependekaran dua orang legenda, diiringi dengan kisah cinta yang kejam.
Arya juga sama terdiamnya. Sejak tadi, Dia mencoba mengerti apa yang sedang di jelaskan Rangkupala pada mereka.
Lama dia berfikir, namun tidak menemukan jawaban. Ini tidak ada dalam buku atau kitab manapun yang dia baca.
"Sebentar, Jatuh Cinta itu, Apa?" Tanya Arya.