Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 28 part 7


"Baik Tuan" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum dan mengikuti kepala desa itu.


Long Tian mengikuti kepala desa itu memasuki peternakan kuda itu dan mereka sampai di sebuah kandang terbuka yang sangat luas.


"Tuan apakah ini semua kuda yang siap anda jual" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat kuda kuda yang di lepas di kandang terbuka itu.


"Benar Tuan muda, kuda kuda ini semuanya ada 1500 ekor dan semuanya juga kuda tunggang, saya juga masih memiliki di kandang lainnya jika tidak ada yang cocok untuk Anda disini" ucap kepala desa itu dengan ramah.


"Maaf Tuan, berapa harga kuda kuda anda ini" ucap Long Tian dengan ramah dengan pandangan tetap ke kuda kuda yang sedang memakan rumput.


"Tuan muda kuda kuda saya ini hanya seratus keping koin emas saja per ekornya, tapi saya memiliki kuda yang cocok untuk anda namun sedikit lebih mahal dari kuda kuda ini" ucap kepala desa itu sambil meminta Long Tian mengikutinya.


Mereka sampai di sebuah kandang terbuka yang kecil dan hanya seratus ekor disana.


"Ini kuda siluman, dan mereka bisa berlari dengan sangat kencang juga sangat kuat, saya menjualnya senilai 250 keping koin emas saja, karena jika di kota kuda kuda siluman ini bahkan bisa sampai 500 keping emas" ucap kepala desa itu sambil tersenyum ramah.


"Maaf Tuan, apakah ada kuda terbang" ucap Long Tian dengan serius.


"Tuan muda saya memiliki kuda kuda terbang namun harga nya jauh lebih mahal" ucap Kepala desa itu dengan serius.


"Tuan bisakah anda memperlihatkannya kepada saya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda, Mari ikuti saya" ucap kepala desa itu sambil melangkah ke arah sebuah bangunan besar yang terlihat tidak jauh dari tempat mereka berada.


Long Tian mengikuti kepala desa itu sambil melihat ke sekelilingnya dan dia melihat jika kepala desa itu memiliki banyak pekerja disana.


"Tuan muda mari masuk" ucap kepala desa itu sambil melangkah memasuki bangunan besar yang merupakan kandang kuda.


Kuda kuda terbang terlihat disana dan ada seratus ekor dengan berbagai warna dan corak kulitnya.


"Tuan muda semua kuda terbang ini sudah terlatih dan mereka bisa terbang sampai satu bulan penuh jika anda mau, namun kuda kuda terbang ini harga satunya saya jual lima ratus ribu keping koin emas" ucap pria sepuh yang merupakan kepala desa itu.


"Kuda kuda terbang ini kuda siluman yang berusia jutaan tahun dan mereka sangat langka, bahkan di dunia ini saya rasa hanya saya yang memiliki kuda kuda terbang ini" ucap pria sepuh itu kembali sambil tertawa ringan.


Seekor kuda terbang mendekati Long Tian dan tampak jika kuda yang satu itu tidak terpengaruh oleh aura naga Long Tian karena semua kuda lainnya berusaha menjauhinya.


Kuda terbang ini memiliki satu tanduk dengan kulit yang berwarna putih polos termasuk rambutnya namun di kepalanya ada tanda petir berwarna emas.


"Hormat kepada Penguasa" ucap kuda terbang itu melalui telepati ke Long Tian.


"Berapa usiamu, dan kenapa kuda petir surgawi ada di dunia ini" ucap Long Tian melalui telepati


"Usia hamba sudah lima juta tahun dan hamba di lahirkan di dunia ini" ucap kuda terbang bertanduk itu melalui telepati ke Long Tian.


"Tuan saya akan membeli semua kuda kuda anda baik kuda kuda terbang ini maupun kuda yang ada di luar" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan mengelus kepala kuda terbang bertanduk itu.


"Tuan muda apakah anda serius dengan hal ini" ucap kepala desa itu dengan kaget.


"Tuan periksa saja jika kurang maka saya masih memiliki lebih banyak" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima ratus juta keping koin emas.


"Tuan mereka semua kumpulkan saja jadi satu dan nanti saya sendiri yang akan membawa mereka, pegang saja dulu dan hitunglah berapa semua yang harus saya bayarkan jika kurang sampaikan lah" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memasuki kandang kuda terbang itu.


Kuda terbang putih bertanduk itu langsung berlutut dan merapatkan sayapnya.


Long Tian menaiki kuda terbang itu dan kuda itu pun langsung berdiri sambil mengepakkan sayapnya.


"Penguasa bisakah anda memberi saya kontrak jiwa agar kita selalu terhubung" ucap kuda terbang putih bertanduk itu melalui telepati.


Long Tian yang ada di atas kuda putih bertanduk itu, langsung memberikan kontrak jiwa.


"Penguasa terima kasih" ucap kuda terbang putih bertanduk itu melalui telepati.


Long Tian langsung mengarahkan kuda itu untuk terbang melintasi pembatas kandang dan keluar dari bangunan besar itu sambil melayang satu meter dari tanah.


Kepala desa itu memanggil semua pekerja peternakan dan meminta para pekerjanya untuk menyiapkan pesanan Long Tian, sementara Long Tian sendiri sedang berjalan jalan di sekitar kandang terbuka dengan kuda terbangnya.


"Mulai saat ini Namamu adalah Leiji" ucap Long Tian bertelepati ke kuda terbang putih bertanduk nya.


"Penguasa terima kasih" ucap Leiji melalui telepati dan terbang ke atas dengan sangat cepat.


Long Tian menikmati hal ini karena Leiji sangat lincah dan juga sangat merespon semua gerakan dan arah yang diinginkan Long Tian.


"Leiji apakah pria sepuh itu baik kepada kalian selama ini" ucap Long Tian melalui telepati ke Leiji


"Dia sangat baik dan menyayangi kami semua tanpa membedakan kami, sering kali dia bahkan bercerita ke kami meski kami tidak pernah bertelepati kepadanya" ucap Leiji melalui telepati.


"Turunlah dekati dia" ucap Long Tian sambil menepuk leher Leiji.


Leiji melesat mendekati pria sepuh kepala desa itu yang sedang melihat mereka berdua.


"Tuan muda semuanya sudah saya kumpulkan dan semua hanya 450 juta keping koin emas saja, ini sisanya saya kembalikan" ucap kepala desa itu dengan ramah dan menyerahkan cincin dimensi milik Long Tian itu.


Long Tian menerima cincin dimensi itu dan dia pun turun dari atas Leiji.


"Tuan muda kuda sebanyak ini mau anda bawa bagaimana" ucap kepala desa itu dengan terlihat wajah bingungnya sambil menunjuk ribuan kuda yang bercampur di kandang terbuka yang sangat luas.


"Tuan tidak perlu khawatir tapi bolehkan pagar pembatas ini saya beli juga" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda, silahkan jika anda berminat, saya berikan saja untuk anda pagar pembatas ini" ucap Kepala desa itu dengan ramah.


Long Tian hanya tersenyum dan dia menteleportasikan kandang terbuka itu beserta semua kudanya ke halaman belakang istana dunia naga.


Dalam hitungan detik ribuan kuda itu menghilang berikut pagar pembatas kandang terbuka itu dan hanya Leiji yang tersisa.


Kepala desa itu sampai terjatuh dan berlutut saking dia kagetnya melihat jika semua kuda dan pagar pembatas kandang itu hilang dalam sekejap.


"Tuan muda kemana ribuan kuda kuda ini" ucap Kepala desa itu sambil berlutut ke arah kandang terbuka yang tadinya dipenuhi oleh kuda sekarang menjadi lapangan kosong saja.