
Sejak kedatangannya ke kota Basaka, begitu banyak perubahan yang dilihat Bai Fan di kota itu.
Memang sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa Sekte Singa Emas bukan lagi Sekte pelindung kota itu. Hanya saja Sekte yang sekarang melindungi kota tersebut terlihat bukan dari Sekte yang memiliki latar belakang yang baik.
Prajurit-prajurit yang berkeliling kota terlihat sangat arogan. Bahkan seolah terkesan mengintimidasi penduduk kota.
Meski dijamu cukup baik di istana, Bai Fan sama sekali tidak merasa tenang. Seolah ada sesuatu yang asing yang sulit untuk bisa dijelaskan.
Darmuraji terlihat sangat sibuk mengurus entah apa hingga harus menunda untuk bertemu dengannya untuk membahas hal yang di temukan di kota Arsa. Barulah seminggu sejak kedatangan Bai Fan di sana, Darmuraji menemuinya.
Karena situasi sangat jauh berbeda dengan apa yang diharapkannya, Bai Fan urung memberitahu bahwa dia berhasil menemukan Bahuraksa.
Setidaknya Bai Fan harus memastikan terlebih dahulu siapa orang-orang yang tampak mencurigakan yang kini berada di sekitar kakak kandung Maharaja kerajaan Swarna ini.
Seperti kejadian seminggu yang lalu saja. Saat itu, Bai Fan sedang menemui Darmuraji di salah satu bangunan yang sering digunakan Darmuraji untuk bertemu dengan tamu pribadinya di istana Basaka. Saat itu seseorang lainnya juga datang kesana.
"Drey! Bisa kau jelaskan kenapa tiba-tiba Oldenbar menarik semua pesanan senjata kerajaan?"
Saat Bai Fan perhatikan dengan seksama siapa anggota Oldenbar yang baru saja tiba ini, menurutnya orang itu bukan petinggi biasa. Mengingat dia memiliki Akses bertemu dengan sang Raja.
Darmuraji memerintahkan semua orang yang ada di sana untuk keluar, Namun, dia menahan Bai Fan agar tetap berada di sana.
Drey sedikit melirik pada Bai Fan sebelum akhirnya berbicara. "Yang Mulia. Bisakah kita hanya berbicara berdua saja?."
"Tetua Bai ini, bukan penduduk Swarna. Dia di sini. Karena urusan lain yang tidak ada hubungannya dengan kerajaan. Tidak masalah jika kau menceritakannya pada kami."
Meski sedikit ragu, namun Drey tetap menyampaikan informasi itu pada Darmuraji yang kini bertindak sebagai Raja sementara, menggantikan Aditya.
"Yang Mulia, beberapa waktu yang lalu, seseorang telah muncul dan memesan semua persenjataan yang mampu di produksi oleh serikat. Bahkan orang itu telah membayar lebih dari separuh di muka untuk semua pesanannya itu."
Dahi Darmuraji langsung berkerut. "Seseorang katamu?!"
"Ya, Yang Mulia. Pemimpin kami, Edward memanggilnya sebagai Master... Master Arya."
"Arya?!" Darmuraji semakin penasaran. "Siapa dia?"
"Jujur saja yang Mulia, mungkin pemimpin juga tidak mengetahui siapa dia, selain fakta bahwa dia memiliki ilmu pengobatan tingkat tinggi."
"Bagaimana bisa begitu? Apakah Edward tidak memperdulikan dengan siapa dia berurusan?"
"Soal itu... " Drey tampak berfikir, menimbang sesuatu. "Sepertinya Pemimpin kami berhutang budi padanya. Orang itu berhasil menyembuhkan pemimpin dari racun yang ternyata selama ini telah berada didalam tubuhnya. Terlebih lagi, setelah itu aku merasakan kekuatan pemimpin meningkat. Setidaknya, jika di samakan dengan kekuatan pendekar di daratan ini, dia sudah berada pada level pendekar suci tingkat empat!"
Mata Darmuraji dan Bai Fan melebar. Pendekar suci tingkat empat bukanlah pendekar biasa. Level tersebut bisa dikatakan sangat tinggi. Jika benar apa yang dikatakan oleh Drey, maka bisa di katakan bahwa Edward sekarang adalah salah satu pendekar terkuat di Daratan timur.
Di tambah dengan sumber daya yang melimpah dan persenjataan yang di milikinya, Edward sekarang pasti lebih kuat daripada Darmuraji sendiri. Dengan kata lain, Oldenbar sudah di atas pihak kerajaan dalam ukuran kekuatan.
"Drey! Apakah Edward merencanakan sesuatu dan berniat melawan pihak kerajaan?!" Tanya Darmuraji, dengan nada sedikit menuduh.
"Soal itu aku rasa tidak. Tapi, jika memang benar begitu, itu bukan karena Pemimpin yang ingin melawan kerajaan melainkan orang tersebut."
"Rantoba, Apakah kau pernah mendengar tentang orang ini?"
Sesaat setelah Darmuraji bertanya yang membuat baik Drey ataupun Bai Fan keheranan karna menyebut nama yang tidak ada di sana. Namun, saat itu juga Seseorang dengan pakaian serba hitam, muncul entah dari mana dan kini sudah berada di belakang Darmuraji.
"Aku juga belum pernah mendengar nama orang itu sebelumnya."
'Teknik Ilusi' Batin Bai Fan.
Meski begitu, tetap saja hal tersebut membuat Drey dan Bai Fan terkejut. Ternyata, selama ini ada seorang pendekar suci bersembunyi di balik bayangan Darmuraji. Dan bukan saja hanya bersembunyi, pendekar itu pasti bertindak sebagai pelindung Darmuraji.
Darmuraji kembali menatap Drey tajam. "Oldenbar sudah terkenal dengan kelicikannya. Aku tidak tau apa yang kalian rencanakan. Tapi, aku tidak akan membiarkan kalian melakukan apapun di Daratan ini, jangan berfikir kami tidak memiliki persiapan apapun!" Ancam Darmuraji pada Drey.
Mata Drey melebar. Seolah peringatan Darmuraji padanya itu, tertuju pada seluruh serikat Oldenbar yang ada di Daratan Timur ini.
Petinggi Oldenbar tersebut melihat pada Rantoba sebentar lalu kembali pada Darmuraji. "Yang Mulia. Jujur saja, aku datang kali ini bukan mewakili Oldenbar. Tapi aku punya maksud lain."
Melihat kekuatan Rantoba yang tak dapat diukurnya, meski dalam keadaan terancam, saat itu Drey langsung memikirkan sebuah rencana.
"Apa maksudmu?"
"Begini Yang Mulia. Aku tidak tau rencana Edward kedepan seperti apa. Tapi, aku rasa apapun yang diinginkan oleh orang yang dia panggil sebagai Master Arya ini, Edward akan melakukannya. Termasuk menyerang kerajaan sekalipun. Sepertinya Yang Mulia ketahui. Kami, serikat Oldenbar berpihak pada sesuatu yang menguntungkan. Dan master Arya ini, sepertinya memiliki kekuatan serta kekayaan melebihi siapapun di daratan ini, termasuk Yang Mulia sendiri."
Rantoba melepas Aura pembunuh yang sangat pekat. Hal tersebut membuat semua orang di sana tiba-tiba merasa kesulitan untuk bernafas. Termasuk Bai Fan.
"Kalian fikir, bisa menghadapi kami? Kalian bisa mencobanya kalau berani!"
"Maaf, Tuan Rantoba ... Bukan itu, maksudku ... "
Drey menjawab dengan kesulitan. Aura pembunuh yang di lepas Rantoba sangat pekat. Menandakan bahwa dia memiliki level kependekaran yang sangat tinggi. Mungkin sama dengan level Edward saat ini.
"Rantoba. Biarkan dia melanjutkan!"
Rantoba langsung menarik Auranya setelah Darmuraji memerintahkan.
"Yang Mulia. Aku juga mencurigai pemuda itu. Aku fikir, dia benar-benar berniat menyerang Basaka. Saat aku berangkat kesini, Seluruh senjata yang dia pesan, masih berada di pusat Oldenbar. Bukan tidak mungkin, dengan memanfaatkan hubungannya dengan Edward, dia dan Oldenbar akan menghancurkan Basaka."
Mata Darmuraji melebar, bukan karena prasangka Drey pada orang itu. Tapi, Drey dengan sangat jelas mengatakan bahwa Master yang memiliki hubungan dekat drngan Edward itu adalah seorang pemuda.
"Pemuda kau katamu?!"
Drey mengangguk. "Yang Mulia mungkin tidak percaya. Tapi, menurutku pemuda itu belum genap berusia dua puluh tahun!"
Darmuraji dan Rantoba langsung berfikir, jika orang itu begitu mudanya, tentu saja dia tidak hanya sendiri. Pasti ada sesuatu di belakangnya.
Akan tetapi, belum sempat Darumaraji mengatakan sesuatu. Drey kembali berbicara.
"Hal lain yang aku lihat. Pemuda tersebut dikawal oleh tiga pendekar wanita. Anehnya, ketiganya adalah orang asing dan pemuda itu, juga memakai pakaian yang biasa di pakai oleh bangsawan Benua Barat."
Informasi tambahan yang di katakan Drey ini semakin membuat Darmuraji dan Rantoba tidak habis fikir. Seolah Drey baru saja mengatakan bahwa orang-orang itu, bukanlah penduduk asli Daratan ini.
"Yang Mulia Apapun itu, bisa kita fikirkan nanti. Tapi, yang mengganjal fikiranku adalah, orang ini!" Rantoba menunjuk tajam ke arah Drey.
"Kau, apa tujuanmu mengatakan itu semua pada kami? Sepertinya kau memiliki masalah dengan pemimpinmu sendiri."
Meski sempat terkejut dengan kata-kata Rantoba yang menjurus padanya, Drey mengangguk. "Ya. Aku memiliki masalah... Aku ingin mengambil alih Oldenbar yang ada di Daratan ini, dari Edward. Dan aku membutuhkan bantuan kalian!"
Darmuraji dan Rantoba saling menatap sebelum akhirnya kembali menoleh pada Drey.
"Jelaskan!" Perinta Darmuraji.
"Begini Yang Mulia... "
Saat Drey mejelaskan serta membahasa banyak masalah dengan Darmuraji dan Rantoba, Bai Fan di sana hanya duduk seperti tak peduli. Namun, siapa yang menyangka bahwa Bai Fan sebenarnya adalah salah satu otak dari apa yang membuat gejolak di Basaka ini.
Hanya saja, dia tidak menyangka bahwa Arya dan yang lainnya melakukan itu jauh di atas apa yang telah mereka rencanakan. Informasi yang di katakan oleh Drey ini, sebenarnya sangat penting. Terlebih bagi Arya dan yang lainnya.
'Mereka benar-benar melakukannya. Sekarang, Riak yang mereka sebabkan, telah sampai di sini.' Batin Bai Fan.