Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Luka pertama 1


"Sepertinya sudah tidak ada lagi yang harus aku lakukan di dunia ini" ucap Long Tian sambil berteleportasi secara acak menuju dunia kedua di semesta pertama galaksi kesebelas ini menyerahkan keberadaannya kepada dunia kedua.


"Malam sudah mulai datang dan aku malah dikirim ke hutan" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya.


"Baiklah mari kita berkemah jika begitu, ucap Long Tian sambil melangkah memasuki bagian dalam hutan itu mencari areal untuknya beristirahat.


"Tanah ini cukup luas dan seharusnya aku memiliki artefak rumah kecil" ucap Long Tian sambil tersenyum dan membersihkan area di depannya.


"Pengendalian Alam, tanah buatkan gubuk untukku" ucapnya pelan sambil mengangkat keduanya ke atas secara perlahan.


Tanah di depannya kini mulai bergerak naik secara perlahan mulai membentuk sebuah gubuk dengan satu kamar tidur dan tempat tidur dari tanah, gubuk itu juga memiliki teras.


Hanya beberapa menit gubuk tanah pun jadi dan Long Tian melangkah menuju teras gubuknya dan duduk di kursi tanah yang dia buat sambi mengeluarkan Poci Teh beserta satu gelas giok.


"Tidak ada yang lebih nikmat daripada sendiri dan menikmati teh herbal ini" ucapnya sambil meminum perlahan teh herbal nya.


Long Tian benar benar menikmati momen seperti ini seolah bahwa tiada hari esok, bahkan langit pun bercahaya terang menerangi area hutan itu.


"Malam sudah semakin larut dan aku tidak tahu kenapa kau mengirimkan aku kesini namun malam ini aku mau istirahat." Ucap Long Tian sambil menyimpan poci dan gelas gioknya kedalam cincin dimensinya.


Long Tian berdiri dan melangkahkan kakinya memasuki satu satunya ruangan yang ada di gubuk tanahnya, dia melapisi tempat tidur tanah itu dengan kain yang dia ambil dari cincin dimensinya dan langsung merebahkan dirinya.


"Biarkan aku istirahat malam ini" ucapnya sambil memejamkan matanya.


Matahari pagi sudah bersinar dan Long Tian sudah duduk di teras gubuk tanahnya sambil menikmati apel emas dan teh herbalnya.


"Udara pagi yang sangat segar, hutan ini benar benar masih sangat alami" ucap Long Tian sambil melihat sekitarnya.


Long Tian kemudian melangkah meninggalkan gubuknya dan dia hanya berjalan mengikuti jalanan kecil yang dia temukan.


Satu jam sudah dia berjalan dan jalanan itu membawanya ke sebuah Goa yang cukup besar yang langsung di masukinya.


"Nak, siapa namamu kenapa kau memasuki peristirahatan ku" ucap seorang pria sepuh yang tiba tiba muncul di depan Long Tian dan berusaha menekan Long Tian dengan aura kematian yang sangat pekat.


"Maafkan saya, saya hanya mengikuti kaki ini melangkah" ucap Long Tian dengan tenang yang tidak terpengaruh oleh tekanan aura kematian itu.


"Nak, menyerahlah meski kultivasi kita sama namun pengalaman bertempur ku jauh melebihi mu" ucap pria sepuh itu sambil menggerakkan tangan nya dan membuat segel pembatas di Goa itu.


"Terima kasih atas segelnya karena saya tidak harus membuat nya" ucap Long Tian dengan tenang


Dua pedang Qi melesat ke Long Tian dengan cepat dan mengarah ke dada dan lehernya.


Long Tian langsung mengeluarkan dua pedang Qi yang sama dengan niat pedangnya dan keempat Qi pedang itu langsung beradu


Booom


Booom


Dua ledakan terjadi, Long Tian dan pria sepuh itu terdorong mundur satu meter.


Pria sepuh itu kembali mengirim serangan Qi pedang dengan jumlah yang banyak dan benar benar ingin membunuh Long Tian.


Long Tian membuat gerakan tangan dan lubang hitam muncul di atas telapak tangannya dan langsung diarahkan ke depannya untuk menghalau serangan pria sepuh itu.


Ratusan Qi pedang pria sepuh itu masuk kedalam lubang hitam dan Lubang hitam itu menghilang.


Pria sepuh muncul di belakang Long Tian dan langsung menyabetkan pedangnya ke leher Long Tian.


Long Tian membuat Qi pedang dan memutar badannya menahan serangan pria sepuh itu namun dia sedikit terlambat Qi pedang pria sepuh itu menggores sedikit lehernya.


Long Tian bergerak cepat menghindari serangan kedua pria sepuh itu dan terlihat luka di lehernya perlahan menutup.


Pria sepuh tidak membiarkan Long Tian beristirahat dia langsung bergerak maju dan mengayunkan pedang Qi nya ke arah lengan Long Tian berniat memotong Tangan Long Tian namun berhasil ditahan oleh Long Tian.


Long Tian langsung memutar tubuhnya dan menendang dada pria sepuh itu dan mengenainya dengan telak membuat pria sepuh itu terlempar mundur.


Long Tian kini bergerak menyerang dia membuat ratusan Qi pedang yang langsung menyerang pria sepuh itu yang masih dalam posisi menunduk akibat tendangan Long Tian.


Pria sepuh melihat ratusan Qi pedang mengarah kepadanya, langsung berteleportasi ke samping kanannya dan Qi pedang Long Tian bergerak menyusulnya tidak mau melepaskan Pria sepuh itu namun pria sepuh juga tidak mau mati dengan serangan Long Tian.


Pria sepuh itu mengirimkan ratusan qi pedangnya menahan serangan qi pedang Long Tian.


Booom


Booom


Boom


Ledakan ledakan terdengar saat qi pedang beradu.


"Domain pedang" ucap Long Tian dan dari kakinya kini keluar lingkaran lingkaran cahaya berjarak setengah meter dan terus mendekati pria sepuh itu dan pria sepuh itu juga tidak mau mengalah dan melawan domain pedang.


Kedua lingkaran itu beradu dan saling mendorong satu sama lain, Long Tian melihat ini takjub ada yang memiliki kultivasi yang sama dengannya dan kekuatan yang mereka miliki juga hampir sama.


"Domain es" ucap Long Tian pelan dan perlahan tanah di bawah kakinya mulai berubah dan Goa yang besar dan luas itu kini berubah menjadi es.


Pria sepuh tau jika kakinya menginjak es itu maka dia akan berubah menjadi es jadi dia melayang dan langsung mengirim ratusan Qi pedang kepada Long Tian namun dinding es muncul dan menghalangi serangan itu.


Boom


Booom


Ledakan ledakan terdengar dan semua serangan pria sepuh itu bahkan tidak bisa menembus dinding es buatan Long Tian.


Long Tian kemudian menggerakkan tangannya dan membuat segel pembatas untuk mencegah pria sepuh berteleportasi keluar dari Goa itu.


Dinding cahaya tipis kini terlihat menutupi dinding Goa itu yang kini menjadi es.


Pria sepuh itu mengeluarkan pedang pusaka nya dan di pegang di tangan kanannya, dia membuat beberapa gerakan dan langsung menyerang dinding es pertahanan Long Tian.


Boooom


Suara ledakan kembali terdengar namun dinding es tetap kokoh tanpa ada kerusakan.


Dinding Es di bagian depan tiba tiba mengirimkan ribuan jarum es kepada pria sepuh itu dan pria sepuh langsung memainkan pedangnya menghalau semua jarum jarum es yang mengarah ke tubuhnya itu.


Seolah belum cukup serangan jarum es itu Long Tian kembali mengirimkan ratusan pedang pedang es yang keluar dari dinding pertahanannya.


Pria sepuh itu semakin cepat memainkan pedangnya menghalau serangan jarum dan pedang pedang es namun sayang empat jarum es yang ada di belakang pedang es mengenai kedua tangan dan kakinya.