Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 82 part 24


Kota darah selain memiliki tembok kota yang tinggi dan banyak penjaga juga memiliki aliran sungai yang melingkari kota itu dan siapapun yang ingin memasuki kota maka harus melewati jembatan satu satunya yang ada disana.


Ribuan orang berjaga dengan anak panah di atas gerbang dan tembok kota itu bersiaga seakan akan kota itu akan mendapatkan serangan.


"Mereka selalu siaga dan bersiap jika sampai ada penyerang yang menyerang kota mereka ini" ucap Long Tian yang mengawasi semua yang ada di dalam kota itu dengan mata emasnya.


"Bahkan di dalam kota pun banyak prajurit yang berpatroli keliling kota yang terbagi dengan ratusan regu, benar benar tidak menyisakan ruang untuk siapapun menyusup ke dalam kota darah ini" ucap Long Tian kembali berbicara sendiri.


"Hujan badai turunlah dan petir hancurkan jembatan dan gerbang kota serta tembok kota itu" ucap Long Tian sambil fokus berkomunikasi dengan semesta dan terlihat jika langit di atas kota itu tiba tiba menjadi gelap dan suara petir mulai bersahut sahutan.


Hujan langsung deras di ikuti oleh angin dan petir yang menyambar jembatan dan juga gerbang serta tembok kota itu secara berulang ulang.


Jedeeeeeeeeer


Jedeeeeeeeeer


Jedeeeeeeeeer


Jembatan penyeberangan kota itu pun hancur demikian juga dengan gerbang kota itu dan terlihat jika tembok yang kokoh dan kuat milik kota darah juga kini memiliki banyak sekali bagian yang hancur demikian juga dengan bangunan bangunan besar yang ada di dalam kota itu.


Fenomena hujan badai di sertai petir itu hanya terjadi di kota darah saja tidak dengan tempat lainnya bahkan tempat Long Tian berada pun tidak hujan sama sekali.


Kepanikan terjadi di kota darah dan ini membuat Long Tian tertawa sendirian.


"Mereka mengisolasi diri dengan posisi kota mereka dan sekarang mereka sendiri yang kebingungan dengan hujan badai ini, petir hancurkan semua yang mencoba terbang" ucap Long Tian sambil melihat ke dalam kota darah dengan mata emasnya dan fokus berkomunikasi dengan semesta.


Long Tian kemudian menggerakkan tangannya lalu menunjuk ke atas kota itu dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jari telunjuknya lalu menyebar dan membentuk kubah cahaya yang menutupi seluruh areal kota darah itu namun masih bisa dimasuki oleh hujan dan juga petir.


Kota darah kini semakin porak poranda dan terlihat jika banyak sekali yang mencoba untuk terbang keluar dari dalam kota darah namun langsung tersambar oleh petir sehingga menimbulkan kengerian tersendiri bagi para penduduk kota darah itu.


Satu jam berlalu dan kini kota darah itu benar benar sudah memiliki banyak bagian yang hancur, tidak terlihat satu pun tembok kota dan juga bangunan bangunan besar disana hanya tinggal reruntuhan dan rumah rumah kecil saja yang tersisa di kota darah.


Jutaan penduduk kota darah itu benar benar terlihat sangat panik akan kejadian ini karena mereka tidak bisa keluar dari kota mereka itu.


"Hujan badai dan petir berhentilah, dan sungai normal lah kembali" ucap Long Tian sambil berkomunikasi dengan semesta.


Long Tian melihat jika para penduduk kota darah mulai membersihkan kota mereka dan mengevakuasi korban jiwa yang terjadi selama bencana alam itu.


"Baiklah kita lihat apakah ada dari kalian yang mencoba menembus kubah cahaya buatanku" ucap Long Tian sambil terus mengawasi kota darah dengan mata emasnya.


Para penduduk kota darah kini sibuk dengan membersihkan reruntuhan bangunan dan juga mengobati mereka yang terluka tanpa menyadari jika Long Tian lah yang membuat mereka semua seperti itu.


"Hari sudah sangat malam dan mereka semua juga tidak bisa kemana mana sebaiknya aku beristirahat dahulu disini saja" ucap Long Tian sambil melayang turun ke atas tanah.


Long Tian kemudian mengeluarkan tenda nya dan langsung di pasangkan kubah perlindungan dengan radius lima ratus meter agar tidak ada seorang pun yang mengganggu istirahat nya.


Di dalam tenda Long Tian seperti biasa langsung membersihkan dirinya dan juga berganti pakaian lalu beristirahat dengan nyaman di tempat tidur nya tanpa memperdulikan sekitarnya karena semuanya sudah aman berkat kubah perlindungan miliknya.


Waktu terus berlalu dan kini matahari pagi pun sudah kembali menyinari dunia itu dengan sangat terang dan hangat.


Long Tian sudah menyimpan kembali tendanya serta menghilangkan kubah yang melindungi tendanya itu dia kini berdiri di pinggir sungai dan melihat ke arah kota darah yang terlihat sangat hancur seperti telah menjadi kota korban perang.


"Pengendalian senjata, datanglah" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengangkat tangan kanannya ke atas kepalanya secara perlahan.


Jutaan senjata melesat ke atas kepalanya baik itu pedang, tombak, tongkat, busur serta anak panah bahkan pisau pisau yang biasa di gunakan di dapur pun kini melesat dengan cepat.


Semuanya kini melayang di atas kepala Long Tian dan langsung di simpan olehnya ke halaman istana naga emas di dunia jiwanya.


"Jika kalian tidak memiliki senjata apapun apa yang bisa kalian lakukan untuk membangun kota kalian ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat kota darah masih dengan mata emasnya.


Ribuan orang terlihat berdiri di seberang sungai itu dan melihat ke Long Tian dengan marah.


Satu persatu langsung terbang melesat menuju ke Long Tian untuk menyerang Long Tian namun mereka malah menabrak kubah cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman milik Long Tian sehingga mereka berubah menjadi abu dan mengeluarkan ratusan sampai ribuan bola bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman yang merupakan segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa.


"Kemarilah jika kalian bisa, aku memiliki banyak waktu untuk kalian semua, mana pelindung kalian semua yang kalian banggakan kenapa mereka malah sibuk di kediaman mereka sendiri saja tidak kesini membantu kalian" ucap Long Tian menggunakan kekuatan semesta yang terdengar oleh semua penduduk kota darah itu dan memang Long Tian melihat ada lima jenderal iblis darah namun semuanya sibuk dengan mengurusi altar darah yang tertimbun oleh reruntuhan bangunan kediaman mereka saja.


Ratusan penduduk kota darah yang memiliki kultivasi tingkat pencipta langit tahap akhir kemudian menyerang Long Tian dengan serangan qi jarak jauh namun serangan serangan itu langsung berbalik kepada mereka sendiri dan mengakibatkan mereka terluka sangat parah.


Long Tian yang melihat ini tertawa terbahak bahak bahkan dia sangat puas dengan perilaku bodoh mereka seperti itu yang jelas jelas mereka terkurung di dalam kubah cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman miliknya itu.