ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Pengakuann Angus


Angus beberapa kali datang kesana. Sekarang pria itu memiliki alasan lain untuk mengunjungi Arya.


Arya mengatakan pada Edward bahwa dia sengaja meminta Angus untuk memasok bahan makan yang akan di masak oleh pelayannya.


Tentu saja itu bukan hal besar Bagi Edward. Apalagi, pemimpin serikat Oldenbar itu juga pernah beberapa kali di undang Arya untuk mencicipi masakan Bai Hua. Saat merasakan masakan Bai Hua yang ternyata sangat lezat itu, tidak ada alasan Edward untuk meragukannya.


Lagipula, saat ini Edward bisa memastikan bahwa tidak ada satupun pendekar yang bisa mengalahkannya.


Dia tidak lagi membutuhkan siapapun untuk mengawalnya. Pemimpin serikat Oldenbar itu sedikit mengendurkan pengawalan atas dirinya.


Entah apa yang terjadi dengan Drey. Tapi sejak terakhir kali Angus bertemu dengannya saat sedang berusaha membawa putri jasmine ketempat Arya, salah satu dari delapan petinggi Oldenbar itu, sekarang sudah tidak pernah terlihat lagi batang hidungnya.


"Tuan Angus. Kami masih penasaran bagaimana sebenarnya Putri Jasmine ini bisa berada di tempatmu... "


"Seperti yang aku katakan, suatu malam, aku menemukannya di depan penginapanku.!"


Jawaban itu sama sekali tidak membuat Luna dan Ciel puas.


Tiba-tiba Angus merasakan sesuatu yang dingin sudah menempel di lehernya. "Tuan Angus, jika kau tidak mempercayai kami. Tidak ada alasan kami membiarkan kau tetap hidup."


Angus langsung menelan ludah. Dia tidak meragukan bahwa ketiga gadis ini, bisa membunuh seseorang dengan sangat mudah dan tanpa memiliki beban apapun.


Apalagi Angus pernah melihat mereka membunuh anggota Oldenbar langsung di depan para petinggi bahkan salah satunya adalah anggota keluarga Drey. Satu dari delapan Petinggi Oldenbar itu.


Setelah melakukan itu semua, mereka bukan mendapat balasan atau menjadi musuh Oldenbar, sekarang orang-orang ini layaknya tamu paling di hormati oleh seluruh anggota serikat Oldenbar. Sungguh kejadian yang sangat tidak wajar.


"Baiklah, aku akan menceritakannya."


"Bagus!" Bai Hua langsung menarik pedangnya dari leher Angus. "Mulailah bicara dan Jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi!"


Angus mengedarkan pandangan menatap Keempat orang yang ada di sana dan mulai bercerita. "Sebenarnya, aku bukanlah bagian dari serikat Oldenbar. Aku sudah membuka penginapan itu, beberapa tahun sebelum Oldenbar datang. Saat itu... "


Mulailah Angus menceritakan bagaimana keadaanya saat ini. Saat pertama kali sampai di kota Basaka, Angus berniat membuka usaha restoran dan penginapan di sana.


Akan tetapi, saat mencoba mengurus izin di kerajaan, Angus secara kebetulan bertemu dengan Darsapati, ketua Sekte Singa Emas.


Saat itu Darsapati seperti biasanya akan sesekali mengadakan kunjungan untuk mengantarkan anggota atau memeriksa anggota sekte Singa Emas yang menjadi prajurit kerajaan.


Darsapati menawarkannya untuk membuka usahanya di pusat kota Sekte Singa Emas ini. Tidak hanya dirinya saja, tapi Darsapati juga mengajak banyak para penusaha untuk memulai usaha mereka di pegunungan ini.


Karena Darsapati juga berniat mengembangkan Sekte Singa Emas untuk mengimbangi pesatnya perkembangan di seluruh Daratan Timur ini.


Waktu berlalu, pusat Sekte Singa Emas memang maju pesat sesuai dengan apa yang di harapkan Darsapati. Penduduk Sekte ini bisa mendapatkan sesuatu dengan sangat mudah tanpa perlu ke kota Basaka.


Angus dan para pengusaha sangat menghormati Darsapati. Meskipun seorang pendekar Suci, Darsapati ternyata memiliki ketertarikan untuk menjalankan bisnis. Alih-alih meminta pajak yang tinggi, Darsapati meminta agar para pengusaha ikut mengembangkan semua hasil dari sekte dan penduduk dibawah perlindungan sekte tersebut. Baik itu berbentuk pangan ataupun sumber daya energi.


Angus adalah salah satu pengusaha yang memiliki hubungan dekat dengan Darsapati. Itu karena tempat Angus sering menjadi tempat pertukaran informasi di pusat Sekte Atau menjadi tempat pertemuan antara penduduk dan pengusaha.


Angus beberapa kali pergi ke kota Basaka dengan Darsapati untuk menyelesaikan kepentingan masing-masing. Tapi, Darsapati tidak segan-segan untuk mengenalkannya dengan keluarga kerajaan. Bahkan raja itu sendiri.


Itulah kenapa Angus mengetahui identitas seluruh keluarga kerajaan termasuk Putri Jasmine. Bahkan Anggota kerajaan pernah singgah kepenginapannya saat berkunjung ke Istana Singa Emas yang kini sudah di ambil alih oleh serikat Oldenbar itu.


Segala sesuatunya berjalan sangat baik, sampai serikat Oldenbar datang. Serikat ini memiliki dana yang sangat besar. Dalam sekejap mata, Oldenbar sudah menguasai roda bisnis serta perekonomian kota Basaka.


Dan tidak perlu menunggu lama, sebelum Serikat dagang itu merambah dan menguasai kota lainnya.


Namun, gerakan Oldenbar tertahan saat memasuki Pusat kota Sekte Singa Emas ini. Darsapati tidak memberi mereka izin. Dan tetap mempertahankan pengusaha-pengusaha yang ada di sini.


Namun, sesuatu terjadi. Tiba-tiba sebuah kabar mengejutkan mengguncang kota Basaka. Raja Aditya dan keluarganya di bantai oleh beberapa pendekar. Yang lebih mengejutkan lagi, Sekte Singa Emas dituduh sebagai otak dari pembunuhan tersebut.


Namun, mengingat Sekte Singa Emas adalah sekte terkuat di Daratan ini, kerajaan tidak mau gegabah untuk melakukan tindakan.


Tak lama perseteruan kecil mulai muncul antara sekte Singa Emas dan Serikat Oldenbar. Seiring berjalannya waktu perseteruan itu sepertinya tidak lagi berfokus pada niat awal Oldenbar yang hanya berniat membantu menyelediki siapa dalang dibalik pembunuhan Raja Aditya dan keluarganya.


Tetapi, Oldenbar terlihat lebih termotivasi untuk mengambil alih pusat Sekte Singa Emas ini. Dengan kekuatan informasi yang dimiliki Oldenbar, tersebarlah bernagai macam berita yang tidak mengenakkan tentang Sekte Singa Emas.


Akhirnya Sekte Singa Emas kehilangan kepercayaan penduduk Kota Basaka dan langsung di cap sebagai sekte pembunuh sang Raja. Padahal, sampai saat ini, hal tersebut tidak pernah terbukti.


Terjadi pertempuran beberapa kali di antara dua kubu. Namun, karena banyak membuat jatuh korban jiwa dari penduduk, sekte Singa Emas di jadikan kambing hitam dan di salahkan karena hal itu.


Darsapati memilih menarik diri dari Kota Basaka. Dan hanya memusatkan diri untuk mengembangkan Sekte Singa Emas.


Oldenbar tidak puas dengan itu, karena sudah terlanjur memiliki tujuan berbeda. Suatu Hari tiba-tiba seluruh kekuatan Oldenbar dan pihak kerajaan sudah mengepung pegunungan ini.


Namun, demi keselamatan setiap nyawa penduduk yang ada di sini, Darsapati lebih memilih mengalah dan pergi dengan hanya pengikut setianya meninggalkan pengunungan itu.


Namun, Oldenbar membuat berita bahwa Darsapati kabur dan menghilang kehutan bersama seluruh kekayaan Sekte Singa Emas.


Oldenbar mengambil alih pegunungan dengan dalih mempertahankan kestabilan perekonomian pusat kota Sekte Singa Emas.


Hal tersebut membuat banyak warga kecewa dengan ketua Sekte Singa Emas dan membencinya. Akhirnya mereka mengakui bahwa Oldenbar lah yang benar dan Sekte Singa Emas adalah pihak yang salah.


Semudah itu Serikat Oldenbar mengambil alih seluruh sekte terbesar di Daratan Timur ini.


Waktu kembali bergulir dan tidak seperti bagaimana cara Darsapati memimpin, Baru beberapa bulan di sini, Oldenbar langsung memonopoli semua perdagangan disini.


Banyak usaha yang diambil alih serikat Oldenbar termasuk penginapan dan restoran milik Angus. Hal itu membuat seluruh pengusaha yang membela Oldenbar langsung merasa menyesal.


Tidak hanya sampai di situ saja. Seluruh penduduk dipaksa bekerja dengan upah yang sangat kecil. Semua anggota Oldenbar juga bertingkah layaknya mereka lah penguasa mutlak pegunungan ini dan mengabaikan semua hukum kerajaan Swarna serta memandang rendah semua orang.


Mereka secara bebas membuat misi dan memberikan pada siapa saja yang mampu menyelesaikannya. Tidak penting itu pendekar ataupun petualang dari mana saja.


Kehidupan di pusat sekte sebenarnya hanya terlihat tenang dipermukaan tapi keadaan sebenarnya sangat suram dan memperhatikan.


Terkait Putri Jasmine, Angus benar-benar menemukan Putri Itu di depan restorannya dua hari setelah Darsapati pergi.


Sampai sekarang, Angus sama sekali tidak mengetahui bagaimana sang putri dalam keadaan terluka itu, sampai di sana, malam itu.


Angus tidak bisa meninggalkan penginapan untuk mencari Darsapati dan meninggalkan putri Jasmine sendiri.


Dia juga tidak bisa memberi tahu orang lain prihal putri Jasmine yang dalam keadaan seperti itu.


Angus benar-benar tidak tau harus melakukan apa selain mencoba merawat luka putri itu sendiri.


Angus sudah mencoba memberikan berbagai macam obat untuk mengobati lukanya. Namun, hanya beberapa luka kecil saja yang sembuh tapi luka sayatan yang lebar, semakin hari semakin parah.


Keadaan itu berlangsung hingga hampir satu tahun lamanya sampai akhirnya Arya dan tiga pelayannya muncul dan mulai merawatnya.


Saat Angus menyelesaikan penjelasannya, mereka semua terdiam. Memang semuanya sudab tau bahwa Oldenbar sangat licik. Pengakuan Angus Ini, juga sangat sesuai dengan apa yang Darsapati coba jelaskan lada mereka di Ngarai tempat Sekte Singa Emas kini berada.


"Tuan Angus. Jika aku memintamu untuk menemui seseorang, apakah kau bersedia?"


Angus langsung mengangguk. "Tentu saja!" jawabnya cepat. "Master hanya perlu mengatakan dimana aku harus menemuinya."


"Aku ingin kau menemui Kakek Darsapati dan menyampaikan pesan dari kami!"


Mata Angus melebar. Kini dia baru mengetahui ternyata empat orang ini adalah orang yang mengenal dan mengetahui keberadaan Darsapati. Ketua Sekte Singa Emas.


"Baik, aku akan menemuinya!"