Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 28 part 1


Kapal dunia naga melintasi ruang hampa poros langit dengan tidak memiliki gangguan apapun karena memang kedua gerbang ruang hampa yang tersegel oleh segel cakram langit hanya bisa dimasuki oleh kapal kapal perang Long Tian saja.


Memerlukan waktu hampir 20 menit untuk kapal dunia naga sampai di galaksi ke dua puluh delapan, dan seperti biasa kapal dunia naga melayang di dekat poros langit.


Ada lima dunia dengan hanya satu semesta di galaksi ke dua puluh delapan ini.


"Akhirnya sampai juga di galaksi ke dua puluh delapan ini" ucap Long Tian sambil menarik napas panjang dan melihat angkasa di depannya.


"Kakek Yu, kita sudah di galaksi ke dua puluh delapan, apa laporan dari pasukan bayangan di galaksi ini" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi.


"Penguasa, laporan dari pasukan bayangan di galaksi ini bahwa kelima dunia di galaksi ini sangat kacau, meski masih banyak orang baik tapi lebih banyak orang jahatnya, di kelima dunia ini lebih banyak penderitaan yang dialami oleh rakyatnya." Jawab Long Yu melalui cincin komunikasi.


"Baiklah aku akan melihat dulu dunia terkecil dari kelima dunia disini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berteleportasi ke planet yang ukurannya terkecil namun memiliki kehidupan.


Long Tian muncul di atas awan dunia pertama dan dia bahkan sudah disajikan tontonan para perampok yang akan merampok rombongan pedagang di sebuah jalanan yang kiri dan kanannya adalah hutan yang sangat lebat.


"Para pedagang ini memang pengawal yang banyak sampai seratus orang bahkan ada yang di tingkat Dao surgawi tahap awal, sebaiknya aku lihat dulu saja apa yang akan terjadi" ucap Long Tian sambil membuat singgasana awannya dan langsung menduduki nya.


Long Tian melihat ada rombongan 10 kereta kuda yang memiliki 100 orang dengan menaiki kuda yang berjaga di depan dan belakang rombongan dan mereka semua dihentikan oleh kurang lebih 200 orang di depan mereka.


Bentrokan antara para pengawal dan juga para perampok terjadi karena para perampok memang jumlah dan juga mengenal medan pertempuran.


"Jika begini akan ada banyak mayat para pengawal dan para pedagang itu" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke belakang para perampok.


Long Tian langsung mengeluarkan pedang naga emas dan dia seperti menari sambil mengayunkan pedangnya dengan sangat lincah.


Slaaaaaash


Slaaaaaash


Slaaaaaash


Booooooooooom


Boom boom boom boom


Terdengar jelas dari bagian belakang rombongan perampok itu, dan kini tidak ada satupun perampok yang tersisa.


Yang terlihat hanyalah Long Tian yang menumpuk mayat perampok itu sambil mengambil cincin dimensi mereka semua.


"Tuan muda terima kasih sudah membantu kami, biarkan kami saja yang membereskannya" ucap pemimpin para pengawal itu sambil mulai ikut menumpuk mayat mayat dan mengambil Cincin dimensi milik para perampok itu di ikuti oleh semua pengawal yang juga ikut membersihkan sisa pembantaian Long Tian.


Lima menit berlalu dan semua mayat para perampok itu kini sudah tertumpuk dengan rapi di pinggir jalan itu.


"Tuan muda ini milik anda" ucap pemimpin para pengawal itu menyerahkan semua cincin dimensi yang di ambil olehnya dan juga para pengawal lainnya.


Long Tian menerima cincin cincin dimensi itu dan dia memberikan satu cincin dimensi yang berisi 100.000 keping koin emas kepada pemimpin pengawal itu.


"Tuan muda ini semua milik anda" ucap Pemimpin para pengawal itu menolak cincin dimensi pemberian Long Tian namun di tolak oleh Long Tian.


"Tuan muda terima kasih sudah membantu kami semua, mohon terima ini sebagai terima kasih kami" ucap seorang perwakilan pedagang itu dengan ramah dan memberikan sebuah cincin dimensi kepada Long Tian dengan ramah.


"Tuan, sudah ada pegang saja untuk anda atau anda jadikan bonus saja untuk para pengawal anda ini, terima kasih atas niat baik anda" ucap Long Tian dengan ramah sambil melangkah mendekati tumpukan 200 mayat perampok itu.


Long Tian menggerakan tangannya dan menunjuk ke tumpukan mayat yang sangat berbau amis itu, api berwarna merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya dan membakar semua tubuh tak bernyawa itu dengan sangat cepat bahkan tidak ada asap apapun.


Api itu juga tidak melebar kemanapun namun udara tetap terasa lebih panas oleh semua yang ada disana.


Mereka pun semuanya mundur karena api berwarna merah kehitaman yang membakar mayat mayat itu sangat terasa panas bahkan mereka sampai keluar keringat.


Lima menit berlalu dan semua mayat itu kini sudah menjadi abu.


"Tuan muda kemana rencana anda selanjutnya" ucap perwakilan pedagang yang tadi hendak memberikan sebuah cincin dimensi ke Long Tian.


"Saya hanya berjalan jalan saja, kalian lanjutkan saja perjalanan kalian" ucap Long Tian sambil tersenyum dan melesat terbang dengan cepat kembali ke atas awan.


"Pemimpin kita benar benar mendapatkan pertolongan seorang dewa" ucap perwakilan pedagang itu ke pemimpin pengawal nya yang sedang memeriksa cincin pemberian Long Tian.


"Anda benar Tuan, bahkan semua isi cincin dimensi itu tidak sampai 1000 keping koin emas tapi dewa penolong kita itu memberi saya dan para pengawal masing masing 1000 keping koin emas" ucap Pemimpin Pengawal itu sambil melihat ke atas dan Long Tian sudah tidak terlihat sama sekali.


"Baiklah kita lanjutkan perjalanan kita agar kita sampai sore ini" ucap perwakilan pedagang itu dan mereka semua pun melanjutkan perjalanan mereka meskipun dalam hati semuanya tetap penasaran dengan sosok Long Tian yang sangat misterius namun baik.


Long Tian melihat jika para pedagang dan semua pengawalnya sudah mulai melanjutkan perjalanan mereka, dan Long Tian mulai mengawasi kedua hutan di kiri dan kanan jalan itu.


"Jadi markas kalian ada Goa itu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berteleportasi ke sebuah Goa yang dia lihat dari atas awan dengan ilmu mata emasnya.


Long Tian muncul di antara kedua perampok yang berjaga di kiri dan kanan mulut Goa itu sambil menghadap ke dalam Goa.


Krek


Krek


Tangan kanan dan kirinya langsung mencekik leher perampok itu dan mematahkannya dengan segera lalu dia mengeluarkan api lava suci ke tangannya dan membuat kedua perampok yang masih dalam cekikan itu kini mulai menjadi merah dan langsung menjadi abu.


Tidak ada suara berisik apapun yang terdengar.


Hanya dia perampok itu yang berjaga di luar Goa itu dan Long Tian pun langsung memasuki Goa itu.


Tampak jika Goa yang bagian luarnya kecil itu ternyata memiliki bagian perut yang sangat luas yang terisi penuh oleh aneka barang hasil rampokan para perampok itu selama ini.


Semua isi Goa itu di teleportasikan oleh Long Tian ke halaman istana dunia jiwanya agar bisa dia bereskan di kemudian hari.


"Sudah kosong disini baiklah waktunya kembali menikmati singgasana awan ku" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berteleportasi ke atas awan kembali.


Long Tian duduk kembali di singgasana awannya dan agak jauh di atas kepalanya tampak jika ada banyak awan yang menahan sinar matahari agar tidak mengenai Long Tian.