
Long Tian kemudian melihat dengan ilmu mata emasnya ke arah selatan karena menurut kontrak dunia yang dia rasakan ada peperangan disana.
"Benar benar biadab" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke tempat yang dia lihat.
Long tian kini melayang di atas sebuah desa yang sedang di serang oleh sekelompok orang sekte aliran hitam.
Long Tian menekan semua orang sekte aliran hitam itu dengan aura naganya membuat semua orang sekte itu bertekuk lutut di bawahnya.
"Kalian semua bukan manusia, membunuh dan membakar semau kalian, warga disini bahkan tidak memiliki kekuatan untuk melawan kalian" ucap Long Tian sambil menggerakan tangannya dengan cepat.
"Kutukan darah" ucap Long Tian sambil telunjuknya menunjuk ke arah orang orang sekte aliran hitam yang kini berlutut dan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman kembali keluar dari jarinya sejumlah mereka dan langsung melesat mengenai dada mereka dan kembali keluar dengan jumlah sesuai keluarga sedarah mereka semua.
Semua nya menjadi abu dalam sekejap mata dan terlihat ribuan bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman melesat ke seluruh dunia.
Long Tian turun dan mendekati seorang pria sepuh yang habis di siksa oleh orang orang sekte aliran hitam sesaat sebelum dia datang.
Long Tian mengeluarkan sebutir Pil Penyembuh tingkat dewa miliknya dan memasukan ke mulut pria sepuh yang hanya bisa menggerakkan matanya saja.
"Tuan telanlah, ini untuk mengobati luka luka mu" ucap Long Tian se usai memasukan pil penyembuhnya.
Pria sepuh itu perlahan mengangguk dan menelan Pil yang dimasukan Long Tian yang langsung hancur saat memasuki perutnya, pria sepuh itu merasakan tubuhnya membaik dan luka luka di tubuhnya perlahan menghilang tanpa menyisakan bekas apapun.
"Tuan muda terima kasih, mohon bantu istri dan cucu hamba" ucap pria sepuh tersebut sambil bersujud di depan Long Tian.
"Bangunlah dan tunjukan tempat mereka" ucap Long Tian sambil membantu pria sepuh itu berdiri.
Pria sepuh itu mengajak Long Tian ke kerumunan warga yang semuanya terluka dan melihat seorang nenek dan seorang anak kecil terkapar dengan banyak luka sabetan pedang dan ini lah yang Long Tian sedang di atas awan, kelompok sekte aliran hitam menyiksa warga.
Long Tian bergegas mendekati kedua orang yang terkapar dengan mengucurkan darah seluruh badan itu, dia kemudian mengeluarkan Dua butir Pil Penyembuh dan memasukan ke mulut keduanya satu persatu.
Long Tian yang berjongkok di antara keduanya kemudian mengangkat tangannya dan kini tangan kirinya di atas perut nenek itu dan tangan kanannya di atas anak kecil itu.
"Hukum penciptaan, regenerasi tubuh" ucap long tian pelan nyaris tak terdengar.
Cahaya emas keluar dari tangan Long Tian dan menyebar lalu menutupi tubuh kedua orang itu dan mereka berdua terangkat sampai dua puluh centimeter dari tanah.
Darah yang mengalir di luka luka kedua orang itu kini berhenti dan luka mereka semua langsung menutup dengan rapat, mereka berdua yang sudah sekarat kini vitalitas mereka kembali, dan wajah mereka yang sudah pucat kini segar kembali.
Cahaya emas menurunkan mereka kembali ke tanah dan mereka berdua kini membuka matanya dan melihat penolong mereka.
Tolong
Tolong
Tolong nenek ku
Terdengar suara anak perempuan dari dalam rumah yang agak jauh dari tempat Long Tian berada semua penduduk langsung berlari dan Long Tian langsung berteleportasi, terlihat seorang wanita tua yang bersimbah darah dan menutupi seorang anak perempuan di bawahnya, nenek ini sendiri mengalami banyak luka sabetan pedang di punggungnya.
Long Tian langsung mengangkat wanita tua tersebut dengan aura naga dan wanita tua itu kini melayang satu meter di atas lantai rumah itu dengan kondisi telungkup.
"Hukum penciptaan, regenerasi Tubuh" ucap Long Tian sambil mengangkat tangannya ke atas punggung wanita tua itu, cahaya emas kembali keluar dari tangan Long Tian dan menyelimuti tubuh wanita tua tersebut.
Terlihat Luka luka di punggung wanita tua tersebut mulai menutup dan wanita tua yang sebelumnya sudah hendak kehilangan nyawa nya itu kini terlihat lebih segar dan menunjukan bahwa vitalitas nya telah kembali dan kulit nya sudah tidak pucat lagi, luka luka nya sudah menutup seutuhnya dan tidak menimbulkan bekas apapun juga.
Long Tian dengan kekuatan pikiran nya membalikkan tubuh wanita tua itu dan menurunkannya di lantai, dia kemudian menghilangkan cahaya emas tersebut dan memasukan sebutir Pil Penyembuh.
Wanita tua tersebut terbangun berbarengan dengan datangnya pada penduduk desa.
Long Tian kemudian berdiri dan melangkah keluar dari rumah itu dan berpapasan di teras dengan pria sepuh pertama yang ia bantu.
"Tuan, apakah masih ada warga desa ini yang terluka" ucap Long Tian dengan Ramah sambil duduk di kursi teras tersebut di ikuti pria sepuh itu.
"Berkat Tuan muda, semua warga desa ini berhasil di selamatkan, saya tidak tau jika tuan muda tidak datang mungkin kami semua sudah punah dari dunia ini" ucap pria sepuh itu dengan sopan dan mata berbinar.
"Baiklah Tuan bisakah anda beritahukan ke saya ada berapa keluarga di desa ini" ucap Long Tian kembali dengan sopan dan ramah.
"Tuan muda ini hanya desa kecil, kami disini hanya ada 250 keluarga saja" ucap Pria sepuh tersebut dengan ramah.
"Tuan, saya akan melanjutkan perjalanan saya karena takutnya ada desa lain yang mengalami hal seperti di desa ini, mohon terima ini dan bagikan untuk semua warga disini untuk mereka semua membangun dan memperbaiki rumah rumah mereka yang rusak dan bagikan Pil Penyembuh yang ada didalamnya untuk persediaan mereka jika ada dari mereka yang terluka di kemudian hari" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi berisi 250 ribu koin emas dan 1000 pil penyembuh.
"Tuan muda ini sangat berharga, kami tidak pantas menerima ini" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan mencoba mengembalikan cincin dimensi pemberian Long Tian.
"Tuan, apakah harta kita memiliki arti jika hanya disimpan, bukan kah harta akan lebih berarti jika di gunakan, satu koin perunggu mungkin tidak terlalu bernilai untuk ku, tapi tidak untuk yang lainnya, kalian warga desa yang baik, memahami arti hidup yang sesungguhnya, jangan tolak lagi dan segeralah bagikan untuk keluarga yang lainnya" ucap Long Tian sambil berdiri hendak meninggalkan desa itu.
"Tuan muda, siapakah nama anda jika saya boleh mengetahuinya, nama saya sendiri Yu Yuan" ucap Pria sepuh tersebut dengan sangat menghormati Long Tian.