
"Baiklah barang selanjutnya yang akan kami lelang adalah sebuah menara iblis yang masih memiliki sebuah dunia kecil, alasan kami lama karena kami harus memastikan jika dunia kecil yang ada dalam menara ini benar benar kosong" ucap pria sepuh pembawa acara lelang sambil memperlihatkan sebuah menara iblis dan Long Tian melihat dengan mata emasnya ke dalam menara iblis itu memeriksa setiap bagian menara dan dunia kecil yang ada didalamnya.
"Untungnya menara dan dunia kecilnya sudah benar benar kosong" ucap Long Tian sambil menarik nafas panjang dan kemudian kembali meminum teh yang di siapkan oleh pelelangan anggrek itu.
"Untuk harga kami buka seratus ribu keping koin emas dengan kelipatan seribu keping koin emas" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang dan sopan.
"Saya coba dengan Seratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap seorang pria sepuh yang duduk di kursi umum dan Long Tian belum bisa mengetahui siapa pemilik menara iblis itu.
"Seratus lima puluh lima ribu keping koin emas" ucap pria sepuh lainnya di kursi umum.
"Jadi kau pemiliknya" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat pria sepuh yang barusan memberikan penawaran untuk menara iblis itu.
"Untungnya jiwa mu baik karena yang kau jual adalah menara iblis" ucap Long Tian lagi lagi berbicara sendiri sambil mengarahkan pandangannya ke arah panggung kembali.
"Dua ratus ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor satu.
"Tiga ratus ribu keping koin emas" ucap kamar VVIP nomor dua.
"Empat ratus ribu keping koin emas"ucap seorang pria sepuh di kursi umum.
"Lima ratus ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor dua
"Enam ratus ribu keping koin emas" ucap kamar VIP nomor satu lagi.
"Saya juga ingin ikut meramaikan, enam ratus lima puluh ribu keping koin emas" ucap Long Tian dengan santai yang terdengar oleh semua orang yang ada di dalam pelelangan anggrek itu.
"Tuan tuan saya juga ingin mencoba menawar dengan Tujuh ratus ribu keping koin emas" ucap seorang pria sepuh yang duduk di kursi umum.
Suasana kembali hening karena semuanya mulai memperhitungkan biaya yang harus mereka keluarkan karena masih banyak barang yang belum di lelang.
"Baiklah angka tertinggi untuk menara yang memiliki dunia kecil ini mencapai tujuh ratus ribu keping koin emas yang di tawar oleh kursi nomor delapan puluh tiga apakah ada lagi yang hendak menawar lebih tinggi" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan lantang dan sopan.
Suasana tetap hening tidak ada lagi yang berani menawar lebih tinggi untuk artefak menara itu.
"Selanjutnya kami informasikan jika kami memiliki titipan seratus butir Pil Penyembuh tingkat dewa dan pencipta, seratus butir Pil mutiara dewa tingkat dewa dan pencipta, seratus butir Pil Fusi Roh tingkat dewa dan pencipta dan semuanya tidak kami lelang melainkan kami langsung jual senilai lima puluh ribu keping koin emas per butirnya namun masing masing hanya bisa membeli satu butir per jenisnya, dan keuntungan penjualan ini akan digunakan untuk pembiayaan rumah yatim piatu dan rumah duafa milik kami, acara lelang kami tunda sampai semua Pil terjual, pembelian bisa ke meja meja yang ada di belakang kami di mohon untuk tetap tenang selama pembelian " ucap pria sepuh pembawa acara lelang itu dengan suara yang lebih lantang namun terdengar sangat sopan.
Semua orang itu tampak sangat terkejut mendengar hal itu karena Pil Pil yang sangat mahal kini dijual dengan harga yang terjangkau oleh mereka semua. Satu persatu langsung berdiri dan melangkah menuju meja meja di belakang panggung pelelangan anggrek itu.
Berbeda dengan semua pengunjung pelelangan anggrek pria sepuh pembawa acara lelang kini sedang menuju ke ruangan VVIP nomor satu tempat Long Tian berada.
"Tok tok tok, tuan muda maaf mengganggu anda apakah saya bisa berbincang sebentar dengan anda" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan sangat sopan dan hormat.
"Masuklah, pintunya tidak terkunci" ucap Long Tian sambil menengok ke arah pintu ruangan itu.
Pria sepuh itu kemudian membuka pintu tersebut dan langsung menutup nya kembali setelah dia berada di dalam ruangan itu.
"Tuan silahkan duduk" ucap Long Tian dengan ramah.
"Terima kasih Tuan muda" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil duduk di sebelah kanan Long Tian.
"Apakah ada yang bisa saya bantu untuk anda" ucap Long Tian dengan ramah dan melihat ke pria sepuh itu.
"Tuan muda yang di pelelangan kami saat ini ada utusan kerajaan dan juga tuan kota intan ini, mereka semua Memerlukan Pil Penyembuh tingkat dewa dan pencipta untuk persediaan mereka, tadi mereka hendak membeli semuanya namun saya larang karena pesan anda untuk menjual ke semua pengunjung lelang, jadi apakah anda berkenan untuk menjual beberapa ratus Pil Penyembuh tingkat dewa dan pencipta lagi kepada Tuan Kota dan juga utusan istana" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan sangat sopan dan hormat serta terlihat sangat berhati hati dalam ucapannya takut menyinggung perasaan Long Tian.
"Anda sudah lama di kota ini coba ceritakan dahulu tentang sosok tuan kota intan ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil bersandar di sofa nya.
"Tuan muda, tuan kota kami sangat mencintai penduduk kota intan ini dan selalu menolong mereka yang membutuhkan jika dia ketahui, bahkan dia memiliki rumah pengobatan gratis di depan kediamannya" ucap pria sepuh itu dengan hormat.
"Gratis, dari mana dia bisa membayar para tabib dan juga para alkemis nya" ucap Long Tian dengan penasaran.
"Tuan kota memberlakukan sistem subsidi jadi yang mampu membayar dan yang tidak mampu di gratiskan, rumah pengobatan itu juga sering mendapatkan bantuan dari kami kami pelaku usaha di kota intan ini sehingga biaya yang di bayarkan juga sangat rendah tidak seperti rumah rumah pengobatan di kota lain" ucap pria sepuh pembawa acara lelang dengan tenang dan sangat sopan.
"Baiklah sekarang dapatkah anda ceritakan tentang sang Raja dan juga utusan nya itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke pria sepuh itu.
"Tuan muda Raja kami sangat rendah hati dan sering menolong penduduk yang kesusahan apabila dia mengetahui nya meskipun masih banyak penduduk yang susah di wilayah kerajaan kami ini, sedangan utusan yang datang adalah putra mahkota yang kebetulan memang datang berkunjung ke pelelangan kami ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan tersenyum hangat ke Long Tian.