
Long Tian kemudian melangkah mendekati tempat tidur itu dan dia melayang setengah meter di atas lantai kamar itu.
"Hukum penciptaan, regenerasi" ucap Long Tian dalam hatinya.
Tangan kanannya terangkat lurus ke depan dengan telapak tangan menghadap ke arah bawah tepat di atas perut kedua wanita itu.
Cahaya emas keluar dari telapak tangannya dan langsung menyebar lalu membungkus kedua wanita beda usia itu dengan sangat cepat sehingga kini kedua wanita beda usia itu berada dalam cangkang cahaya emas regenerasi milik Long Tian.
Cangkang cahaya emas regenerasi itu terangkat tiga puluh sentimeter dari atas tempat tidur itu dan kedua kakak beradik Foo itu melihat semuanya dengan penuh keterkejutan.
Kedua nya melihat jika kulit kedua wanita itu kini sudah mulai membaik dan wajahnya juga mulai terlihat segar, nafas keduanya juga terlihat sudah mulai normal kembali.
Lima belas menit berlalu dan kini keduanya sudah membuka matanya dan semua racun kalajengking gurun juga sudah menghilang semuanya dari tubuh keduanya.
Long Tian kemudian menurunkan mereka berdua lalu menghilangkan cangkang cahaya emas Regenerasi tersebut.
"Kalian jangan dulu bangun, tiduran saja dulu sebentar jika sudah minumlah satu gelas isi poci ini" ucap Long Tian sambil mengeluarkan satu poci teh besar yang berisi teh herbal buatannya.
Keduanya hanya mengangguk tanda jika mereka mengerti maksud Long Tian dan meskipun tubuh mereka berdua sudah pulih mereka masih merasakan jika sendi sendi mereka masih sedikit kaku, dan inilah kenapa Long Tian meminta keduanya untuk tetap di tempat tidur dahulu.
Long Tian kemudian melangkah menuju ke arah kakak beradik Foo itu lalu menyimpan poci teh besar miliknya di atas meja.
"Ayo kita keluar, biarkan keduanya beristirahat dulu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Penguasa" jawab keduanya dengan kompak sambil melangkah keluar mengikuti Long Tian yang sudah lebih dulu keluar dari kamar itu.
Long Tian melangkah menuju teras kediaman Foo Gang dan langsung duduk di kursi yang ada di teras rumah itu di ikuti oleh Foo Gang dan Foo Sui yang duduk di kiri dan kanan Long Tian.
"Hujan turunlah, dan bersihkan semua darah itu" ucap Long Tian dalam hatinya sambil fokus berkomunikasi dengan semesta.
Awan mulai gelap dan petir terdengar bersahut sahutan, hujan pun kemudian turun dengan derasnya.
"Air hujan ini akan membersihkan semua darah dari jalanan kota ini dan Foo Sui aku tau apa yang kau pikirkan, tenang saja hujan ini turun merata di seluruh dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil mengeluarkan satu poci besar teh herbal buatannya dan tiga gelas gioknya lalu menuangkannya ke tiga gelas giok itu.
"Penguasa terima kasih" ucap keduanya dengan kompak dan sopan yang dibalas anggukan kepala oleh Long Tian.
"Penguasa terima kasih anda sudah menyelamatkan nyawa saya dan anak istri saya juga dan telah membantu adik saya satu satunya ini" ucap Foo Gang dengan sangat sopan.
"Tidak usah dipikirkan, ini semua berkat doa kalian" ucap Long Tian dengan ramah.
"Selain yang mengambil alih kota ini apakah masih banyak sekte aliran hitam di dunia ini" ucap Long Tian kemudian.
"Kakak maaf kan aku yang telah salah kira padamu" ucap Foo Sui dengan ramah.
"Sudahlah ini adalah takdir langit, jika kalian tidak di desa yang di tinggalkan itu bukankah kalian tidak akan memiliki kediaman yang seperti sekarang" ucap Long Tian sambil tertawa ringan.
"Benar Penguasa, kakak terimakasih, sekarang kediaman ku 100 kali lipat besarnya dari rumahmu ini" ucap Foo Sui sambil tertawa ringan.
Foo Gang yang tidak mengerti apa yang mereka berdua bahas hanya diam lalu meminum teh herbal buatan Long Tian yang sudah di tuangkan oleh Long Tian ke gelas nya.
Mereka bertiga terus bercerita satu dan lainnya dengan akrab dan Long Tian jadi mengetahui banyak hal tentang dunia saat ini dia berada.
Satu jam berlalu dan kini hujan pun sudah berhenti turun membasahi dunia itu.
"Baiklah aku akan meninggalkan kota ini dan aku akan membuat agar kubah perlindungan desa lima puluh melebar sampai menutup kota ini kalian tidak perlu khawatir karena di saat yang sama semua yang dilintasi kubah cahaya akan tersaring mana yang baik dan mana yang jahatnya" ucap Long Tian dengan ramah sambil kemudian berdiri lalu menyimpan kembali poci teh dan gelas miliknya ke dalam cincin dimensi miliknya.
"Penguasa sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas semua bantuan anda" ucap Foo Gang dengan ramah dan dibalas senyuman oleh Long Tian yang langsung berteleportasi ke atas awan di atas kota itu.
Long Tian kemudian melebarkan kubah perlindungan desa lima puluh sampai menutup kota Foo Gang dan keluar dari kota itu juga sampai radius seratus kilometer.
Long Tian kemudian membuat singgasana awan dan duduk di singgasana awan itu, di juga membuat awan untuk menutup bagian atas kepalanya agar sinar matahari tidak lagi menyinari wajah nya.
Cincin komunikasi Long Tian bersinar terang dan langsung di berikan sedikit Qi olehnya.
"Lapor Penguasa, kapal dunia naga berangkat menuju galaksi ke tujuh puluh empat untuk memulai pembersihan oleh pasukan wanita" terdengar suara Long Yu melalui cincin komunikasi itu.
"Bagus, lanjutkan saja tetap sampaikan ke mereka untuk selalu berhati hati" jawab Long Tian melalui cincin komunikasi itu.
"Baik Penguasa, terima kasih" jawab Long Yu melalui cincin komunikasi kembali.
"Kota ini sudah bersih, namun ada apa dengan gunung besar itu, kenapa kubah pelindung ku tidak bisa memasukinya, awan dekati gunung besar itu" ucap Long Tian berbicara sendiri dan awan pun bergerak ke atas satu gunung besar yang memang terlewati oleh kubah perlindungannya padahal gunung besar itu berada tepat di antara desa lima puluh dan kota Foo Gang.
Awan bergerak dengan cepat dan kini awan sudah tepat di atas puncak gunung besar itu dan Long Tian melihat jika ada perkampungan penduduk di puncak gunung besar itu.
"Foo Sui apakah anda tahu perkampungan penduduk di atas puncak gunung dekat kota mu" ucap Long Tian melalui telepati ke Foo Sui.
"Tidak Penguasa, hamba tidak mengetahui hal itu, karena area puncak gunung itu sendiri tidak bisa kami masuki, radius satu kilometer dari puncak gunung ada sesuatu yang membatasinya sejak dahulu" jawab Foo Sui melalui telepati.
"Baiklah biar aku periksa saja" ucap Long Tian melalui telepati kembali.