Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 82 part 4


Long Tian kemudian mengeluarkan satu gerbang dimensi lintas galaksi yang di tujukan untuk ke kota ahli bangunan dunia naga dan langsung di masukinya.


Long Tian kemudian muncul di pusat kota para ahli bangunan dan disambut dengan hormat oleh semua ahli bangunan yang ada disana termasuk dengan Tuan Kota ahli bangunan yang memang sedang ada di sana.


"Hormat kepada Penguasa, adakah yang bisa kami bantu" ucap Tuan kota itu dengan hormat.


"Aku perlu bantuan kalian, tolong ikut aku" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan kembali memasuki gerbang dimensi untuk kembali ke puncak gunung yang sebelumnya dan di ikuti oleh Beberapa orang ahli bangunan itu dan tuan kota nya.


Mereka semua keluar dari gerbang dimensi yang berada di puncak gunung dan di sambut dengan pemandangan tanah kosong yang datar dan tertutup rapat oleh kubah perlindungan yang berwarna putih sampai jarak satu kilometer dari puncak gunung itu.


"Penguasa apakah ini puncak gunung" ucap Tuan kota ahli bangunan dunia naga.


"Benar, dan bisakah kalian semua membuat tempat ini jadi sebuah sekte besar dan di area tengah buatlah menara tinggi untuk dapat mengawasi semuanya sekitar gunung ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.


"Penguasa, kami akan segera membuatnya, tapi jika menurut hamba karena ini puncak gunung maka bangunam pagoda lebih cocok dan nanti akan kami buatkan tembok pertahanan yang sangat kuat, kami akan bekerja sama dengan para penempa Artefak dunia naga juga" ucap tuan kota ahli bangunan dunia naga itu dengan ramah


"Buatlah apa yang ingin kalian buat dan berapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk hal ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Untuk keajaiban ini kami memerlukan waktu paling lama sampai lima tahun saja penguasa, karena membuat sekte besar sama saja dengan menciptakan sebuah kota dan kami akan menggunakan semua pekerja yang kami miliki agar bisa lebih cepat lagi" ucap Tuan kota ahli bangunan dunia naga.


"Berapa biaya yang kalian butuhkan" ucap Long Tian lagi


"Penguasa, kami sudah dipesankan oleh Ketua Yu jika penguasa menggunakan jasa kami maka semua biaya seperti biasa akan ditanggung oleh istana dunia naga dan kami akan mendapatkan bonus seribu koin emas per orangnya" ucap tuan kota itu dengan ramah.


"Baiklah aku akan membuat perubahan waktu disini selama dua puluh lima tahun agar besok pagi sekte ini sudah bisa digunakan" ucap Long Tian sambil tersenyum dan menggerakkan tangannya dengan cepat.


Tidak ada cahaya apapun yang keluar dari jari telunjuknya saat dia menunjuk ke atas kepalanya namun perubahan waktu dua puluh lima tahun terjadi di dalam kubah perlindungan itu.


"Penguasa kami pamit dahulu untuk kembali ke dunia naga mempersiapkan semuanya yang diperlukan dan akan langsung membuat keajaiban di puncak gunung ini" ucap tuan kota ahli bangunan dunia naga dengan ramah sambil memasuki gerbang dimensi dan kembali ke kota ahli bangunan di dunia naga bersama yang lainnya.


"Baiklah waktunya berjalan jalan di dunia ini dahulu sambil menunggu sekte ini jadi kejutan untuk semua lansia itu" ucap Long Tian sambil berteleportasi kembali ke dalam kota, tepatnya ke gang tempat pasar tanaman herbal.


Long Tian muncul di Gang kecil tempat dia bertemu dengan pria sepuh penjual herbal yang dia temui dan disana tidak ada seorang pun yang mengetahui kedatangannya.


Long Tian kemudian berjalan ke jalan besar dan melangkah berkeliling kota itu.


"Kota ini cukup megah dan sayangnya disini ternyata kebanyakan tingkat Dao saja, sangat jarang tingkat pencipta disini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil mengawasi sekelilingnya.


"Nek, aku ingini roti kukus ini" ucap seorang anak perempuan yang berusia sepuluh tahun merajuk ke seorang wanita sepuh di depan gerobak penjual roti kukus dan persis di depan Long Tian.


"Cucuku, nenek tidak memiliki uang, nanti ya sayang jika nenek sudah memiliki uang, akan nenek belikan untukmu" ucap wanita sepuh sambil berlutut dan membujuk cucu perempuannya.


"Iya Nek, semoga nenek ada rejeki ya nek" ucap cucu perempuannya itu sambil tersenyum ke neneknya.


"Nek, saya yang akan membayarnya, Tuan berikanlah semua roti kukus anda" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan lima Keping Koin Emas ke penjual roti kukus itu.


"Nek, saya kebetulan pernah pada posisi cucu nenek, jadi saya mohon jangan menolak nya ya, Nak tunggu sebentar ya roti kukus mu sedang di siapkan" ucap Long Tian sambil berlutut dan tersenyum ke anak perempuan itu dengan ramah lalu berdiri kembali.


"Tuan muda terima kasih" ucap wanita sepuh itu dengan ramah.


"Nek, bolehkan saya mengajak kalian berdua untuk makan dahulu, kasian adik kecil ini sepertinya sudah lapar" ucap Long Tian sambil menerima kantong yang berisi roti kukus itu lalu memberikannya ke wanita sepuh itu.


"Tuan muda, lihatlah pakaian kami yang lusuh dan kotor ini, mana ada tempat makan yang mau menerima kami, kami akan melanjutkan perjalanan kami saja dan memakan roti kukus ini" ucap wanita sepuh itu dengan ramah sambil melihat cucunya.


"Ayo Nek, ikuti saya sebentar saja, kita berbelanja sedikit" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.


"Tuan muda apakah anda tidak malu berjalan bersama kami" ucap anak perempuan itu sambil melihat ke Long Tian.


"Adik kecil, kita ke toko pakaian sebentar ya, kita beli pakaian dulu untukmu" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat dan mengajak kedua nya untuk memasuki toko pakaian besar yang ada di depannya persis.


"Tuan muda benarkah” ucap Anak perempuan itu dengan gembira sambil melangkah bersama dengan Long Tian diikuti oleh neneknya di belakang mereka berdua dan dibalas senyuman oleh Long Tian


"Tuan muda ada yang bisa saya bantu" ucap seorang wanita muda yang menyambut mereka di toko pakaian itu.


"Nona bisakah anda memberikan semua pakaian untuk mereka berdua" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan lima ratus juta keping koin emas dalam sebuah cincin dimensi.


Wanita muda itu langsung menerima cincin dimensi itu dan melihat isinya yang tidak terkunci itu, dia terlihat kaget dengan isinya.


"Tuan muda, nanti saja anda membayarnya jika sudah selesai" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil memberikan kembali cincin dimensi milik Long Tian itu namun di tolak oleh Long Tian.


"Nona berikan dahulu mereka semua pakaian yang tepat dengan ukuran mereka berdua dan semua aksesoris nya, ambillah sesuai dengan Jumlah yang harus saya bayar lalu kembalikan cincin dimensi ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil berjongkok di depan anak perempuan itu.


"Adik kecil ikut kakak ini sebentar ya, nanti kakak ini akan memilih kan pakaian untuk adik kecil dan nenek mu juga" ucap Long Tian dengan ramah dalam posisi berjongkok di depan anak perempuan itu.


"Tuan muda terima kasih, anda sungguh baik, nenek kita beruntung ketemu Tuan muda ini" ucap anak perempuan itu dengan gembira dan long Tian kemudian berdiri menghadap ke wanita sepuh itu.


"Nek, jangan tolak apapun pemberian ku untuk kalian berdua, anggap saja ini takdir langit, hari ini hidup kalian akan berubah dan tidak akan lagi hidup dalam kesusahan" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum ke wanita sepuh itu.


"Terima kasih tuan muda, semoga anda selalu mendapatkan kemudahan dari sang pencipta" ucap wanita sepuh itu dengan hormat dan di balas senyuman oleh Long Tian.


"Nona dimana tempat pakaian laki laki" ucap Long Tian ke wanita muda yang belum diketahui apakah pemilik atau hanya pekerja toko pakaian itu.


"Tuan muda silahkan ke lantai dua, saya akan menyusul sebentar lagi setelah mengarahkan Karyawan saya" ucap wanita muda itu dengan ramah.


"Baiklah kalian berdua silahkan bersenang senang lah disini saya akan ke atas dahulu" ucap Long Tian sambil melangkah menaiki tangga yang berada di sebelah kanannya.


"Adik kecil dan nenek ayo kita siapkan pakaian terbaik untuk kalian berdua, agar tuan muda tidak kecewa dengan toko kami ini, karena tuan muda bahkan bisa membeli kota ini jika dia menginginkan" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil mengajak ke duanya untuk memasuki bagian dalam toko.