Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Menonton di danau es


"Kita beberapa hari yang lalu berdoa agar Sang Penguasa 100 Galaksi Dewa Naga Emas Long Tian datang membantu kita semua, karena kita semua percaya akan sosoknya yang selalu diceritakan oleh para leluhur kita semua, dan ternyata dongeng sebelum tidur itu adalah nyata, dewa yang barusan membantu kita adalah sang penguasa 100 galaksi Dewa Naga Emas Long Tian, dia memberikan untuk kita membangun ulang desa kita senilai lima juta koin emas dan memintaku untuk membagikan secara merata untuk kalian semua termasuk kalian akan mendapatkan sebutir Pil Penyembuh, penguasa juga sudah membuat segel perlindungan untuk desa kita jadi kita tidak perlu lagi takut akan serangan perampok atau serangan lainnya" ucap kepala desa menggunakan Qi mendalamnya yang kini berdiri menghadap ke warganya.


Semua orang disana langsung bersujud dan mendoakan Long Tian dengan air mata bercucuran, menangis bahagia atas semua kebaikan Long Tian.


"Terima kasih Penguasa sudah datang menjawab doa kami" ucap kepala desa didalam hatinya sambil melihat ke langit lalu dia mulai membagikan secara merata koin emas dan sebutir Pil Penyembuh kepada semua warga nya.


Long Tian tidak mengetahui hal ini karena kini dia ada di dalam hutan yang sangat lebat.


"Hutan lagi aja, dan hutan ini kenapa mempunyai aura kematian yang sangat pekat." Ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya. 


Long Tian melesat ke atas dan melayang 5 kilometer di atas Tanah dengan menggunakan mata emasnya dia mengawasi setiap bagian hutan itu.


"Seperti mengenang masa lalu" ucap Long Tian sambil tersenyum.


"Jadi kalian perampok yang sangat besar ya, sampai memiliki lima juta orang di markas kalian" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menggerakan tanganya dia membuat segel kutukan darah dan saat dia menunjuk ke arah markas perampok itu bola cahaya kecil berwarna merah kehitaman langsung keluar dari jari telunjuknya dengan jumlah jutaan dan melesat menuju markas perampok untuk melaksanakan tugas mereka.


"Maaf aku terlalu malas untuk berolahraga hanya untuk sampah seperti kalian" ucap Long Tian sambil kembali menggerakkan tangannya membuat segel penghapus jiwa dan menunjuk ke atas Langit.


Long Tian memasang segel penghapus jiwa bukan di langit dunia ini namun di angkasa semesta ini.


"Semua dari semesta ini, tidak perlu ke neraka, aku tidak mau bermusuhan dengan yama sang dewa neraka" ucapnya sambil kembali memperhatikan markas para perampok itu.


"Sepertinya sudah selesai, coba aku lihat apa yang kalian miliki di ruang bawah tanah kalian yang kalian sembunyikan itu" ucapnya sambil berteleportasi ke ruang bawah tanah yang dia lihat dengan mata emasnya.


Long Tian muncul di ruang bawah tanah itu dan melihat sekelilingnya.


"Kalian sudah berapa ratus tahun mengumpulkan ini semua, sampai bisa sebanyak ini harta kalian" ucap Long Tian berbicara sendiri melihat tumpukan koin emas, perunggu dan perak serta tumpukan tael emas dan perhiasan, ada juga tumpukan artefak dan senjata maupun kitab dan gulungan kuno juga menumpuk.


Long Tian mendekati tumpukan artefak dan menemukan sepuluh artefak menara yang berisi dunia kecil, dan dengan kekuatan mata emasnya dia melihat jika semuanya penuh dengan ras iblis darah namun tidak memiliki kultivasi yang kuat semuanya masih dibawah tingkat Dao.


Long Tian kemudian mengirim segel pembatas jiwa ke dunia kecil didalam artefak menara menara itu dan membiarkan mayat nya, namun dia kemudian membuat pengaturan waktu 250 tahun di dunia dunia kecil itu.


Long Tian kemudian memindahkan semua harta di sana ke ruang harta dunia jiwanya agar mudah jika dia menginginkan sesuatu.


Kini ruangan itu sudah kosong dan hanya 10 artefak menara yang kemudian dia simpan di cincin dimensinya.


"Pengendalian Alam, Tanah telanlah" ucap Long Tian sambil membuat gerakan tangan.


Seperti biasa setelah dia mengucapkan itu tanah langsung bergetar dan dia kini melihat jika semua bangunan mulai roboh dan tertelan kedalam tanah.


"Beres, apa ada lagi" ucapnya sambil tersenyum dan berteleportasi secara acak kembali.


Long Tian kali ini muncul di sebuah danau es dan benar benar semuanya di sana adalah es.


"Kenapa dengan danau es ini" ucapnya sambil berlutut dan memegang es di bawahnya.


"Dibawah sini tidak ada apa apa, hanya saja ada pertarungan lima kilometer di depanku" ucap Long Tian


"Sayang sekali ini bukan es abadi, jika ini danau es abadi akan aku masukan ke dunia jiwaku" ucap Long Tian.


"Penguasa maafkan hamba, warga dunia jiwa kini kosong semua memilih ikut pindah ke dunia kecil hamba" ucap Shi Ju bertelepati.


Long Tian kemudian mengirimkan sedikit Qi ke cincin komunikasi dan berbicara " kenapa kau tidak memakai cincin telekomunikasi yang ku buat, itu pilihan penduduk tidak apa apa jika mereka ingin pindah" ucapnya sambil menghentikan pengiriman Qi nya.


Cincin telekomunikasi Long Tian bersinar dan Long Tian langsung memberikan sedikit Qi nya "Maafkan aku penguasa, aku lupa ada cincin ini" suara Shi Ju terdengar.


Long Tian kemudian berjalan di atas danau es itu menuju pertarungan yang ada di depannya, dia sengaja memilih berjalan karena ini hal baru untuknya bisa berjalan di atas es meskipun sangat licin dan dia harus menggunakan kekuatan dunia untuk menstabilkan tubuhnya.


"Ternyata berjalan diatas es lebih susah dari pada berjalan di atas air" ucapnya berbicara sendiri sambil terus melangkah menuju pertarungan.


"Kenapa aku jadi seperti bayi baru belajar berjalan " ucap Long Tian yang nyaris terjatuh namun kembali dapat menstabilisasi tubuhnya.


Long Tian terus melangkah dan kini sudah berjarak satu kilometer dari pertarungan dan melihat dua orang dengan kultivasi dao semesta tahap akhir sedang bertarung dan dia melihat ada sebuah batu besar yang datar lima ratus meter dari pertarungan.


"Nonton pertarungan mereka dari batu itu boleh juga" ucap Long Tian sambil tetap melangkah mendekati pertarungan atau lebih tepatnya ke batu besar yang datar melebar.


Long Tian kini duduk di batu besar dengan sikap Lotus dan melihat mereka yang sedang bertarung hidup mati.


"Mereka berdua ini sangat terbiasa bertarung di atas es ini, dan mereka berdua benar benar menguasai elemen es ya meski hanya elemen es tanpa inti es namun itu sudah sangat bagus buat mereka berdua" ucap Long Tian pelan berbicara sendiri lalu dia mengeluarkan apel emas dan menikmati pertarungan sambil memakan apel emas