Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Menjadi Patung Es?


Tiba tiba es di sekeliling Long Tian naik ke atas membentuk dinding Empat sisi dan atasnya pun langsung menutup.


Long Tian sama sekali tidak melakukan apapun meski dinding yang mengurungnya bukan buatannya namun alasan dia tidak berbuat apapun karena dinding es ini tidak membahayakannya.


"Dasar aneh, aku cuma nonton saja sampai kau masukan ke dalam kotak es ini" ucap Long Tian dengan kekuatan semesta sehingga menembus ke luar kotak es dan difokuskan hanya untuk kedua pria yang sedang bertarung.


Dengan ilmu mata emasnya Long Tian masih dapat melihat kedua pria itu kini menoleh ke arahnya dan salah satu dari pria itu langsung mengirimkan serangan jarak jauh ke Long Tian.


"Kena kau, jadi kau yang membungkus ku seperti kado ini" ucap Long Tian


"Domain Es" ucap Long Tian lagi dan kini radius satu kilometer tertutup kotak transparan dan anehnya serangan pria itu menghilang.


Long Tian kemudian menyentuh dinding es di depannya dan es itu langsung mencair bahkan atap dinding juga langsung mencair namun anehnya tetesannya tidak mengenai Long Tian hanya sekeliling Long Tian saja.


"Kau pengguna elemen es, sebaiknya menjadi patung es saja" ucap Long Tian sambil mengangkat tangan kanannya ke atas sejajar dengan bahunya.


kaki pria yang menyerang Long Tian kini mulai menjadi es dan terus naik sampai pinggangnya pun menjadi es dan perlahan naik sampai ke dada dan kedua tangannya, hanya leher dan kepala yang tidak menjadi es.


"Apa kau juga mau menjadi es" ucap Long Tian ke pria yang satunya yang langsung mundur saat domain es dia buat.


"Tidak Tuan" ucapnya pelan dengan sangat hormat.


Long Tian melayang ke pria yang kini menjadi es batu tersebut dan melayang dua meter di depan nya.


"Aku cuma nonton tapi kau mengurung ku seperti aku ini hadiah untuk mu, coba kulihat apa isi otakmu" ucap Long Tian sambil mengeluarkan bola kristal kenangan.


Bola kristal kenangan kembali melesat dari tangan Long Tian dan mengambil paksa ingatan pria itu sampai tidak sadarkan diri dan langsung membesar.


"Es buatkan aku kursi" ucap Long Tian pelan namun terdengar oleh pria satunya yang berjarak lima meter darinya.


Es di belakang Long Tian mulai naik dan secara perlahan membuat sebuah kursi untuknya.


Long Tian kemudian duduk di kursi es tersebut dan melihat ingatan pria tersebut secara detail tentang apa yang dilakukan pria itu dan apa yang dilihatnya bahkan saat pria itu mengurung Long Tian pun terlihat.


"Jadi dia ini ingin membunuhmu karena dia ingin mendapatkan istrimu" ucap Long Tian


"Benar Tuan" ucap pria itu sambil duduk di dekat Long Tian.


"Kau kenapa duduk, apa kau akan membiarkan dia hidup" ucap Long Tian.


"Tuan bukankah dia sudah mati" ucap pria itu dengan terlihat wajah heran.


"Belum, baru setengah saja" ucap Long Tian sambil menjentikkan jarinya dan es di badan pria itu mencair dan terus mencair sampai pria itu jatuh ke atas es.


Pria tersebut langsung berdiri dan berjalan ke depan Long Tian.


"Tuan apa boleh saya membunuhnya, dia sudah mempunyai niat jahat untuk istri dan anak saya" ucapnya pelan namun tegas.


Pria itu langsung mendekati


Pria yang sedang terkapar tak sadarkan diri dan langsung memutuskan lehernya.


Dia hanya melakukan satu gerakan dan langsung kembali duduk di dekat Long Tian yang Long Tian sendiri duduk di kursi buatannya.


"Es telanlah" ucap Long Tian dan tubuh tak berkepala itu berikut kepala tanpa tubuh itu secara perlahan di telan oleh Es.


Long Tian menghentikan domain esnya dan kini semuanya kembali normal demikian juga suhu es mulai normal tidak saat domain es dia keluarkan yang menjadi suhu di dalam domain sangat sangat dingin.


"Dimana desa atau kotamu" ucap Long Tian pelan namun ramah.


"Tuan, desa hamba sudah menjadi es, dan semua penduduk saat ini sedang berkumpul di gunung es itu" ucap nya sambil menunjuk gunung es yang cukup tinggi.


"Ayo kita kesana" ucap Long Tian yang melihat banyak orang yang tidak sadarkan diri di kuil di puncak gunung es itu.


Long Tian kemudian berdiri dan kursi es nya langsung mencair membuat pria itu kini terdiam karena Long Tian bisa menciptakan dan menghapuskan tanpa melakukan apapun.


"Ayo kita kesana" ucap Long Tian mengulangi ucapannya dan dia kini sudah melayang di atas es.


Pria itu tersadar dan langsung melesat menuju ke gunung es seakan dia lupa dengan Long Tian dan tiba tiba dia berhenti di udara dan melesat kembali ke Long Tian.


"Maaf Tuan, mari ikuti saya" ucap pria itu dengan hormat dan ramah.


Long Tian ingin menjitak kening pria itu namun dia tidak tega melakukannya jadi dia hanya mengangguk.


Mereka berdua melesat ke puncak gunung dan di sana Long Tian melihat ada sebuah kuil kuno dan juga para penduduk yang sedang tidak sadarkan diri dan sebagian sedang berusaha melawan dingin dengan menggerakkan kedua tangan mereka.


Melihat ini Long Tian menyadari bahwa mereka semua sedang dalam keadaan terluka sehingga mereka yang terbiasa dengan suhu dingin itu pun ikut merasakan dinginnya cuaca.


"Tuan maaf, anak dan istri saya sedang membutuhkan saya, saya mohon diri" ucapnya langsung melesat mendekati seorang wanita yang sedang memeluk seorang anak perempuan kecil usia 5 tahunan.


"Disini bahkan tidak asa pohon untuk di bakar" ucap ya sambil melihat sekelilingnya hanyalah es dan es.


"Es mencairlah jauhi puncak ini" ucap Long Tian pelan namun terdengar oleh semuanya dan semuanya menengok ke atasnya melihat Long Tian.


Namun mereka semua kaget karena Long Tian kini menggunakan kekuatan 100 galaksi untuk mencairkan lapisan es tebal di puncak gunung itu.


Es es mulai mencair mengikuti perkataan Long Tian dan kini bisa terlihat bentuk asli kuil itu dan semuanya mulai berlutut di depan Long Tian, pria yang tadi datang bersama dengan Long Tian kini ikut berlutut di samping istri nya yang masih memeluk anaknya.


"Jadi es ini semua adalah fenomena alam ataukah ada pemicunya, coba aku cair kan kembali benua ini" ucap Long Tian dalam hatinya yang masih melayang dengan kekuatan 100 galaksi.


"Hormat kalian aku terima, Kalian semua duduklah dulu didalam kuil itu dan sekitarnya, aku akan membuat api di sekeliling kalian semua. Tapi ingat jangan ada yang melewati api yang kubuat" ucap Long Tian pelan namun terdengar oleh semuanya dengan sangat mendominasi.


Mereka semua langsung bergerak dan yang masih bisa berdiri membantu mereka yang tergeletak tidak sadarkan diri untuk dimasukan kedalam kuil itu.