
Bersamaan dengan itu seratus kuda milik pasukan pembunuh tiba di luar pintu gerbang rumah itu dan terlihat jika para penduduk yang berjaga di pintu gerbang desa mengejarnya.
"Aku yang memanggil kuda kuda itu jadi kalian semua bisa kembali ke gebang desa" ucap Long Tian dengan ramah namun menggunakan kekuatan semesta sehingga terdengar oleh semuanya termasuk para penduduk desa yang baru sampai di luar pintu gerbang rumah itu.
"Apakah masih kurang kudanya, jika masih aku akan memanggil lebih banyak kuda liar di hutan atau jika kalian mau aku akan memanggil harimau dan singa untuk kita tunggangi" ucap Long Tian kembali berbicara ke Pangeran Hinjo dan Jenderal Po.
"Tuan muda Tian, seratus kuda itu sudah cukup, pasukan saya bisa menggunakan kuda milik keluarganya yang ada di desa ini" ucap Jenderal Po dengan hormat sambil tersenyum hangat ke Long Tian.
"Tuan muda Tian apakah anda pernah menunggangi harimau dan singa" ucap Pangeran Hinjo dengan penuh rasa ingin tahu.
Long Tian tidak menjawabnya melainkan hanya tersenyum dan memanggil seratus harimau dan seratus singa yang ada di hutan sekitarnya untuk datang ke rumah itu.
"Tunggulah sebentar saja, kendaraan untuk kita akan datang dan sekaligus untuk memudahkan perjalanan kita" ucap Long Tian bersandar di kursinya dan bersantai.
Sepuluh menit berlalu dan kehebohan terjadi di desa itu, semua penduduk desa terlihat panik dan berlarian bahkan banyak yang bersembunyi di halaman rumah tempat Long Tian berada.
Seratus harimau dan seratus singa dengan tinggi dua meter terlihat berbaris dengan rapi di luar rumah itu dan tampak jika kuda kuda yang ada di sana tidak terlihat ketakutan sama sekali.
"Ini juga aku yang memanggilnya jadi kalian semua penduduk desa jangan khawatir, semua harimau dan singa itu tidak akan menyerang kalian selama kalian tidak memiliki niat jahat kepada ku" ucap Long Tian dengan menggunakan kekuatan semesta yang terdengar oleh semua penduduk desa dan kemudian dia berdiri berjalan mendekati singa singa yang berbaris rapi menutupi jalanan utama desa itu persis di depan rumah besar tempatnya berada.
"Kalian berdua kesinilah" ucap Long Tian dengan ramah kepada Pangeran Hinjo dan juga Jenderal Po sambil kemudian meminta singa terbesar yang ada di depannya untuk berlutut agar dia mudah menaiki nya.
Keduanya langsung berdiri dan melangkah menuju Long Tian sedangkan Long Tian sudah duduk menunggangi singa tersebut yang sudah kembali berdiri.
"Pilihlah kendaraan kalian semua, singa dan harimau ini tidak akan ada yang menyerang kalian bahkan akan menolong kalian jika ada sampai yang berbuat jahat kepada kalian" ucap Long Tian sambil menepuk nepuk leher singa itu.
'kalian berdua pilihlah mau kuda, singa atau harimau karena lebih baik kita segera berangkat saja tidak perlu menunggu siang bukankah kalian semua sudah sehat semuanya" ucap Long Tian dengan ramah kepada Pangeran Hinjo dan juga Jenderal Po serta ke para prajurit lainnya.
Pangeran Hinjo kemudian mendekati singa di samping kanan Long Tian dan berusaha menaikinya.
"Minta singa itu berlutut, berbicaralah dengan ramah melalui telepati, maka kalian bisa mengarahkan singa dan harimau ini" ucap Long Tian ke Pangeran Hinjo namun terdengar juga oleh yang lainnya.
"Kalian sudah mendengarnya, dan mulai sekarang perintah Tuan muda Tian sama seperti perintah ku, ayo semuanya kita lanjutkan perjalanan kita yang sudah tertunda ini" ucap pangeran Hinjo dengan sangat mendominasi ke semua bawahannya yang nampaknya masih terpesona dengan singa dan harimau harimau yang terlihat jinak itu.
Jenderal Po juga memilih menaiki singa demikian juga dengan semua jenderal di bawahnya dan para komandan prajurit juga memilih singa sedangkan yang lainnya menggunakan kuda dan harimau sebagai tunggangan mereka.
Rombongan besar itu terdiri dari empat ratus tiga orang dan kini mulai bergerak keluar dari desa itu.
"Tunggu sebentar aku hampir saja lupa, siapa Kepala desa ini" ucap Long Tian sambil berhenti tepat di gebang desa.
"Tuan muda saya kepala desa ini" ucap seorang pria sepuh yang sebelumnya sempat Long Tian lihat di pintu gerbang desa itu.
"Kepala desa ada berapa orang di desamu ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil meminta singa yang ditungganginya untuk berlutut lalu dia turun dari punggung singa tersebut.
"Tuan muda, semuanya ada seribu dua ratus orang termasuk dengan anak anak" ucap kepala desa itu dengan hormat tanpa menutupi apapun ke Long Tian karena sebelumnya Long Tian sudah membantu mereka mengatasi pasukan pembunuh.
Sementara itu pangeran Hinjo dan Jenderal Po serta para prajurit lainnya tetap di atas tunggangan mereka sendiri.
"Baiklah jika demikian, aku akan membuat kubah perlindungan untuk desa mu ini dan bagikan isi cincin dimensi ini secara merata dan juga simpanlah pil penyembuh tingkat dewa yang ada didalamnya untuk digunakan jika ada warga desa yang membutuhkan suatu hari nanti" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi satu juta dua ratus ribu keping koin emas dan seribu butir pil penyembuh tingkat dewa lalu menunjuk ke atas dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya ke langit lalu menyebar dan membentuk sebuah kubah perlindungan dengan radius sepuluh kilometer dari pusat desa itu.
"Tuan muda anda sungguh dermawan, saya akan memastikan semuanya mendapatkan seribu keping koin emas dan saya juga akan memastikan agar pil penyembuh tingkat dewa ini digunakan dengan baik sesuai kebutuhannya" ucap Kepala desa itu dengan sangat hormat sambil membungkukkan badannya untuk menghormati Long Tian.
Long Tian hanya tersenyum saja dan kembali naik ke punggung singa yang masih berlutut itu.
"Baiklah mari kita lanjutkan perjalanan kita, dan radius sepuluh kilometer dari pusat desa ini sudah aman tidak akan ada seorang penjahat pun yang bisa memasuki kubah perlindungan buatanku, namun kalian bisa keluar masuk dengan bebas" ucap Long Tian dengan ramah sambil mengarahkan singa nya untuk kembali melangkah.
Kepala desa dan semua penduduk desa terlihat membungkukkan badannya melepas kepergian Long Tian dan juga pangeran Hinjo beserta pasukannya itu.
Rombongan Long Tian dan pangeran Hinjo kemudian kemudian mengambil jalan yang berlawanan dengan arah mereka datang dan rombongan ini sangat mendominasi karena seratus singa dan seratus harimau itu dan di ikuti oleh dua ratus kuda.
"Semoga Rombongan pangeran Hinjo dan tuan muda itu selalu di mudahkan perjalanannya dan semoga sang pencipta selalu menjaga mereka semua" ucap kepala desa itu yang terdengar oleh semua penduduk desa yang ada di depan pintu gerbang desa itu mendoakan Rombongan Pangeran Hinjo dan Long Tian.