
Sementara itu Long Tian yang berada di lantai dua toko pakaian besar itu sibuk melihat semua pakaian di sana sampai kemudian wanita muda yang menyambut nya tadi di bawah mendatangi nya.
"Tuan muda, anak buah saya sudah melayani semua kebutuhan dari mereka, apakah anda juga ingin membeli pakaian untuk anda" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Nona apakah saya bisa memesan pakaian untuk sekte baik pakaian biasa maupun jubahnya" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda tentu saja bisa, berapa banyak yang anda ingin pesan" ucap wanita muda itu dengan sangat sopan.
"Nona saya ingin memesan sebanyak satu juta dulu saja untuk semua usia tentunya" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda mari ikuti saya sebentar, sebaiknya kita berbicara hal ini di ruangan saya saja" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum hangat dan mengajak Long Tian untuk mengikutinya ke ruangan nya yang ada di lantai tiga toko pakaian itu.
Long Tian kemudian mengikuti wanita muda itu dengan berjalan di belakangnya dan mereka pun memasuki sebuah ruangan besar di lantai tiga toko pakaian besar itu.
"Tuan muda silahkan duduk, dan apakah anda sudah memiliki gambaran mengenai pakaian yang ingin anda pesan itu" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Nona apakah saya bisa meminta kertas dan pena anda sebentar" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Ini Tuan muda" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil memberikan beberapa lembar kertas dan sebuah penanya yang langsung di terima oleh Long Tian.
Long Tian kemudian menggambarkan pakaian yang dia inginkan, dan dia tidak hanya menggambar pakaian melainkan juga jubah jubah untuk seragam sekte barunya.
Jubah berwarna putih dengan lambang naga emas di bagian belakang dan depan kanannya dan memiliki tulisan "sekte pilar naga emas" lalu memberikannya kepada wanita muda itu.
"Tuan muda apakah ada bahan khusus yang anda inginkan" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Nona tentu saja bahan pakaian terbaik dan juga kuat karena akan dipakai untuk pertarungan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Tuan muda, jika demikian kami memerlukan waktu tiga bulan untuk menyiapkan pesanan anda ini dan satu pakaian ini senilai sepuluh keping emas termasuk dengan jubahnya jadi semuanya senilai sepuluh juta keping koin emas, nanti saya akan melebihkan dua ratus pakaian untuk para tetua dan juga master sektenya" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil menulis semua pesanan Long Tian itu.
"Nona bisakah anda mengantarkan pakaian ini ke sekte yang akan berdiri di puncak gunung terbesar di samping kota ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda tentu saja bisa, tiga bulan lagi kami akan mengantarkannya dan ini bukti jika anda sudah membelinya dari kami" ucap wanita muda itu dengan ramah namun wajahnya terlihat menyimpan sesuatu yang ingin dia tanyakan ke Long Tian.
"Nona apakah ada sesuatu yang ingin anda tanyakan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda setahu saya dia atas puncak gunung itu tidak ada sekte apapun" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum hangat.
"Saat ini belum tapi Besok sudah ada, anda jangan khawatir dengan hal itu, dalam tiga bulan antarkan saja kesana dan anda akan melihat jika apa yang saya katakan adalah kenyataan" jawab Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Baik Tuan muda, maaf ada satu lagi yang ingin saya tanyakan kepada anda, kenapa anda membantu nenek dan cucu perempuannya itu" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Nona, sudah kewajiban kita untuk saling membantu sesama, dan jika kita mampu dengan harta maka kita bantu dengan harta, jika kita mampu dengan tenaga maka dengan tenaga kita bantu nya atau mungkin jika tidak maka kita bisa bantu sesama dengan doa" ucap Long Tian dengan ramah.
"Terima kasih Tuan muda anda sudah membuka pemikiran saya" ucap wanita muda itu dengan ramah.
Mereka berdua terus berbincang di dalam ruangan itu sampai setengah jam kemudian pintu ruangan itu ada yang mengetuknya.
Wanita muda itu membuka pintunya dan terlihat jika nenek dan cucunya itu yang datang di antar oleh seorang wanita pekerja di toko pakaian besar itu.
"Tuan muda terima kasih" ucap wanita sepuh dan cucu perempuannya itu dengan kompak dan sangat sopan yang di balas senyuman oleh Long Tian.
"Nona apakah semuanya sudah selesai" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda ini pakaian untuk nenek dan cucunya dan ini cincin dimensi anda, lalu ini perincian semuanya" ucap wanita muda itu sambil memberikan dua buah cincin dimensi dan sebuah kerja yang berisi pembelian mereka disana.
Long Tian kemudian memberikan cincin dimensi yang berisi pakaian itu ke wanita sepuh itu lalu menyimpan kembali cincin dimensi miliknya.
"Nona kami pamit" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berdiri di ikuti oleh semuanya.
"Tuan muda terima kasih" ucap wanita muda itu dengan ramah lalu mengantar mereka bertiga untuk meninggalkan toko pakaian nya.
"Nek dimana kalian berdua tinggal" ucap Long Tian dengan ramah sambil berjalan di samping kanan wanita sepuh itu dan anak perempuan itu berjalan di kiri nya.
"Tuan muda kami tinggal di pinggiran kota ini dan kami malu jika harus mengajak anda kesana" ucap wanita sepuh itu dengan ramah.
"Ayo kita makan dulu, hari sudah semakin siang, sebaiknya kita mengisi perut kita dahulu" ucap Long Tian sambil membawa kedua nya ke sebuah rumah makan mewah yang ada di dekat mereka.
"Nona bisa saya meminta ruangan khusus" ucap Long Tian ke wanita muda yang berjaga di pintu masuk rumah makan itu dengan ramah.
"Tuan muda mari ikuti saya" ucap wanita muda itu dengan ramah lalu mengajak mereka bertiga ke dalam rumah makan itu dan mereka bertiga mendapatkan satu ruangan besar di lantai tiga rumah makan itu.
"Nona tolong hidangkan masakan terbaik kalian untuk kami" ucap Long Tian saat mereka sudah di ruangan khusus itu sambil memberikan sebuah kantong penyimpanan yang berisi dua ratus keping koin emas.
"Tuan muda ruangan ini hanya seratus Keping Koin Emas dan sudah termasuk untuk makan berlima" ucap wanita muda itu sambil berusaha mengembalikan seratus Keping Koin Emas namun di tolak oleh Long Tian.
"Nona buat anda saja" ucap Long Tian sambil kemudian duduk di kursi yang dekat dengan jendela dan nenek dan cucu perempuannya duduk di depan Long Tian sedangkan wanita muda itu langsung meninggalkan mereka bertiga.
"Tuan muda kenapa anda sangat baik kepada kami" ucap wanita sepuh itu sambil menundukkan kepalanya.
"Nek, saya hanya ingin membantu kalian saja tidak ada alasan apapun, jika saya boleh tahu bisakah saya mengetahui kenapa anda yang berkultivasi tingkat pencipta langit tahap akhir bisa seperti saat ini dan kemana ayah ibu anak ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat keduanya.
"Tuan muda nama saya adalah Yuji saya sebelumnya adalah seorang tetua sekte namun setahun yang lalu sekte kami di serang dan anak laki laki saya yang merupakan ayah anak ini meninggal disana sedangkan ibunya sudah meninggal waktu melahirkannya, saya berhasil membawa cucu perempuannya saya ini keluar dari sana, kami sudah berkeliling ke banyak desa dan kota untuk mencari suami saya yang saat itu meninggalkan sekte untuk menjadi perwakilan sekte untuk aliansi sekte aliran putih, kami berdua yakin jika suami saya masih hidup" ucap wanita sepuh itu menjelaskan dengan sopan dan terlihat jika matanya mulai basah.
"Nek siapa nama suami nenek" ucap Long Tian dengan ramah.
"Suami saya bernama Jima biasa di panggil semua orang sebagai tetua Jima, apakah tuan muda mengenal suami saja" ucap wanita sepuh yang bernama Yuji itu dengan hormat.
"Saya mengenalnya dan saya juga sudah menolongnya karena dia mengalami luka dalam akibat pertarungan satu tahun yang lalu itu, sudah jangan khawatir kalian aku pastikan akan bertemu dengan nya lagi" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda anda sungguh dewa penolong kami, terima kasih" ucap wanita sepuh bernama Yuji itu dengan ramah dan di balas senyuman oleh Long Tian.
"Jima apakah kau mengenal Yuji" ucap Long Tian melalui telepati ke tetua Jima.
"Penguasa, dia istri saya yang juga menjadi korban saat sekte kami di serang oleh aliran hitam" ucap tetua Jima melalui telepati.