Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
cerita misteri 1


"Aku memang tidak terlalu membutuhkan tidur tapi setidaknya tidur dengan nyenyak juga lebih baik buat ku" ucap Long Tian sambil menggunakan mata emasnya dan mencari kota terdekat.


"Itu sepertinya kota yang cukup besar pasti mempunyai penginapan" ucap Long Tian sambil melihat ke arah selatan dari tempat dia melayang dan langsung berteleportasi ke depan gerbang kota itu.


Long Tian muncul 500 meter di jalanan depan gerbang kota besar dan langsung melangkahkan kakinya menuju gerbang kota besar itu.


"Tuan muda, hari sudah malam apakah ada keperluan anda ke kota kami" ucap seorang prajurit penjaga pintu gerbang dengan ramah


"Tuan, saya sedang dalam perjalanan dan kemalaman, jadi saya sangat membutuhkan kamar untuk menginap, apakah di kota ini ada penginapan" jawab Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda mohon anda memperlihatkan medali klan anda atau anda harus membayar 2 koin emas" ucap prajurit itu dengan ramah sambil menunjuk tulisan disana yang menulis tanpa medali harus membayar 2 keping emas tanpa kecuali.


"Tuan medali saya hilang dalam perjalanan jadi saya membayar saja" ucap Long Tian sambil memberikan 20 keping koin emas.


"Tuan muda maaf hanya dua keping emas bukan 20 Keping" ucap prajurit itu sambil memberikan kembali 18 keping koin emas.


"Tuan, itu untuk anda berdua, dapatkah saya memasuki kota ini, karena saya sudah sangat lelah" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda silahkan ikuti saya, saya akan mengantarkan Tuan Muda ke penginapan terbaik di kota ini" ucap prajurit itu sambil meminta kawannya untuk berganti berdiri menjaga gerbang masuk kota.


Long Tian mengikuti prajurit itu dan dia diantarkan sampai ke dalam penginapan yang sangat besar dengan memiliki lima lantai.


"Tuan muda apakah anda ingin menginap di penginapan kami" ucap seorang wanita yang berjaga di pintu masuk.


"Benar bisakah saya mendapatkan kamar terbaik kalian" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda kebetulan masih ada satu kamar terbaik dan biaya per malamnya hanya 50 keping koin emas saja" ucap wanita tersebut dengan ramah.


"Ini nona dan tolong nanti bawakan saya makanan terbaik kalian" ucap Long Tian sambil memberikan 100 keping koin emas


"Tuan muda maaf 50 keping koin emas sudah termasuk makanan terbaik kami untuk malam ini dan pagi nanti" ucap wanita tersebut dengan ramah mengembalikan 50 keping koin emas.


"Ambil saja untuk anda" ucap Long Tian sambil kemudian membalikan badannya menghadap ke prajurit penjaga gerbang.


"Tuan terima kasih saya sudah mendapatkan kamar untuk saya menginap dan terima lah ini bagikan dengan teman anda di depan, dan jangan lagi menolaknya" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan sebuah cincin dimensi berisi 5000 keping koin emas


"Tuan muda terima kasih" ucap prajurit tersebut sambil berlutut setelah ia menerima dan melihat isi cincin dimensi tersebut.


"Anda orang baik dan jujur, pergunakanlah dengan bijak" ucap Long Tian sambil membantu prajurit itu berdiri dan melangkahkan kakinya memasuki penginapan itu dan meminta wanita pekerja penginapan itu untuk menunjukan kamarnya.


"Oh dewa terima kasih akhirnya aku bisa membeli rumah untuk orang tua ku" ucap prajurit itu sesaat Long Tian menghilang dari pandangannya dan langsung kembali ke gerbang kota.


Long Tian mendapatkan kamar di lantai lima penginapan itu dan kamarnya juga cukup besar dan memiliki ruang tamu.


"Baik Tuan muda, selamat beristirahat" ucap wanita tersebut sambil melangkah keluar dan menutup pintu dan langsung di kunci oleh Long Tian.


Long Tian kemudian memasang segel pertahanan dan setelah itu dia langsung memasuki kamar mandi di kamarnya itu dan langsung membersihkan dirinya dan kemudian melangkah menuju tempat tidur nya untuk beristirahat.


"Malam ini biarkan aku tertidur sebentar" ucap Long Tian sambil memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.


Waktu berganti dan matahari pagi sudah menyinari dunia itu dan Long Tian juga sudah selesai membersihkan dirinya dan sudah menikmati sarapannya.


"Jadi kemana lagi kau ingin aku berada" ucap Long Tian yang berdiri dan langsung berteleportasi, ia kembali menyerahkan keberadaannya kepada dunia itu.


Long Tian percaya bahwa dunia itu akan membawanya ke tempat ia dibutuhkan atau mungkin akan memberikannya keberuntungan.


Long Tian muncul di sebuah jalanan dan di depannya adalah ibukota dunia itu.


"Kenapa dengan ibukota ini, disini bahkan tidak ada peperangan apapun" ucap Long Tian sambil berjalan ke arah gebang ibukota itu dan dia harus membayar 5 koin emas untuk masuk karena tidak memiliki medali.


Dia berjalan di dalam ibukota itu dan tidak menemukan keanehan apapun juga di ibukota, masyarakat juga menjalani hidup dengan normal seolah olah tidak ada masalah apapun.


"Toko pakaian ini sangat mewah, coba aku lihat apakah isi toko ini semewah luarnya" ucap Long Tian sambil memasuki toko pakaian itu.


"Tuan muda silahkan masuk untuk pakaian laki laki ada di lantai dua, mari saya antar" ucap seorang wanita yang berjaga di pintu masuk.


Long Tian kemudian melangkah mengikuti wanita tersebut ke lantai dua dan dia melihat jika di lantai satu itu adalah pakaian untuk wanita dan dia pun berpikiran untuk memberikan hadiah untuk istrinya.


"Nona sebentar, bisakah anda memperlihatkan pakaian wanita yang kualitas terbaik, saya ingin memberikan hadiah untuk istri saya" ucap Long Tian sambil melihat sekitar nya.


"Tuan muda mari ikuti saya, yang kualitas terbaik ada di sebelah sana" ucap wanita pelayan toko itu dengan ramah dan meminta Long Tian mengikuti nya.


"Tuan muda silahkan di pilih" ucap wanita penjaga toko itu dengan ramah saat mereka sudah sampai di bagian dalam yang memang terpajang banyak pakaian wanita dengan kualitas yang bagus.


"Nona saya tidak pintar memilih jadi saya beli semuanya saja" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Tuan Muda maaf satu potong pakaian ini senilai minimal 200 keping koin emas" ucap wanita tersebut dengan ramah.


"Nona lihatlah isinya" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi satu milyar koin emas.


"Tuan muda maaf meragukan anda, saya akan menyiapkan semuanya mohon tunggu sebentar" ucap wanita pelayan toko itu dengan hormat dan mengembalikan cincin dimensi Long Tian dan berlari ke bagian belakang toko namun tidak lama sudah kembali lagi bersama seorang pria sepuh.


"Tuan muda saya pemilik toko ini, biarkan saya yang menyiapkan semua pakaian terbaik untuk istri anda, silahkan jika anda ingin melihat pakaian untuk anda sendiri di lantai dua" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan.