Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Menyatukan dua kerajaan 2 end


"Baik Penguasa" ucap mereka sambil memberikan penghormatan dan terbang melesat kembali ke pasukan perang mereka.


Long Tian menarik nafas melihat mereka berdua.


"Kalian itu orang baik, sayang kalian berdua kurang tegas" ucapnya pelan.


Long Tian langsung melesat menuju sekte itu dan tujuan nya adalah ruang harta sekte itu.


Dia kini berada di sebuah Goa besar yang tidak dia lihatkan kepada kedua raja itu dan di hadapannya terlihat menumpuk harta milik sekte itu dengan jumlah yang sangat banyak, tidak membuang waktu semua harta itu langsung dipindahkan ke ruang harta miliknya di istana dunia jiwa.


Long Tian langsung meninggalkan Goa tersebut dan dia kembali melayang di atas gunung itu.


"Pengendalian Alam, Tanah telanlah" ucap Long Tian pelan sambil kedua tangannya diangkat keatas dan dia turunkan perlahan.


Tanah di bawahnya bergetar, semua bangunan disana hancur akibat getaran tanah itu dan kemudian tanah mulai menarik semua nya secara perlahan ke dalamnya, hanya menyisakan pepohonan di gunung itu.


Long Tian memang sengaja melakukan itu karena banyaknya racun yang tersebar di sana dan di berpikir Goa Goa itu juga masih bisa digunakan oleh penduduk nantinya, Dia kemudian melesat ke atas awan dan melayang di atas awan.


"Pengendalian Alam, hujan turunlah" ucap Long Tian sambil kembali mengangkat kedua tangannya dan menurunkannya perlahan.


Awan awan di bawah Long Tian mulai menjadi gelap dan perlahan hujan turun dengan derasnya di seluruh bagian dunia itu.


Dia sengaja melakukan hal ini karena dia melihat dunia ini kekeringan dan sudah lama tidak turun hujan.


Dengan mata emasnya dia melihat penduduk beberapa desa yang bersorak gembira dengan turunnya hujan ini seolah olah mereka memang mengharapkan hujan ini turun.


Sudah lima jam hujan turun dengan derasnya di dunia itu dan kini langit mulai kembali cerah, matahari sore itu kembali bersinar dengan sangat terang seolah berusaha mengeringkan dunia itu.


Dia melihat jika kedua raja itu melesat menuju gunung bekas sekte aliran hitam dan dia pun langsung turun dari atas awan, duduk di sebuah batu datar yang ada di atas puncak gunung sambil menunggu keduanya datang.


Mereka berdua langsung berlutut kembali dan keduanya sudah membuka pertahanan jiwa mereka.


"Penguasa pasukan hamba sudah kembali ke kerajaan hamba dan kami juga sudah mendamaikan mereka dan kami juga sudah meminta agar menghancurkan tembok pembatas agar semua warga bisa menjadi rukun" ucap Raja Loi sambil berlutut.


"Penguasa maafkan hamba yang telah gagal karena membiarkan adanya para pengikut ras iblis darah di wilayah kerajaan hamba" ucap Raja Xio yang juga berlutut.


Long Tian tersenyum dan memberikan kontrak jiwa kepada mereka berdua.


"Kalian berdua duduklah, batu ini masih cukup besar untuk kita semua" ucap Long Tian dengan ramah.


"Terima kasih penguasa" ucap mereka berdua sambil duduk di samping kiri dan kanan Long Tian.


"Lihatlah bagaimana alam ini memberikan kalian keindahan seperti ini" ucapnya sambil menunjuk pegunungan di depannya dan kedua raja itu mengangguk menyetujui ucapan Long Tian.


"Peperangan ratusan juta tahun yang lalu telah merubah tatanan dunia dan kalian juga mengetahuinya, seharusnya kalian menyadari hal ini dan memperbaiki kesalahan masa lalu kita semua" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum.


"Terimalah cincin ini, dan kalian berdua pahami semua tulisanku di kitab yang ada didalamnya, aku harap kalian semua bisa menjalin persaudaraan dengan semua dunia dan galaksi nantinya" ucap Long Tian sambil memberikan masing masing satu cincin dimensi.


Mereka berdua menerima cincin dimensi itu dan melihat isinya dan terkejut dengan isi dari cincin dimensi pemberian Long Tian yang sangat berharga.


"Ingatlah, jika kita memberikan ruang untuk para pengikut ras iblis darah maka ras iblis darah akan membuat kehancuran lagi di dunia kita semua, teruslah berbuat baik dan ingatlah tidak akan ada raja jika tidak ada rakyat dan semua bawahan kalian, jadi dahulukan kepentingan mereka semua namun tegaslah jangan takut menghapus keberadaan orang orang yang hanya bisa merusak" ucap Long Tian dengan ramah.


"Baik Penguasa, saya akan selalu mengingat pesan penguasa" ucap Raja Xio.


"Penguasa, hamba akan selalu mengingatnya dan atas nama para penduduk hamba mengucapkan terimakasih penguasa sudah berkenan mampir di dunia kami dan memberikan hujan untuk kami" ucap Raja Loi dengan sangat hormat.


"Kalian rawat dunia ini maka hujan akan lebih sering turun untuk kalian semua" ucao Long Tian sambil tersenyum dan dengan kekuatan nya dia membuat pengaturan agar hujan turun setiap beberapa hari di dunia itu.


"Kalian berdua ingatlah dua pemimpin itu baik namun satu pemikiran jauh lebih baik" tambahnya lagi sambil kembali tersenyum.


"Baik Penguasa, saya memahami maksud penguasa" ucap raja Loi


"Baik Penguasa, terimakasih atas pencerahannya" ucap Raja Xio.


"Apakah ada masalah yang kalian hadapi di dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah dan tersenyum.


"Penguasa kami berdua sudah mendapatkan solusinya, masalah kami hanya dua sekte aliran hitam dan hujan" ucap Raja Loi dengan sopan.


"Benar penguasa, kami sudah tidak lagi memiliki permasalahan." Jawab Raja Xio.


" Baiklah jika demikian, aku akan melanjutkan perjalanan, kalian berdua ingat semua pesanku" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menghilang dari tempat itu membuat kedua raja kaget dan saling berpandangan.


Kedua raja itu tersadar dan langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian, mereka juga berdoa untuk Long Tian.


"Loi, untuk penguasa tidak marah atas kelalaian ku" ucap Raja Xio dengan ramah yang kini sudah duduk kembali di sebelah Raja Loi


" Benar Xio, jika saja beliau marah mungkin kita juga sudah menjadi abu dan kita beruntung dengan kahadiran penguasa, masalah kekeringan di dunia ini kini teratasi" jawab Raja Loi dengan ramah.


" Loi semua tembok perbatasan kita hancurkan saja agar penduduk bisa saling menjalin persaudaraan antar kerajaan." Ucap Raja Xio sambil tersenyum hangat.


"Xio, itu harus kita hancurkan, sudah ratusan tahun kita menyusahkan penduduk gara gara tembok tembok perbatasan itu, toh kita dan semua penduduk juga tau mana batas kerajaannya" ucap Raja Lio sambil tertawa ringan.


"Sudah lama kita tidak bermain catur, bagaimana jika kita bermain dulu dan yang kalah yang bertugas merubuhkan tembok tembok pembatas itu" ucap Raya Xio sambil mengeluarkan papan catur dan menyusun pion pionnya.


"Baiklah kakek tua siap siaplah kau berkeliling menghancurkan tembok tembok itu, bukankah aku selalu yang menang" ucap Raja Loi sambil menyusun pion pion caturnya.


Long Tian yang melihat kedua nya dari atas awan sudah mulai akur dan bahkan sampai bermain catur tersenyum karena kini dua kerajaan sudah bersatu.