Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 83 part 3


"Penguasa kami akan selalu mengingat pesan pesan penguasa dan berusaha untuk membantu membersihkan dunia ini" ucap kepala desa itu dan diangguki oleh semua penduduk yang ada disana.


"Baiklah jika demikian kita atasi dahulu masalah kubah pembatas yang menahan langit desa dan pegunungan ini" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat karena dia tahu bahwa ada kubah transparan yang menutupi langit desa dan juga pegunungan pegunungan sekitar desa.


Long Tian kemudian menunjuk ke atasnya dan dari jari telunjuknya terlihat cahaya putih pekat yang langsung melesat ke atasnya.


Booooooooooom kraaaaaaaaaak booooooooooom.


Terdengar jelas suara ledakan di atas kepala mereka dan juga suara seperti kaca yang pecah namun tidak ada kaca yang berjatuhan melainkan asap tebal di atas mereka.


"Sudah selesai kini kita sebaiknya terbang kembali dulu ke desa kalian saja" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan mulai melayang terbang ke arah kediaman kepala desa itu di ikuti oleh semua nya yang ada di sana.


"Penguasa sudah lama kami semua tidak terbang seperti ini" ucap kepala desa yang terbang di samping kiri Long Tian dan para penduduk terbang di belakang Long Tian.


"Kalian semua orang baik jadi sudah seharusnya aku membantu kalian" ucap Long Tian dengan ramah sambil kemudian melesat turun ke halaman rumah kepala desa di ikuti oleh semuanya.


Long Tian yang sudah berdiri di halaman rumah kepala desa itu kemudian menunjuk ke atas dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya lalu menyebar dan membentuk kubah pelindung untuk desa itu dengan radius sepuluh kilometer dari pagar dan gerbang desa itu.


"Siapapun bisa keluar masuk dari kubah perlindungan yang aku buat ini, namun ada satu syaratnya yaitu harus berjiwa baik, karena siapapun yang berjiwa jahat atau mempunyai niat jahat maka akan menjadi abu berikut garis darah mereka semua" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat semua yang ada di depannya.


"Penguasa terima kasih atas bantuan anda ini, semoga kami bisa selalu menjadi benteng pertahanan anda di dunia ini kedepannya" ucap kepala desa itu dengan sangat hormat dan di angguki kepala oleh semuanya.


"Aku ada sedikit oleh oleh untuk kalian semua dan aku harap anda bisa membagikannya kepada semua penduduk desa ini dan gunakan sebagian untuk membesarkan desa ini serta untuk pelatihan semua penduduk desa ini kedepannya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi seratus juta keping koin emas karena mereka sudah lama terisolir di sana jadi membutuhkan modal untuk bisa bangkit kembali.


"Penguasa terima kasih atas bantuan anda ini" ucap kepala desa sambil bersujud kepada Long Tian dan membuat bingung penduduk desa yang lain lalu berdiri kembali di depan Long Tian.


"Baiklah, beritahu aku kenapa anda bersedih, meskipun wajah mu tidak memperlihatkan nya namun hati mu dapat ku lihat sedang bersedih" ucap Long Tian yang mendekati seorang pria sepuh yang berdiri di belakang kepala desa.


"Penguasa, bisakah anda mengobati istri saya yang sudah lumpuh selama lima tahun ini, hamba siap membayar dengan nyawa hamba asalkan istri hamba bisa sembuh kembali" ucap pria sepuh yang di dekati oleh Long Tian itu sambil berlutut di depan Long Tian dan tampak kesedihan di matanya.


"Bangunlah, Aku tidak mau menjanjikan apapun sebelum aku melihat kondisi dari istrimu, jadi ayo kita ke rumahmu saja" ucap Long Tian sambil membantu pria sepuh itu untuk berdiri kembali dan sikapnya ini menambah kebanggaan tersendiri bagi para penduduk lainnya.


"Penguasa mari kita ke rumah saya, kebetulan rumah saya di seberang saja" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat dan sopan.


"Baiklah kalian pulang lah dulu dan beritahukan ke semua warga desa agar nanti sore semuanya berkumpul di lapangan desa untuk aku bagikan masing masing seribu keping koin emas titipan dari penguasa" ucap kepala desa itu membubarkan penduduk lainnya.


Mereka bertiga memasuki rumah pria sepuh yang memang di seberang rumah kepala desa dan langsung menuju ke kamar pria sepuh itu.


Long Tian melihat jika ada seorang wanita sepuh yang sedang terbaring lemas di atas tempat tidur itu dan sakitnya dikarenakan usia senjanya saja ditambah luka dalam yang sudah menahun yang di derita oleh wanita sepuh itu bukan karena penyakit yang berbahaya ataupun racun.


Long Tian mendekati wanita sepuh itu lalu mengangkat tangan kanannya lurus dengan bahunya di atas perut wanita sepuh itu.


"Hukum penciptaan, regenerasi" ucap Long Tian pelan dan cahaya emas regenerasi itu langsung keluar dari telapak tangannya dan turun lalu membentuk cangkang cahaya emas regenerasi.


Wanita sepuh yang sudah di dalam cangkang cahaya emas regenerasi kemudian terangkat tiga puluh sentimeter dari atas tempat tidurnya.


Tidak ada yang berani berbicara melihat hal ini, dan mereka melihat jika vitalitas wanita sepuh itu kemudian membaik bahkan semua luka dan kerutan di tubuhnya menghilang yang membuat wanita sepuh itu terlihat lebih muda dari usia aslinya.


Sepuluh menit berlalu dan wanita sepuh itu membuka matanya, Long Tian langsung menurunkan wanita sepuh itu dan menghilangkan cangkang cahaya emas regenerasi lalu menurunkan tangan kanannya itu.


"Istri mu sudah sembuh dan seperti kau lihat dia sudah jauh lebih muda, apakah kau senang dengan hal ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil menggoda pria sepuh yang merupakan suami wanita sepuh itu.


"Nyonya bangunlah, anda sudah sembuh seutuhnya dan duduklah dulu biarkan suami anda ini melihat wajah anda yang sudah seperti wanita muda pada umumnya" ucap Long Tian kembali lalu duduk di salah satu kursi yang ada di dalam kamar itu di ikuti oleh kepala desa dan juga pria sepuh itu.


Pria sepuh itu tidak duduk di kursi melainkan langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian lalu tetap berlutut di depan Long Tian.


"Penguasa terima kasih, jika ada yang anda inginkan dari saya meskipun nyawa saya ini saya sangat siap untuk itu" ucap pria sepuh suami wanita sepuh itu dengan sangat hormat dan sopan sambil berlutut di depan Long Tian di lihat oleh istrinya maupun kepala desa itu.


"Anda bicara apa, sudah temui dulu istrimu itu, aku tidak menginginkan apapun dari mu" ucap Long Tian dengan ramah sambil membantu pria sepuh itu untuk berdiri kembali.


"Terima kasih Penguasa" ucap pria sepuh itu dengan hormat.


"Baiklah kepala desa mari kita pergi, tugasku disini sudah selesai jadi aku akan membereskan dahulu siluman siluman serigala itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat semuanya.


Suami istri itu langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan Long Tian.


Long Tian hanya tersenyum dengan ramah lalu meninggalkan rumah pria sepuh itu beserta dengan kepala desa.