ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Sekte Kecil


Arangga, nama yang sepertinya selalu terkait dengannya itu memang sudah menjadi momok bagi Arya.


Obskura hanya menceritakan bagaimana kuatnya Arangga. Tapi, tidak pernah menceritakan dari mana Arangga berasal dan di mana jejak terakhir keberadaan Arangga.


Tarim Saka melihat keanehan yang ditunjukkan oleh wajah Arya saat pertama kali melihat sampul kitab tersebut.


" Ada apa? Kenapa kau terlihat terkejut saat membaca kata-kata yang tertulis di sana? "


Di tangannya, kini Arya memegang jejak pertama yang dia yakin menyimpan informasi tentang Arangga.


" Ini karena sebuah nama "


" Nama? Nama siapa? Leluhurku? "


" Mungkin, atau ... Salah satunya "


Arya menjelaskan pada Tarim Saka bahwa, di sampul Kitab itu tertulis enam nama dan Arya pernah mendengar salah satu nama di sana.


Nama Arangga yang di sebut Arya itu sendiri, tertulis di urutan terakhir Kitab tersebut. Setiap nama, tertulis dengan warna yang berbeda.


Tapi, yang membuat Arya bingung adalah tentang isi Kitab itu. Tidak ada  kata-kata yang tertulis di dalam Kitab yang tebal itu selain satu kata di halaman pertama.


" Bahuraksa? "


Arya tidak bisa mencerna apapun tentang kitab tersebut. Untuk membantunya, Tarim Saka sudah meminta beberapa orang untuk mencari benda-benda yang mungkin bisa di kaitkan dengan kitab tersebut di ruang bawah tanah. Namun, hingga semua benda di sana berpindah tempat, tidak ada satupun yang mereka nilai punya kaitan dengan Kitab tersebut.


Hanya ada beberapa kitab-kitab tipis yang juga berisi tulisan yang hanya Arya bisa membacanya. Tapi, kitab-kitab itu juga tidak memiliki petunjuk atau kaitan apapun dengan Kitab yang di pegang Arya itu. Akhirnya Arya meminta izin pada Tarim Saka untuk memperbolehkan dirinya menyimpan Kitab tersebut.


" Tentu saja, kau boleh membawa semuanya. Lagipula tidak ada dari kami di sini yang mengerti isi Kitab-kitab itu. "


Mereka sekarang sedang berada di teras Vila tempat sementara Tarim Saka tinggal sebelum Vila utama dibangun kembali.


Tarim Saka mencoba segala cara agar Arya mengurungkan niatnya untuk melakukan perjalananan dan tetap tinggal di sana. Tarim Saka sampai harus menawarkan banyak harta pada Arya untuk itu.


Dari sebagian kemudian setengah hingga akhirnya keseluruhan harta yang mereka temukan itu, Arya tetap menolaknya. Dan yang lebih gila lagi, Tarim Saka sampai harus menawarkan kedudukannya sebagai ketua Sekte Awan Senja pada Arya.


" Yah, tentu saja kau akan menolak ... Ini hanya Sekte kecil, sedangkan kau ... " Tarim Saka melihat Arya, lalu melihat jauh ke langit " Sampai sekarang, aku tidak tau Sekte besar mana yang sangat beruntung memiliki pendekar hebat seperti dirimu. "


" Ini Sekte terbesar yang aku tau dan yang pernah aku datangi "


" Uhuk!  Uhuk! Uhuk! " Tarim Saka langsung tersedak dan terbatuk-batuk mendengar pengakuan Arya. " Anak muda, jangan mempermainkan orang tua ini "


Arya tersenyum melihat Tarim Saka. Seminggu ini Tarim Saka tidak lagi berbasa-basi untuk memanggil namanya. Arya yang meminta agar Tarim Saka memperlakukannya sama dengan Darya. Karena Darya adalah adiknya maka Tarim Saka juga adalah kakeknya.


Saat Arya mengatakan hal tersebut, Tarim Saka sangat terharu. Bagaimana tidak, tiba-tiba menjadi Kakek dari seorang pendekar yang sangat kuat tentu saja itu sangat menakjubkan.


Apalagi jika Arya benar-benar menganggapnya kakek dan mengambil alih jabatan Ketua Sekte. Maka tidak diragukan lagi Sekte Awan Senja akan  menjelma menjadi salah satu Sekte besar di Daratan Timur kerajaan Swarna ini.


Arya tidak pernah bertemu dengan orang sebanyak dia melihat penduduk di sekte Awan senja. Tentu saja dia heran, dengan orang sebanyak ini, bagaimana bisa sekte ini bisa di bilang kecil.


Tarim Saka menatap Arya tajam. Mencoba menyelidiki apakah anak muda di depannya ini sedang berbohong. Namun dia menyadari jika Arya mengatakan yang sebenarnya.


Tarim Saka memalingkan wajahnya dan kembali menatap jauh. " Hmm ... Aku rasa kau tidak berbohong, tapi kenyataannya Sekte ini memang sangat kecil dan ... Lemah "


" Maukah kakek menceritakan padaku, perbedaan sekte besar dan kecil? Aku rasa, aku membutuhkan informasi itu selama perjalananku nanti. "


" Baiklah, dengan kondisimu, seharusnya kau tau tentang ini. Karena akan banyak orang yang akan salah memahamimu. Karena walaupun kau sangat kuat, tapi terlihat sangat lemah karena tidak memiliki tenaga dalam. " Tarim Saka kembali menoleh pada Arya, mencoba merasakan sekali lagi tenaga dalam Arya dan menggeleng tak percaya.


Tarim saka menjelaskan pada Arya sekte Awan Senja terlihat besar, karena di daerah sana hanya ada satu sekte saja. Letaknya yang jauh membuat tidak banyak orang yang datang untuk mengembangkan usahanya sampai ketempat itu.


Dengan perkembangan Daratan Timur, seharusnya Sekte Awan Senja juga ikut berkembang. Tapi karena pendekar-pendekar terkuat di sekte itu hanya berada di level Ahli, tidak banyak yang memberikan misi pada sekte itu.


Sedangkan misi yang mereka terima hanyalah misi-misi kecil dari pemerintah kerajaan untuk mengamankan desa-desa yang ada di wilayahnya.


Saat Arya membantu menghancurkan Organisasi Kelabang Hitam, sebenarnya itu adalah misi terbesar yang pernah di selesaikan oleh Awan Senja. Pada kenyataannya, Awan senja tidak membantu apapun.


Dan ironisnya pendekar yang menjadi pemimpin organisasi itu sendiri berasal dari Awan Senja. Itu lebih terlihat sebagai akhir dari sebuah masalah sekte Awan Senja itu sendiri daripada sebuah misi.


Meski terkesan dianggap besar bagi penduduk Sekte Awan Senja dan desa-desa di sekitarnya, sebenarnya organisasi Kelabang Hitam bukanlah organisasi besar. Mereka lebih cocok di sebut sebagai kawanan perampok yang meresahkan alih-alih organisasi kejahatan.


Tidak ada pendekar yang tertarik menerima misi itu. Karena hadiahnya dianggap kecil bagi seorang pendekar tingkat tinggi.


Hanya Sekte Awan senja yang mau melakukannya, karena nilai hadiahnya sangat besar bagi Sekte Awan Senja untuk tetap bertahan.


Hal tersebut juga membuat kebanyakan pendekar-pendekar tidak memiliki pekerjaan. Hingga membuat sebagian pendekar di sekte tersebut beralih profesi menjadi petani.


Sebenarnya banyak pemuda berbakat di sekte ini. Tapi, mereka tidak bisa memilih menjadi pendekar karena menjadi pendekar dianggap tidak terlalu berguna di daerah ini.


Semakin kuat Sekte, semakin banyak misi. Semakin banyak juga orang yang datang untuk berdagang atau membuka usaha di sekte itu dan wilayah-wilayah di dekatnya. Karena  memiliki pendekar-pedekar yang kuat maka daerah itu akan aman.


Sekte Awan Senja hanya memiliki 3000 lebih penduduk dan hanya ada dua puluhan desa yang mereka lindungi, paling sedikit di antara sekte-sekte kecil lainya di Daratan Timur yang memiliki setidaknya 20000 penduduk dan ratusan desa dibawah perlindungan mereka.


Sekte menengah memiliki tidak kurang dari seratus ribu penduduk. Dan sekte besar memiliki lebih banyak lagi. Sekte Singa Emas yang merupakan Sekte terbesar dan diisi oleh pendekar-pendekar hebat di Daratan Timur kerajaan Swarna, sekarang sudah memiliki satu juta lebih penduduk.


Kekuatan pendekar-pendekar sebuah Sekte, sangat berpengaruh besar dengan perkembangan sekte itu sendiri.


Arya menyimak dengan seksama penjelasan Tarim Saka hingga selesai. Akhirnya Arya mengerti kenapa Sekte Awan Senja dianggap sangat kecil dan mungkin yang terkecil di Daratan Timur.


Melihat Arya yang memang tidak tau apa-apa tentang dunia luar, membuat rasa penasaran Tarim Saka kembali tergelitik. " Arya!  karena sekarang aku adalah Kakekmu, maukah kau menceritakan sedikit saja tentang masa lalumu? "


Arya tampak berfikir sejenak, lalu menatap kembali pada Tarim Saka dan tersenyum. " Aku juga sudah banyak mengetahui rahasia keluarga Kakek, maka cukup adil jika aku mengatakan pada kakek bagaimana aku sebenarnya "