ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Kelabang Hitam


Barda mengerti sekarang kenapa para perampok itu kini tidak lagi berada di pohon tempat terakhir kali Arya mengikat mereka.


Tampak orang yang di duga sebagai pemimpin kelompok itu, kini berjalan di samping lelaki sepuh di depan ratusan orang berbaju hitam lainnya.


Pria tua itu berjalan dengan sangat angkuh, meski tampilan wajahnya tidak bisa menipu bahwa dia sudah cukup tua, Namun tubuhnya terlihat sangat tegap. Menandakan bahwa latihan fisik yang di jalaninya sangat berat.


Mereka berhenti beberpa meter di depan Arya.


Lelaki sepuh itu menatap semua orang dengan pandangan yang sangat meremehkan. " Jabo, tunjukkan padaku di mana orang yang kau maksud? "


Jabo, nama pemimpin kelompok perampok sebelumnya yang ditanya lelaki sepuh itu segera mendekatkan diri " Yang di sana, ... Pemuda itu " katanya sambil menunjuk pada Arya.


Dia memperhatikan Arya dari ujung kaki hingga ujung kepala, lalu berbalik menatap pada Jabo " Jangan mempermainkanku! Di sana, pemuda itulah yang paling lemah "


Jabo ketakutan saat di tatap seperti itu " Aku tidak berbohong, Jika anda tidak percaya, anda bisa bertanya pada semua anggotaku! "


Lelaki sepuh itu menoleh kebelakang sebentar mendapati beberapa orang mengangguk bersamaan dan berbalik lagi menatap Arya. Dia tampak berfikir sejenak lalu mulai tersenyum. Dia menyimpulkan bahwa Arya sedang menyembunyikan tenaga dalamnya.


" Cih! Aku tidak menyangka, ternyata orang sepertimu yang mengetuai Organisasi busuk Kelabang Hitam ini! "


Lelaki sepuh itu menatap pada Sugal yang baru saja terlihat berbicara padanya.


" Hahahaha! Kau mengenalku? "


" Tentu saja aku mengenalmu. Kau adalah Gandala, pengkhianat yang membawa kabur Kitab Tinju Beruang Tanah Sekte kami. Atau, haruskah sekarang kau ku panggil, Si Cakar Setan! "


" Hmm ... Aku tidak menyangka akan bertemu dengan cucunguk dari Awan Senja di sini. Tapi jika kau mengenalku, tentu kau tau bahwa tidak ada pendekar awan senja yang pernah hidup setelah bertemu dengan ku bukan? "


Semua anggota sekte Awan Senja terkejut mendengar percakapan antara Sugal dan Gandala. Mereka pernah mendengar nama Gandala sebelumnya. Orang yang telah membawa kabur Kitab Ilmu bela diri tertinggi Sekte Mereka setelah membunuh Gurunya sendiri, Ki Tarim Sadak. Guru besar sekaligus pemimpin tertinggi Sekte Awan Senja sebelumnya.


Gandala si Cakar Setan, Nama yang disematkan padanya saat ini bukan tanpa alasan. Dia di duga telah menguasai salah satu Ilmu tertinggi Sekte Awan Senja saat terakhir kali berhadapan dengan pemimpin sekte Awan Senja yang sekarang.


Meski saat itu berhasil dipukul mundur, Namun Gandala berhasil membuat Pemimpin Sekte Awan Senja mengalami luka yang cukup parah.


Sejak saat itu, Gandala menghilang. Sampailah hari ini saat Sugal melihatnya berdiri paling depan di antara orang-orang dari Organisasi kejahatan bernama Kelabang Hitam. Menandakan dia adalah pemimpin dari Organisasi itu.


" Huh, aku sama sekali tidak takut padamu! " jawab Sugal.


" Baiklah jika begitu. Tapi kau harus menunggu giliran untuk kematianmu. Aku ada urusan yang lebih penting sekarang "


Sugal tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Gandala. Seolah kehadirannya tidak berarti apapun bagi si Cakar Setan itu " Apa maksudmu? "


Gandala tidak menjawab Sugal melainkan menatap Arya " Anak muda! Jika benar apa yang dikatakan Jabo padaku, aku yakin kau sedang menyembunyikan tenaga dalammu "


Perampok sebuah keluarga dan sekarang Kelabang. Hal yang Arya ingat saat terakhir kali dirinya bersama keluarganya. Meski tidak terlalu atau bahkan jauh dari kata mirip, entah kenapa dadanya sesak saat ini.


Arya tidak menjawab Gandala. Dia hanya memperhatikan Jabo lebih lekat. ' Jadi ini yang dimaksud oleh kakek Obskura. Manusia sangat sulit dimengerti. ' batinnya.


Jabo sendiri merasa sedikit ketakutan saat tatapannya dengan Arya beradu. Namun, disampingnya sekarang sudah ada orang yang sangat kuat. Gandala si Cakar Setan. Orang yang bjsa mengimbangi ketua Sekte Awan Senja. Mungkin saja sekarang sudah jauh melampauinya. Jadi dia memiliki sedikit keberanian.


" Hahahaha! Kau telah melakukan kesalahan Anak muda. Kau tidak mungkin berfikir kami akan melepaskanmu begitu saja setelah mempermalukan kami sebelumnya, bukan? "


Arya mengangguk membenarkan tanpa ragu " Ya! Aku melakukan kesalahan. Seharusnya tadi aku membunuh kalian saja. "Jawab Arya.


Sugal menyadari ada sedikit keganjilan di sini. Jika pemuda ini adalah yang dicari oleh Kelabang Hitam, berarti semua tidak sesuai dengan apa yang dia fikirkan sebelumnya.


Dia kembali merasakan tangannya berdenyut. Rasa sakit ini membuktikan bahwa pemuda ini sangat kuat. Sugal memikirkan kembali kejadian sebelumnya dan mengingat ucapan Gandala. Sepertinya pemuda ini memang menyembunyikan tenaga dalamnya.


Jabo sedikit gugup mendengar jawaban Arya. Dia dan beberapa orang di belakangnya kini melirik ke segala Arah. Berusaha mencari keberadaan dua makhkuk yang sebelumnya mereka lihat muncul bersama Arya.


" Kau meremehkanku?! "


" Bukan begitu Ki, tapi aku sangat terkejut saat kemunculan mereka. Setidaknya kedua siluman itu sudah berumur ribuan tahun "


" Aku sudah menghadapi banyak jenis siluman sehingga aku bisa merasakan keberadaan mereka. Berbeda dengan manusia, Siluman tidak mampu menyembunyikan keberadaan mereka. Kecuali kau menganggap kera dan Anjing di sana adalah siluman tersebut. "


Jabo melihat pada kera dan anjing yang kini berdiri di dekat Arya. Entah bagaimana hati kecilnya menduga bahwa kera dan anjing itu memang siluman yang dia maksud.


Akan Tetapi, seperti kata Gandala, Jabo juga bisa merasakan hawa keberadaan siluman. Bagaimanapun Jabo berusaha mencarinya, Kera dan anjing itu hanyalah binatang biasa.


Arya menoleh pada Sugal yang sejak tadi sudah menatapnya penuh tanda tanya. " Ki Sugal, tolong jaga keluarga tuan Barda jika terjadi sesuatu. Aku akan menghadapi mereka! "


Sugal hanya mengangguk menerima permintaan Arya tersebut. Permintaan Arya seolah terasa seperti perintah seorang pemimpin yang harus dilakukannya saat ini juga tanpa bisa dibantah. " Baik "


Arya berjalan mendekati gerombolan Gandala dan Jabo. Arya sama sekali tidak menghiraukan ratusan orang di belakang mereka " Aku tidak punya dendam apapun pada kalian. Tapi, aku rasa perampok dan Kelabang adalah dua hal yang sangat aku benci! " kata Arya.


" Hahahaha! Aku senang dengan semangatmu anak muda. Sebaiknya kau menunjukkan seluruh kekuatanmu. Atau kau akan menyesalinya saat aku menghancurkan tubuhmu dengan mudah " Kata Gandala yang kini juga berjalan ke arah Arya.


Sekarang mereka berdiri di tengah-tengah saling berhadapan. Arya melihat seluruh orang di belakang Gandala termasuk Jabo. Gandala melihat itu kemudian senyum tersungging di wajahnya.


" Jangan kau hiraukan mereka. Aku yakinkan padamu, mereka tidak akan ikut campur dalam pertarungan kita ini "


" Aku, tidak mencemaskan itu. Kalian boleh maju semuanya sekaligus jika kalian mau. Aku hanya tidak ingin satupun dari kalian berhasil kabur dari sini! "


" Hahahaha! Aku tidak menyangka kau bisa membual seperti ini. Aku berada di level yang sangat jauh dari mereka. Anak muda, aku rasa kau belum tau seberapa luas dunia ini! "


Kata-kata gandala itu juga diikuti oleh tawa Jabo dan seluruh anggota organisasi Kelabang Hitam. Mereka tau jangankan Kera dan Srigala, Gandala bisa membunuh Siluman beruang berumur ribuan tahun dengan sangat mudah. Itu adalah salah satu metode latihan untuk menyempurnakan ilmu beladirinya.


Berbeda dengan seluruh organisasi Kelabang Hitam, Sugal sedikit mencemaskan keadaan saat ini. Sugal sendiri bukanlah lelaki pengecut. Namun, perbedaan jumlah saat ini sangat tidak menguntungkan mereka. Apalagi ada Gandala si Cakar Setan sebagai lawan mereka. Kecemasan Sugal tersebut juga dirasakan oleh semua pendekar Awan Senja lainnya.


" Kau akan membayar kesombonganmu anak muda. Sebelumnya aku berniat mengajakmu bergabung dengan Kelabang Hitam. Tapi, aku berubah fikiran. Aku akan menghancurkanmu sekarang "


Gandala yang memang menyembunyikan kemarahannya, juga tidak mau menduga-duga seberapa besar sebenarnya kekuatan yang di sembunyikan Arya.


Dia memutuskan untuk mengakhiri pertarungan ini dengan cepat. Si Cakar Setan langsung mengambil kuda-kuda hendak mengeluarkan salah satu jurus pukulan terkuatnya.


Sugal terkejut karena tidak menyangka bahwa Gandala langsung mengeluarkan jurus tersebut. Meski tidak pernah melatih langsung Ilmu tersebut. Tapi, saat Sugal masih muda, dia pernah melihat pemimpin sekte Awan Senja sebelumnya menunjukkan jurus yang akan di lancarkan Gandala pada Arya. Itu sangat berbahaya.


" Berhati-hatilah anak muda! Itu adalah salah satu jurus terkuatnya! "


Arya tidak bergeming sedikit pun dari tempat nya berdiri. Bahkan mengambil kuda-kuda pun tidak.


Hal itu membuat semua orang berfikir jika Arya sudah ketakutan dahulu melihat tenaga dalam yang dilepaskan oleh Gandala sehingga membuatnya kehilangan fokus dan tidak sempat melakukan apapun.


Senyum meremehkan lagi-lagi tersinggung di Wajah Gandala. Menurutnya entah seberapa kuatnya pemuda itu, pasti tidak akan mampu menahan kekuatannya. Gandala melompat ke udara. Seberkas cahaya berwarna ungu kehitaman berkumpul di tangan kanannya.


Dalam sekejap pukulannya telah mendarat di pada dada Arya. Seketika suara dentuman memekakkan telinga di ikuti gelombang kejut yang cukup besar menggema dari sana. Serangan Gandala membuat tanah bergetar dan debu berterbangan menutupi Area tersebut.


" Hahahaha! Berakhir sudah "


Jabo tertawa puas. Seperti dugaannya, Gandala memang terlalu kuat jika di bandingkan pemuda tersebut. Namun. Saat debu yang menutupi Gandala dan Arya mereda. Tawa Jabo menghilang seketika.


Mata semua orang di sana melebar dengan mulut ternganga. Pemandangan yang sama sekali tidak mereka harapkan kini terpampang jelas di depan mereka.


Gandala terkapar di tanah. Sudah dipastikan tak lagi bernyawa, karena Kepalanya terlihat remuk sedangkan tangan kanannya hancur.


" Sudah kukatakan bukan? Aku membenci, Kelabang! Apalagi berwarna Hitam!  "