
Di Buritan kapal dia duduk di kursinya dan memandang luasnya Angkasa, tetap dengan ditemani Teh Herbal dan sebuah Kitab.
Dia menikmati momen seperti ini, meski kitab yang dibacanya berisi hal yang sudah diketahuinya dia tetap membacanya agar dia pun dapat membuat ingatannya tetap terjaga.
Kitab demi kitab dibaca oleh Long Tian di buritan kapal itu, para prajurit yang melihat Long Tian hanya tersenyum dengan kegigihan Long Tian yang merupakan eksistensi terkuat di semua semesta tetap haus akan ilmu pengetahuan.
Beberapa Jam telah berlalu dan hari pun sudah mulai memasuki malam, Long Tian masih duduk di tempat yang sama melihat keindahan angkasa di waktu malam yang menurut nya sangat indah dan menenangkan.
Dia mengetahui bahwa Kapal perang milik Jenderal Long Pang sudah kembali ke Kapal Dunia Naga.
"Hormat kepada Penguasa" ucap Jenderal Long Pang dan Long Yu yang mendatanginya.
"Duduklah dan ceritakanlah kepadaku semua yang terjadi" ucap Long Tian dengan sangat santai dan menuang Teh untuk Jenderal Long Pang dan Long Yu.
Mungkin hanya dia Penguasa yang selalu menuangkan Teh untuk semua bawahannya jika mereka duduk satu meja.
"Penguasa, kami sudah bertemu dengan pemimpin Iblis Putih dan sesuai laporan dari mata mata bahwa benar disana selalu terjadi peperangan antara iblis darah dengan iblis Putih….
Iblis Putih menginginkan perdamaian dan juga ingin hidup berdampingan dengan Manusia karena ternyata istri raja iblis Putih adalah Manusia, dan di Benua Putih juga banyak manusia, mereka hidup berdampingan dan tidak ada permasalahan besar terjadi" Jenderal Long Pang menjelaskan.
" Apakah mereka memerlukan uluran tangan kita" ucap Long Tian.
" Penguasa Raja Iblis Putih bahkan berani bersumpah darah atau berkontrak jiwa dengan Penguasa" ucap Long Yu.
" Besok pagi kita kesana, jika dia benar mau berkontrak jiwa maka kita akan membantunya dan cukup Jenderal Long Pang yang memimpin pasukan perang, untuk Paman Yu silahkan kembali ke Dunia Naga dan mengurus Dunia Naga" ucap Long Tian dengan santai.
" Baik Penguasa" ucap mereka berdua dan langsung berpamitan.
Waktu berjalan dan pagi hari pun datang.
Long tian melangkah keluar kamar nya dan di sambut oleh Jenderal Long Pang.
Mereka kemudian menaiki kapal kerajaan dan melesatkan kapal ke dunia darah tepatnya ke Benua Putih.
Di benua Putih kapal kerajaan langsung berhenti di halaman istana benua Putih dan disambut oleh Raja Iblis Putih beserta para pejabatnya.
Long Tian diminta untuk mengikuti mereka ke Aula utama Istana Iblis Putih dengan sangat hormat dan sopan.
Long Tian sepanjang perjalanan bahwa ras iblis putih dan manusia hidup harmonis bahkan banyak pejabat disana yang merupakan murni manusia bukan setengah manusia dan setengah iblis.
Di Aula Istana kerajaan iblis putih.
Tampak raja iblis tidak duduk di singgasana nya melainkan duduk di kursi sejajar dengan Long Tian dan yang lainnya.
"Perkenalkan nama saya adalah Ni Giu, saya adalah raja iblis Putih ini" Ucap Ni Giu memperkenalkan dirinya kepada Long Tian.
"Raja Ni Giu, saya Long Tian, mungkin Raja sudah mendengar tentang saya dari Jenderal Long Pang" ucap Long Tian dengan ramah.
"Hormat kepada Dewa Naga Emas Long Tian, kami sudah mendengar kebesaran nama anda sejak hilangnya dunia kegelapan" Ucap Ni Giu sambil berlutut dan di ikuti oleh semua bawahannya ikut berlutut di depan Long Tian.
"Raja Bangunlah, dan duduklah kembali,...... Alasan saya datang kesini pasti raja sudah mengetahui nya." Ucap Long Tian dan ramah.
" Mohon terima kami jadi bawahan Dewa Naga Emas" ucap mereka kompak dengan masih posisi berlutut dan melepas pertahanan jiwa mereka.
"Kami ingin hidup tenang dan nyaman dengan semua manusia dan kami juga sudah tidak ingin ada peperangan yang selalu memakan korban jiwa dari para saudara kami" ucap Ni Giu yang masih berlutut dengan sangat sopan kepada Long Tian.
Long Tian kemudian memberikan kontrak jiwa kepada Ni Giu dan semua bawahannya yang ada di ruangan itu yang masih berlutut kepadanya.
"Hormat kami kepada Penguasa" ucap mereka semua sambil memberi sujud tiga kali kepada Long Tian.
"Bangun dan duduklah" ucap Long Tian dengan berwibawa.
Ni Giu dan semua pejabatnya pun duduk kembali.
Para pelayan menyajikan hidangan untuk mereka semua dan para pelayan itu adalah para iblis setengah manusia.
"Ni Giu, harapanku kalian bisa membangun Dunia darah ini dengan maksimal dan aku harap keharmonisan antara manusia dan iblis tetap kalian jaga" Ucap Long Tian.
"Baik Penguasa, hamba akan selalu menjaga keharmonisan ini, dan sikap persaudaraan kami" ucap Ni Giu.
"Jenderal Long Pang, panggil 1000 kapal perang untuk segera terbang di atas benua Putih ini" ucap Long dengan tenang dan berwibawa.
"Baik Penguasa" Ucap Jenderal Long Pang dan langsung menggunakan Giok Komunikasi memerintahkan 1000 kapal perang untuk terbang melayang di atas benua Putih.
Tidak lama kemudian terdengar genderang perang yang sangat kencang dan bersahut sahutan.
Seorang prajurit memasuki aula istana dan kemudian berlutut dan memberikan laporan bahwa banyak kapal perang angkasa di atas benua Putih dengan membawa Panji panji kerajaan Naga Emas.
Ni Giu menjelaskan bahwa itu adalah bala bantuan untuk mereka dan meminta agar disampaikan ke semua penduduk benua Putih.
"Penguasa 1000 kapal perang sudah berada di atas kita, mohon petunjuk Penguasa" ucap Jenderal Long Pang.
"Pimpin mereka dan sisir mulai pantai benua Putih sampai ujung benua iblis darah, hapus semua keberadaan iblis darah" ucap Long Tian dengan tegas dan berwibawa.
" Baik Penguasa" ucap Jenderal Long Pang dan langsung berpamitan dan meninggalkan Aula utama Istana Iblis Putih.
" Temani saya berkeliling Benua Putih ini" Ucap Long Tian sambil berdiri dan melangkah keluar.
Ni Giu mendampingi Long Tian dan mereka berkeliling di istana dan ibukota benua Putih.
Long Tian memilih berjalan kaki karena dengan begitu dia bisa mengetahui kondisi benua Putih ini.
Di ibukota dia melihat keharmonisan antara manusia dan iblis dan banyak iblis setengah manusia.
Dia sangat senang akan hal ini karena hal ini adalah hal baik.
Akan tetapi dia melihat dampak perang yang berlangsung lama ini berdampak kepada ekonomi penduduk Benua Putih.
Banyak rakyat miskin dan pengemis disana dan banyak juga bangunan yang mulai rusak serta rumah rumah yang nyaris rubuh.
Long Tian yang melihat ini hanya bisa menarik nafas panjang dan berpikir untuk membantu mereka semua.
Long Tian kemudian kembali ke istana benua Putih karena menurutnya jika ibukota saja sudah seperti ini maka di kota kota lain dan di desa desa akan lebih parah.
Dia merasakan kesedihan mendalam dari masyarakat yang ada di benua Putih akibat peperangan akan tetapi yang membuat dia senang meski mereka hidup dalam kesedihan dan kesusahan mereka tetap damai dan bisa hidup harmonis.