
"Penguasa malam itu adalah malam dimana kami merayakan malam Bulan Purnama dan di setiap malam Bulan Purnama kami selalu menerbangkan Lampion" jawab Zun Gi.
" Jadi melalui Lampion" ucap Long Tian dalam hatinya.
" Zun Gi, kemana para dewa pengatur Galaksi" Ucap Long Yu yang sudah sangat ingin menanyakan hal ini dari tadi.
" Tuan Long Yu, para dewa pengatur Galaksi tersegel di sebuah dunia buatan milik klan Long, dan jalan kesana hanya bisa melalui poros langit tapi poros langit juga tersegel" ucap Zun Gi.
" Zun Gi dunia terbesar Dunia milik klan Wei itu apa hubungan nya dengan dunia Fu dan dunia lainnya" Tanya Long Tian.
" Penguasa, Dunia Wei adalah satu satunya dunia yang masih utuh sejak era kehancuran ratusan tahun lalu, dan seperti hamba telah ceritakan, mereka mengakui bahwa mereka lah Penguasa semesta ini, adapun dulunya Dunia Dunia kecil termasuk dunia Zun adalah dunia yang besar tetapi banyak mengalami kehancuran akibat era kehancuran……." ucap Zun Gi.
" Penguasa Dunia Wei lah yang selama ini menjadi pusat Pil Pil untuk kultivasi, jadi besar kemungkinan semua mendukung mereka karena Hal ini" Ucap Zun Gi kembali.
" Jadi karena itu mereka semua mudah dimanfaatkan, tapi kenapa malah mereka ingin menjatuhkanmu?" Tanya Long Tian kembali.
" Karena ada Altar Teleportasi ke Dunia pengatur Galaksi di bawah Istana hamba dan adanya di dalam ruang harta istana, akan tetapi ruang harta itu tersegel cakram langit, hamba sendiri tidak dapat membuka segel tersebut, hamba baru ingat bahwa setahun sebelum istri hamba sakit Kaisar Wei pernah mampir kesini dan mengecek segel ruang harta tersebut" ucap Zun Gi.
" Ini adalah titik terang, Zun Gi apakah aku bisa memasuki ruang harta mu" Ucap Long Tian.
" Penguasa, nyawa hamba saja milik anda, dan semesta ini juga milik anda, anda tentu saja bisa memasukinya" ucap Zun Gi dengan sangat ramah dan sopan.
" Antar aku kesana" ucap Long Tian.
" Baik Penguasa" ucap Zun Gi yang langsung berdiri dan mengajak Long Tian dan Long Yu.
Mereka bertiga berjalan memasuki istana dan memasuki ruang harta bawah tanah tersebut sampai tiba di depan ruang harta tersebut mereka melihat cakram langit yang menyegel pintu masuk ruang harta tersebut.
Long Tian tau dia tidak bisa merusak segel ini dengan kekuatan cahaya emas atau kekuatan semesta karena akan merusak istana ini.
"Ada dua cara, cara pertama akan mengakibatkan kehancuran dan cara kedua hal yang tidak di sukai paman Yu" ucap Long Tian.
"Penguasa kali ini pakai cara itu saja untuk kita masuk, kasian Zun Gi jika istana kecil nya ini hancur" ucap Long Yu sambil tertawa lepas.
Zun Gi sendiri hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Long Tian kemudian menggerakkan tangan kanannya ke depan dan turun ke bawah, di depan mereka semua tercipta robekan ruang.
"Ayo masuk" ucap Long Tian sambil berjalan santai memasuki robekan ruang tersebut.
Mereka mengikui Long Tian memasuki robekan ruang dan keluar di dalam ruang Harta Istana milik dari leluhur Zun Gi.
Zun Gi yang seumur usianya baru kali ini memasuki ruang harta tersebut berdiri terpana melihat isi Ruang Harta tersebut.
Tampak koin emas, tael emas dan perhiasan perhiasan membentuk bukit bukit kecil. Dari luar ruang harta tersebut hanya memiliki tinggi 20 meter tapi didalamnya setinggi 100 meter dan gunungan harta itu hampir menyentuh atap ruangan bawah tanah tersebut, ruangan itu juga sangat luas hampir mencapai luas 500 meter persegi.
"Zun Gi kau sangat kaya ternyata, meski istanamu hanya sebesar kediamanku" ucap Long Yu.
"Tuan Yu, ini di luar dugaan ku, jika saja aku bisa memasuki ini dari dulu mungkin Dunia ku dapat berkembang lebih pesat" ucap Zun Gi.
" Zun Gi yang ada dunia mu hancur lebih cepat" ucap long Yu kembali sambil tertawa lepas.
Zun Gi hanya menggaruk kepalanya sambil menyadari jika akan terjadi perang akibat harta warisan ini.
"Zun Gi simpan lah semua harta warisanmu, jika boleh aku ingin kitab kta kuno itu" Ucap Long Tian yang menunjuk jutaan gulungan dan kitab kuno di salah satu pojok ruangan.
"Penguasa ini semua milik anda, dan anda mempunyai hak atas ini, silahkan penguasa mengambil yang anda inginkan" ucap Zun Gi dengan sangat ramah.
Long Tian kemudian berjalan mendekati jutaan gulungan dan kitab kuno tersebut dan kemudian memasukan semua nya ke ruang kerjanya di dunia jiwa.
"Zun Gi Terima kasih, simpanlah semuanya sebelum paman Yu yang menyimpannya" Ucap Long Tian
"Baik Penguasa" ucap Zun Gi yang kemudian menggerakkan tangannya dan memasukan semua harta di sana kedalam cincin dimensinya
"Hai kau pikir hartaku kalah dengan mu?" Ucap Long Yu dengan kesal melihat Zun Gi yang ketakutan ia mengambil milik Zun Gi.
Long Tian hanya bisa tertawa dengan hal ini. Zun Gi sendiri tidak menjawab Long Yu tapi memalingkan wajahnya sambil bersiul pelan.
Setelah Zun Gi mengosongkan ruang harta tersebut mereka kemudian melangkah memasuki satu satunya pintu yang terbuka, karena pintu satunya yang merupakan pintu keluar masih tersegel cakram Langit.
Mereka memasuki satu ruangan yang sangat luas tapi tidak ada harta disana dan hanya ada sebuah altar kuno yang sudah rusak.
"Altar ini sengaja dirusak setelah semuanya menggunakan altar ini dan seperti nya yang merusaknya adalah leluhur Long Xi" ucap Long Tian sambil memegang bekas serangan yang merusak altar tersebut.
"Jadi jika demikian, dewa naga emas dan dewa segel mengorbankan diri mereka untuk melawan Ras iblis darah" ucap Zun Gi
"Sepertinya memang demikian, jadi hanya melalui poros langit kita bisa kesana" ucap long Tian.
" Zun Gi aku akan menyimpan altar ini untuk mempelajarinya" Ucap Long Tian kembali sambil memasukan altar tersebut ke ruang penempaan di Dunia Jiwa nya tanpa menunggu jawaban Zun Gi.
" Penguasa silahkan" ucap Zun Gi yang melihat altar sudah menghilang.
" Sudah tidak ada yang bisa kita dapatkan di ruangan ini jadi sudah waktunya kita keluar" ucap Long Tian sambil tangan kiri memegang pundak Zun Gi dan tangan kanan memegang pundak Long Yu yang langsung berteleportasi ke teras kediaman Zun Gi.
Long Yu dan Zun Gi yang tiba tiba berada di teras kediaman Zun Gi hanya mematung dan tidak menyadari jika Long Tian sudah duduk dan meminum Teh herbal nya.
"Jenderal Long Pang, bagaimana situasinya" ucap Long Tian bertelepati ke Jenderal Long Pang.