
"Tuan muda mari ikuti saya, anak saya ada di kamarnya" ucap kepala desa itu dengan sopan dan melangkah memasuki rumahnya di ikuti oleh Long Tian
"Tuan muda ini anak saya, satu satunya penerus saya dan ini istri saya" ucap kepala desa mengenalkan anak dan istrinya yang ada di kamar itu.
"Suami ku, siapa tuan muda ini" ucap istri kepala desa dengan ramah.
"Istriku tuan muda ini seorang alkemis dan akan membantu anak kita" ucap kepala desa itu dengan ramah
"Tuan muda silahkan" ucap istri kepala desa sambil berdiri dari tempat tidur anaknya dan mempersilakan Long Tian untuk melihat anaknya.
"Tuan kepala desa anakmu sangat kritis, lukanya bahkan sampai merusak banyak organ dalamnya, saya akan membantu mengobatinya, setelah anda berganti pakaian anda yang basah itu." Ucap Long Tian sambil duduk di samping tempat tidur anak kepala desa, dan terlihat jika vitalitas anak kepala desa itu sudah sangat menipis.
"Tuan muda sebentar, saya akan berganti pakaian dahulu" ucap kepala desa itu sambil berlari keluar.
"Tuan muda mohon maaf saya, akan menyiapkan makanan dan minuman untuk anda dahulu" ucap istri kepala desa itu dengan ramah.
"Nyonya, tidak perlu untuk itu, saya dan suami anda baru dari kedai makan, namun segelas air teh tidak masalah" ucap Long Tian dengan ramah dan istri kepala desa itu pun bergegas meninggalkan kamar itu menyisakan Long Tian dan anak kepala desa itu.
Lima menit berlalu dan kepala desa itu kini sudah kembali bersama dengan istrinya yang membawa sebuah poci teh kecil dengan tiga gelas gioknya.
"Saya akan mengobati anak anda, dan mohon tidak mengganggu prosesnya" ucap Long Tian yang semakin merasakan jika vitalitas anak kepala desa itu semakin menurun dan bahkan terdengar nafas anak kepala desa semakin memberat sehingga membuat istri kepala desa itu menangis di pelukan kepala desa.
Long Tian kemudian berdiri dan melayang Lima puluh sentimeter di atas lantai kamar itu dengan menggunakan kekuatan 100 galaksi dan tangan kanannya sudah diangkat ke depan lurus dengan bahunya.
"Hukum penciptaan, regenerasi" ucap Long Tian pelan dan hanya terdengar olehnya saja.
Cahaya emas keluar dari telapak tangannya dan mulai turun ke bawah membungkus anak kepala desa yang terbaring lemah tak berdaya dan nyaris kehilangan nyawanya itu.
Kepala desa dan istrinya langsung berlutut saat melihat perubahan dari Long Tian dan mereka kini melihat jika anaknya terbungkus cahaya emas dan mengangkat anaknya sampai tiga puluh sentimeter dari tempat tidurnya.
Lima belas menit berlalu dan kini terlihat jika vitalitas anak kepala desa sudah sangat membaik, bahkan terlihat jika semua luka luka juga sudah menghilang.
Anak kepala desa itu membuka matanya dan melihat Long Tian dengan jelas namun dia hanya bisa membuka matanya karena masih terbungkus oleh cahaya emas regenerasi Long Tian.
Long Tian kemudian menurunkan anak kepala desa dan menghilangkan cahaya emas regenerasi dari tubuh anak kepala desa itu, dia juga kini sudah tidak menggunakan kekuatan 100 galaksi dan sudah kembali menginjak lantai kamar itu.
"Minumlah Pil Penyembuh ini, dan jangan bangun dulu karena tubuhmu sebelumnya sudah sangat rusak" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan memberikan satu Pil Penyembuh tingkat dewa ke anak kepala desa yang seusia nya.
Long Tian pun langsung duduk di kursi yang ada di dalam kamar itu dan melihat kepala desa dan istrinya yang masih berlutut.
"Penguasa terima kasih atas bantuan anda" ucap Kepala desa itu sambil bersujud tiga kali demikian juga istrinya.
"Sini duduklah temani aku" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
Kepala desa itu langsung duduk di depan Long Tian dan istri kepala desa menuang teh untuk Long Tian lalu duduk di samping tempat tidur anaknya.
"Kepala desa, apalagi masalah mu dan desa mu ini sampai meminta kehadiran ku" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Penguasa, kami sudah satu tahun lebih mengalami kekeringan namun anda sudah memberikan hujan dan anak hamba juga telah anda sembuhkan jadi tidak ada lagi yang hamba dan penduduk perlukan" ucap kepala desa itu dengan ramah dan terlihat kejujuran nya.
"Kepala desa apakah di dunia ini ada sekte aliran hitam" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa, hanya ada satu sekte aliran hitam dan mereka semua ada di hutan hitam" ucap kepala desa itu dengan ramah
"Hutan Hitam, kenapa namanya seperti itu" ucap Long Tian dengan ramah
"Penguasa, hutan hitam mempunyai kabut berwarna hitam yang bahkan terlihat dari desa kami ini padahal jaraknya sangat jauh bahkan sampai memakan waktu lima bulan kesana dari sini" ucap kepala desa itu dengan ramah.
"Kepala desa ada berapa penduduk di desa ini, dan apakah suka ada perampok di ke desa ini" ucap Long Tian dengan ramah
"Penguasa di desa kami ada tiga ratus keluarga dan di sini tidak ada perampok karena pihak istana sangat membencinya bahkan gunung hitam juga sering kali di serang oleh para prajurit namun hanya di bagian luar saja karena di bagian dalam sangat gelap jadi tidak bisa dimasuki selain oleh orang orang sekte itu sendiri" ucap kepala desa itu dengan ramah menjelaskan.
"Baiklah, saya akan melanjutkan perjalanan, tolong bagikan koin emas yang ada dalam cincin dimensi ini secara merata ke semua keluarga dan simpan pil Penyembuh yang ada didalamnya, hanya berikan kepada yang sangat membutuhkan" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi tiga ratus ribu keping koin emas dan seribu butir Pil Penyembuh tingkat dewa yang langsung diterima oleh kepala desa itu.
"Penguasa terima kasih" ucap kepala desa itu dan melihat jika Long Tian tersenyum namun langsung menghilang dari pandangan nya.
Kepala desa beserta istri dan anaknya langsung kaget melihat jika Long Tian tiba tiba menghilang dan mereka langsung berlutut di lantai lalu bersujud tiga kali dan berdoa untuk Long Tian.
"Istriku aku akan keluar sebentar, karena harus membagikan ke semua penduduk titipan Penguasa" ucap kepala desa itu dengan ramah setelah melihat isi cincin dimensi Long Tian.
"Suami ku penguasa menitipkan apa untuk para penduduk" jawab istri kepala desa itu
"Istriku penguasa memberikan masing masing seribu keping koin emas dan kita juga mendapatkan jumlah yang sama" ucap kepala desa itu dengan sangat gembira.
"Suami ku, pergilah jangan sampai hujan menunda kebahagiaan semua penduduk, pakaian basah bisa di ganti, namun senyum kebahagiaan mereka tidak dapat tergantikan" ucap istri kepala desa dengan bersemangat.