
Keempatnya berasal dari daerah yang sudah maju, baik dari sisi ilmu pengetahuan dan ilmu beladiri. Mereka semua tau berbagai jenis tubuh yang unik.
Ciel dan Luna adalah segelintir dari sedikit manusia yang memiliki kondisi unik pada tubuh mereka.
Sementara Bai Fan dan Bai Hua, adalah keluarga yang memegang Rahasia kekaisaran Yang tentang sejarah kekuatan jenis-jenis tubuh manusia.
Akan tetapi, tidak ada satupun dari mereka yang pernah mengetahui atau bahkan cuma mendengar jenis tubuh itu.
"Bukan Wada. Tapi, Matra?" Tanya Bai Fan sekali lagi.
Arya mengangguk. "Ya, aku tau kakek Bai sebelumnya mencurigaiku sebagai pemilik tubuh Wada atau Spasial, Bukan? Dan memang, aku bukan pemilik tubuh jenis itu"
Bai Fan mengangguk mengerti. Bagaimanapun, dia memang tidak menemukan ciri-ciri khusus pada tubuh Arya yang bisa dia jadikan bukti bahwa tubuh Arya adalah tubuh Spasial.
"Tapi, aku mengenal satu orang yang memiliki tubuh itu" celetuk Arya.
"SIAPA?!"
Keempatnya langsung bertanya serempak. Tubuh Spasial adalah tubuh terkuat. Hampir semua pendekar di tiga Benua besar mengetahui hal itu. Menyadari ada seseorang yang mengenal orang lain yang memiliki tubuh seperti itu, tentu saja itu sangat mengejutkan semuanya.
Arya juga sedikit terkejut dengan reaksi keempatnya. "Bukankah sebelumnya, aku pernah mengatakan bahwa Adikku sangat Kuat?"
Mendengar itu, seketika mata keempatnya terbelalak. Mereka tidak menyangka orang yang dimaksud Arya sebagai pemilik tubuh terkuat itu adalah adiknya.
"Kau cuma mengatakan bahwa dia mungkin akan lebih kuat darimu. Kau tidak mengatakan bahwa adikmu pemilik tubuh seperti itu!"
Protes Ciel tersebut, menerima anggukan setuju dari tiga lainnya. Seharusnya Arya menceritakan lebih dari sekedar mangatakan adiknya kuat dan bisa menghancurkan sebuah Daratan. Meski benar, tetap saja itu terdengar seperti lelucon sebelumnya. Namun, sekarang itu jadi sangat masuk akal.
"Seharusnya, jika kalian memang sudah mengetahui tentang tubuh Spasial, kalian sudah menyadari saat aku mengatakan bahwa, adikku memiliki tenaga dalam, dalam jumlah tak terbatas." ucap Arya membela diri.
Setelah mendengar penjelasan Arya tersebut, Mereka langsung kehabisan kata-kata. Keempatnya tidak menyangka hari ini akan mendapat informasi seperti ini. Tentu saja tidak ada diantara mereka yang siap mendengarnya.
Belum sempat mereka mencerna tentang jenis tubuh Arya, kini keterkejutan mereka ditambah oleh hal lainnya. Siapa yang mengira bahwa pemuda yang berbahaya ini juga memiliki seorang adik yang sangat berbahaya pula.
Mengingat bagaimana Arya mengatakan bahwa adiknya memiliki tubuh dengan tenaga dalam yang tak terbatas, itu menjelaskan bahwa kekuatannya telah bangkit.
Pemilik tubuh Spasial yang berhasil membuka titik cakranya tanpa ikut hancur dalam ledakan tenaga dalam yang sangat besar dari tubuhnya itu, sudah dipastikan akan menjadi salah satu legenda besar di dunia kependekaran, atau Dunia Ksatria di Benua Barat juga dunia kultivator di Benua Timur.
Jelas sudah bagi keempatnya saat Arya mengatakan pada Ki Jabara dan Sekar untuk tidak lagi memikirkan kota Basaka. Tentu saja berlindung di bawah seorang pendekar pemilik tubuh Spasial akan lebih terjamin.
Tidak pernah ada satupun catatan sejarah yang mengatakan, seorang legenda pemilik tubuh Spasial tunduk pada hukum negara atau kerajaan manapun.
Yang ada, sejarah hanya mengetahui jika seorang pendekar pemilik tubuh Spasial menginginkannya, jangankan untuk menguasai, mereka akan dengan mudah menghancurkan sebuah negara jika sudah sampai pada level kekuatan tertingginya.
Dalam satu masa, sejarah juga mencatat bahwa, tidak pernah lebih dari sepuluh manusia yang memiliki tubuh Spasial dan bertahan hidup. Tidak hanya Daratan ini atau kerajaan Swarna saja. Ini jauh lebih besar dari itu, saat kemunculannya nanti, keberadaan Adiknya itu pasti akan mengguncang Dunia.
"Sungguh dua Saudara yang sangat mengerikan!" Gumam Bai Fan.
Tiga yang lainnya ikut mengangguk pelan meski secara tak sadar. Tidak ada lagi reaksi yang bisa mereka berikan selain menyetujui kata-kata Bai Fan itu.
Terlepas dari tubuh Spasial yang memang sangat kuat. Tubuh Matra milik Arya juga menyimpan banyak misteri. Sehingga belum ada satupun orang yang bisa mengukur batas kekuatannya.
Bai Fan yang telah menghabiskan hampir seumur hidupnya untuk mempelajari dan ditambah lagi dengan pengetahuan keluarga Bai yang diwariskan secara rahasia dan turun temurun bisa memastikan hal tersebut.
Semua pendekar-pendekar di Tiga Benua Besar di dunia tau. Jika memiliki tubuh Spasial maka mereka akan jadi penguasa. Itu adalah hak mutlak pemilik tubuh itu. Dan itu tidak bisa ditawar lagi. Cepat atau lambat tampuk kekuasaan di Daratan timur ini pasti akan berada dibawah kakinya.
Saking berharganya tubuh Spasial tersebut, banyak orang yang berusaha untuk memilikinya. Hingga untuk mendapatkan tubuh tersebut, muncullah teknik yang memungkinkan seseorang mencuri tubuh itu dari pemilik aslinya. Namun meskipun berhasil, kekuatannya tidak akan pernah sama jika dibandingkan dengan pemilik aslinya.
Ini juga menjelaskan pada Arya kenapa, Darya dari keluarga Tarim, adalah pewaris sesungguhnya dari kerajaan Arbaran.
Sekarang, Mereka tidak berminat lagi untuk memberi nama Kitab yang akan ditulis Arya. Hal yang mereka terima saat ini memusnahkan semangat mereka begitu saja. Meski di tulis sekalipun, siapa yang akan bisa mempelajarinya.
Meski memiliki bakat serta jenius beladiri sekalipun, masih terlalu banyak syarat yang harus dipenuhi bagi seseorang untuk mempelajari kitab yang akan Arya tulis tersebut. Sekarang, mereka berpendapat sebaiknya kitab tersebut tidak ditulis saja. Karena, Hanya akan membuang-buang waktu.
Arya kembali membaca dan membiarkan keempatnya sibuk dengan fikiran mereka masing-masing. Akan tetapi, itu tak berlangsung lama. Karena seseorang datang mengetuk pintu dan membuyarkan lamunan mereka.
Mundara yang baru saja masuk setelah Bai Hua membukakan pintu, merasa sedikit canggung karena melihat ekspresi orang-orang di dalam Vila itu.
"Maaf, jika kehadiranku mengganggu kalian." Ucapnya sungkan.
"Oh tidak apa-apa. Jadi, apa yang membuat anda datang kesini?" tanya Bai Fan.
"Bukankah, anda mengatakan bahwa kami bisa tinggal di sini selama kami mau?!"
Ciel menyangka bahwa kedatangan Mundara adalah untuk memberitahu bahwa masa sewa mereka sudah habis. Dengan banyaknya siling yang diberikan Arya tadi malam, gadis itu masih sedikit kesal dengan Mundara.
"Oh bukan! Bukan itu" Mundara mengangkat dan menghadapkan kedua telapak tangannya pada Ciel.
"Jadi, kenapa sekarang kau sudah kesini?" Tanya Ciel lagi.
Luna menoleh pada adiknya dan memberi tatapan tajam. "Ciel, Jaga sikapmu!"
Ciel langsung memalingkan wajah dari Mundara. Gadis itu tidak berani menjawab kata-kata kakaknya. Kini kembali menatap pada salinan kitab keluarga hasil tulisan Luna, yang sejak tadi dipelajarinya.
"Duduklah, Tuan Mundara. Aku rasa, ada hal penting yang ingin kau sampaikan. Bukankah begitu?"
Mendapat tawaran dari Bai Fan tersebut, Mundara langsung meletakkan bokongnya di salah satu kursi yang ada di ruang tamu itu.
"Begini. Jika kalian tidak mendaftar pada serikat petualang hari ini, maka kalian tidak akan bisa ikut masuk kedalam."
Kata-kata Mundara sontak menarik perhatian semua orang.
"Maksudmu?"
Mundara sedikit heran dengan reaksi orang-orang di depannya.
"Bukankah niat kalian datang ke kota ini, untuk berpartisipasi bersama petualang lainnya untuk memasuki reruntuhan kuno itu!?"
Sama halnya dengan Mundara yang menanyakan itu dengan wajah keheranan, kelima orang tersebut juga memasang wajah yang tak jauh berbeda.
"Runtuhan Kuno?!"
Mundara mengangguk. "Bukankah, begitu?"