Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 58 part 10


"Maaf membuat anda menunggu lama, silahkan dinikmati masakanku ini" ucap wanita sepuh pemilik kedai itu.


"Bibi terima kasih, maaf apa nama desa ini" ucap Long Tian dengan ramah


"Ini desa embun, apakah Tuan muda baru berkunjung ke desa kami ini" jawab wanita sepuh pemilik kedai makan itu sambil kemudian berjalan kembali ke bagian belakang kedai.


"Bibi terima kasih, benar saya baru berkunjung ke desa yang sangat asri ini" ucap Long Tian dengan ramah dan langsung menikmati hidangan itu.


"Sangat segar sekali sayuran ini, seperti baru di petik saja" ucap Long Tian dalam hatinya sambil menikmati hidangan nya.


Dua puluh menit berlalu dan semua hidangan itu sudah habis di nikmati oleh Long Tian tanpa memperdulikan sekitarnya yang berisik.


"Teh hijau ini benar benar segar" ucap Long Tian dalam hatinya sambil menikmati Teh hijau hangat yang dibawakan oleh wanita pemilik kedai itu.


"Bibi berapa semuanya" ucap Long Tian dengan ramah saat wanita pemilik kedai makan itu datang kembali untuk membereskan semua piring kosong di meja nya


"Tuan muda, semuanya jadi 100 keping perak saja" ucap wanita sepuh pemilik kedai itu dengan ramah.


"Bibi ini sisanya untuk membayar pesanan mereka saja, dimanakah rumah kepala desa, saya ingin berkunjung" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan seratus Keping Koin Emas.


"Tuan muda jika begini bisa selama berbulan bulan mereka makan gratis di kedai ku, terima kasih, rumah kepala desa anda sudah dekat, ikuti saja jalan ini nantinya ada rumah besar bercat putih itu rumah kepala desa kami" ucap wanita sepuh pemilik kedai makan itu.


"Baik Bibi, saya permisi dulu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berdiri lalu meninggalkan kedai makan itu dengan santai.


"Kalian semua siapa yang mau menambah pesanan, tuan muda barusan itu sudah membayar tagihan kalian semua bahkan sampai kalian kenyang pun uang nya masih sisa" ucap wanita sepuh pemilik kedai makan itu dengan lantang.


"Bibi, benarkah pemuda tampan itu membayarkan tagihan kami semua" ucap seorang pengunjung wanita.


"Benar, tuan muda tampan itu memberikan ku seratus ribu keping koin emas jadi kalian bisa memesan sepuasnya" ucap wanita pemilik kedai itu.


Situasi kedai itu kini semakin ramai dan topik pembicaraan mereka kini ke Long Tian sudah tidak lagi membahas kepala desa mereka.


Sementara itu Long Tian sudah berdiri di depan sebuah gerbang masuk sebuah kediaman yang sangat besar untuk ukuran di desa.


"Tuan muda akhirnya anda sampai, mari silahkan masuk" pria sepuh yang tadi pagi bertemu dengannya di gerbang kota itu berlari dari teras rumahnya dan menemui Long Tian dan mengajak Long Tian untuk memasuki rumahnya namun Long Tian memilih duduk di teras.


"Kepala desa, anda terlihat lebih muda, saya hampir tidak mengenali anda" ucap Long Tian dengan ramah.


"Anda terlalu berlebihan" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengeluarkan satu poci teh besar dengan dua gelas gioknya dan menuangkan Poci Teh itu ke kedua gelas giok itu lalu memberikan satu untuk kepala desa itu.


"Tuan muda Terima kasih" ucap Kepala desa itu dengan ramah dan menerima gelas giok itu dengan langsung meminumnya sedikit.


"Tuan kepala desa, apakah ada kendala di desa yang sangat asri ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda kenapa anda menanyakan hal ini" ucap Kepala desa itu dengan ramah.


"Tuan kepala desa, sampaikan saja apa kendala anda dan desa anda ini" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda sebenarnya tidak pantas kami mengadu kepada anda, tapi karena anda memaksa, kami memiliki dua kendala di desa kami ini, karena kota meminta seratus keping koin emas untuk memasuki kota kami jadi tidak bisa menjual hasil tani dan ternak kami, dan yang kedua kami memiliki kendala dengan semakin surutnya sungai yang menjadi sumber air kami" ucap pria sepuh kepala desa itu dengan ramah namun terlihat menyimpan sesuatu.


"Tuan kepala desa, tidak apa apa ceritakanlah sesungguhnya apa yang menjadi masalah kalian disini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda, anda sudah membantu saya dan istri saya, dan … " ucapan kepala desa itu terhenti karena kepala desa menarik nafas panjang.


"Sebenarnya saat ini desa kami mendapatkan ancaman yang jika kami tidak menuruti keinginan nya maka bisa di pastikan ada korban dari penduduk desa ini" ucap kepala desa itu dengan berat hati menceritakan kepada Long Tian.


"Ancaman, ancaman apa yang anda terima, dan siapa yang mengancam anda" ucap Long Tian dengan penuh rasa ingin tahu.


"Tuan muda, anda bukan penduduk asli sini jadi sebaiknya saya tidak melibatkan anda dalam masalah saya ini" ucap kepala desa itu dengan sangat sopan.


"Tuan dua masalah anda yang pertama anda anggap saja sudah selesai, karena saat ini pemimpin kota sudah berganti, saya sudah menetapkan Lan Ji sebagai tuan kota yang baru, lalu masalah sungai juga anda tidak perlu khawatir karena setelah ini juga akan mengalir lagi dengan deras seperti biasanya tidak, jadi sebaiknya tidak ada salahnya anda berbagi dengan saya" ucap Long Tian dengan santai dan ramah.


"Tuan muda benarkah jika Tuan Kota sudah berganti" ucap kepala desa itu dengan sangat sopan dan tampak kaget dengan hal itu yang sangat cepat terjadi perubahan ini.


"Tuan kota yang lama sudah menjadi abu demikian juga dengan semua garis darahnya, sudah tidak ada lagi yang tersisa, tadi saya membersihkan semua penyakit yang ada di kota dan karena hanya bangsawan Lan Ji yang mempunyai pendirian teguh maka saya memilih nya untuk menjadi Tuan Kota yang baru, semua pengikut tuan kota yang lama sudah ikut dengan tuan kota itu menjadi abu selamanya karena jiwa mereka juga saya jadikan abu" ucap Long Tian dengan santai sambil tertawa ringan.


"Tuan muda, apakah anda tahu dengan sekte wanita iblis" ucap kepala desa itu dengan sangat serius.


"Tuan kepala desa saya bahkan bukan penduduk disini, jadi saya tidak mengetahui hal itu, bisakah anda menjelaskannya secara terperinci" ucap Long Tian dengan ramah dan tampak sangat serius.


"Sekte wanita iblis selama ini hanya dikira sebagai kebohongan publik saja, namun mereka benar adanya dan beberapa hari lalu ada seekor elang siluman datang ke sini dengan membawa sebuah surat bertulisan kuno, anda bisa membaca nya jika anda menguasai tulisan kuno" ucap kepala desa itu dengan sangat serius sambil menyerahkan sebuah gulungan kertas ke Long Tian.


Long Tian mengambil gulungan kertas tersebut dan isinya: