Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Menyembunyikan kesedihan


Halaman Istana Dunia Naga.


Long Tian kemudian memasang Gerbang Dimensi yang baru yang hanya akan terhubung dengan Dunia Bulan.


Dia juga sudah mengatur agar Gerbang Dimensi di dunia Bulan hanya bisa ke Dunia Naga karena agar menjadikan Dunia Naga sebagai pusat Dunia.


Hanya satu harapan nya yaitu agar dunia dunia di galaksi Dewa ini semua terhubung dengan Dunia Naga sebagai pusat nya.


Long Tian yang telah selesai memasang Gerbang Dimensi baru kemudian melangkah ke Aula utama Istana dan di sana sudah berkumpul Jenderal Long Pang dan Long Yu.


Long Tian sengaja tidak menghadirkan semua pejabat istana Dunia Naga agar dengan begitu Long Yu tetap mempunyai peranan penting di Dunia Naga dan dia jika suatu hari harus meninggalkan Dunia Naga, Dunia Naga tetap mempunyai sosok pemimpin yang dicintai rakyatnya.


Dan alasan Long Tian hanya memanggil Jenderal Long Pang adalah sama agar Jenderal Long Pang tetap memegang penuh kekuatan Militer dan tidak terpecah oleh banyak Jenderal untuk menghindari konflik kedepannya.


Jenderal Long Pang dan Long Yu memberikan penghormatan nya kepada Long Tian saat Long Tian memasuki aula utama istana.


Long Tian duduk di Singgasana nya.


"Jenderal Long Pang bagaimana apakah ada hasil dari pasukan mata mata kita?" Ucap Long Tian dengan santai dan ramah.


"Lapor Penguasa, untuk Ras Monster di dunia semi dewa ini menduduki satu Dunia dan mereka tidak melakukan hal Buruk yang berlebihan dan mereka juga tidak berambisi untuk menduduki dunia lain, mereka hidup tenang di dunianya berdampingan dengan manusia" jawab Jenderal Long Pang dengan hormat.


"Itu hal baik, bagaimana dengan Ras Iblis?" Tanya Long Tian kembali.


"Untuk Ras Iblis menduduki Dunia yang disebut Dunia Darah disana ada dua benua yang terpisah oleh samudra, benua itu disebut oleh mereka dengan nama Benua Merah dan Benua Putih, dan samudra itu bernama samudra darah. Benua merah merupakan Ras Iblis Darah yang haus akan kekuasaan dan sifat buruk sedangkan untuk Benua Putih merupakan iblis yang berhati baik, mereka tidak memiliki ambisi yang haus kekuasaan dan mencintai perdamaian serta ada keinginan mereka bisa hidup berdampingan dengan Ras Manusia…….


Peperangan sering kali terjadi di lautan dan itulah sebabnya dinamakan Samudra Darah……


Kekuatan terbesar mereka sama di tingkat Dewa emas tahap akhir dan itu adalah para raja dan pelindung kerajaan mereka…..


Dan karena Iblis darah mempunyai ambisi haus kekuasaan mereka juga selalu mencoba menguasai dunia lain  dan iblis Putih lah yang selalu menggagalkan rencana mereka…..


Untuk dunia manusia sesuai hasil dari mata mata kita tidak ada lagi dunia yang seperti dunia kegelapan dan dunia Perompak." Jenderal Long Pang menjelaskan dengan detail sesuai laporan dari pasukan mata matanya.


"Hitam dan Putih, baik dan buruk pasti akan selalu ada, ….. Paman Yu bagaimana dengan kondisi Dunia Naga"


" Lapor Penguasa, kehidupan masyarakat Dunia Naga sudah melebihi Dunia Dewa Naga dan Pulau Suci, perdagangan lintas Dunia ini membuat Dunia Naga semakin maju, kota kota lain juga sudah banyak berdiri dan semua dalam pengaturan istana." Long Yu menjelaskan.


" Bagus jika demikian….. Kita akan melanjutkan perjalanan kita, matikan semua Gerbang Dimensi, arahkan Kapal Dunia Naga ke Angkasa Dunia Darah dan posisikan di atas Benua Putih" ucap Long Tian dengan tegas dan berwibawa.


" Baik Penguasa" ucap mereka berdua dan langsung memberikan hormat nya dan meninggalkan Aula Utama Istana.


Di istana Dunia naga terdapat beberapa Aula dan hanya Aula Utama yang digunakan oleh Long Tian sedangkan Aula aula yang lebih kecil di gunakan untuk para pejabat istana.


Long Tian melangkah santai berkeliling Istananya dan setiap Para Pejabat, Prajurit dan Pelayan melihat nya mereka langsung memberikan hormat mereka.


Long Tian sendiri selalu menyapa dan berbasa basi dengan semua yang berpapasan dengannya.


Long Tian duduk di teras kediamannya dan tampak Hao Ling menuangkan Teh Herbal untuk nya.


"Ling-er kita akan menuju Dunia Darah dan kita akan menghapus satu dunia saja disana ………………. " Long Tian menjelaskan tentang Dunia darah seperti penjelasan Jenderal Long Pang.


" Gege apapun putusan Gege, Ling-er akan selalu mendukung Gege" ucap Hao Ling dengan senyuman khas nya.


" Terima kasih Ling-er selalu mendukung Gege" Ucap Long Tian sambil tersenyum kepada Hao Ling.


Mereka menikmati waktu mereka bersama di kediaman mereka dan satu bulan telah berlalu…


Tampak Long Tian sedang bersama dengan Jenderal Long Pang dan Long Yu di ruang kerja di kediamannya.


"Lapor Penguasa saat ini kita sudah berada di atas angkasa Dunia Darah tepatnya dekat dengan Benua Putih" ucao Jenderal Long Pang.


"Jenderal dan Paman Yu silahkan berangkat ke Benua Putih tersebut dan temui Raja Iblis Putih tersebut, cari tau langsung apa masalah mereka dan apabila mereka memang benar benar tulus maka kita akan membantu mereka, dan siapkan juga 1000 kapal perang dengan masing masing 1000 orang Prajurit tingkat dewa emas tahap akhir." Ucap Long Tian.


" Baik Penguasa" Ucap mereka dan mereka tidak membuang waktu dan langsung meninggalkan kediaman Long Tian.


Long Tian kemudian menemui Hao Ling di Taman Belakang kediamannya dan berpamitan untuk ke Kapal Dunia Naga.


Long Tian yang telah berpamitan dengan Hao Ling kemudian memasuki Pintu dimensi dan keluar di ruang kerjanya di Kapal Dunia Naga.


Dia kemudian berkeliling kapal dan menyapa semua Prajurit yang ada di kapalnya.


Setelah dia menyapa semuanya Long Tian kemudian memasuki kamar nya di kapal Dunia Naga untuk beristirahat.


Dia membersihkan dirinya dan duduk di kursi di kamarnya dan menikmati teh herbal sambil membaca kitab tentang pemahaman pemurnian Pil.


Hampir lima jam dia membaca kitab tersebut dan kitab itu menyegarkan lagi ingatannya tentang alkimia.


Dia yang merupakan alkemis tertinggi tetap membutuhkan kitab untuk tetap mengingat jutaan jenis tanaman herbal dan jutaaan jenis obat obatan.


Malam pun sudah mulai larut dia pun memilih untuk beristirahat dan sebelum dia beristirahat dia memilih untuk berlutut dan mendoakan kedua orang Tuanya dan setelahnya dia pun tertidur.


Dia merasa bahwa tetap merasa kesepian jika dia mengingat orang tuanya dan kematian orang tuanya dan semua keluarganya yang sangat tragis.


Matahari pagi sudah bersinar dan memasuki sinar mentari memasuki kamar Long Tian, dia terbangun dari tidurnya dan dia langsung membersihkan diri dan diapun bersarapan dengan memakan beberapa buah abadi dan meminum Teh Herbal buatannya.


Semua Rasa jenuh dan lelah dia pendam jauh jauh termasuk rasa kesepian yang mendalam atas kematian orang tuanya.


"Ayah, Ibu dahulu disaat pagi kalian selalu mengingatkan ku untuk bangun pagi dan langsung membersihkan diri dan aku hanya boleh sarapan setelah aku mandi,.... Kalian dahulu sangat menjagaku… maafkan anakmu ini yang tidak bisa menjaga kalian…." Air mata mengalir ke pipinya.. Long Tian merasakan kesedihan mendalam.


Setelah dia menenangkan dirinya dia pun mencuci wajahnya dan keluar dari kamar nya dan menuju buritan kapal.


Dia memang menyembunyikan semua kesedihan nya bahkan dari Hao Ling istrinya.