Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 26 part 2


Long Tian kemudian berjalan dan berdiri di dekat mulut Goa yang tersegel oleh segel kuno, dia menggunakan mata emasnya untuk melihat apa yang terjadi di bagian luar Goa itu.


"Tidak ada satu pun iblis darah pun yang terlihat" ucap Long Tian sambil membalikan badannya dan berjalan kembali ke dalam Goa menemui pasukan bayangan nya.


"Jenderal kemarilah" ucap Long Tian yang kini duduk di atas sebuah batu besar yang atasnya rata.


"Penguasa" ucap Jenderal itu dan langsung duduk di atas tanah di depan Long Tian.


"Ceritakan semua yang terjadi kenapa bisa sampai banyak korban di pihak kita" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa kami memang baru sampai di dunia ini dan memilih hutan ini sebagai markas kami, namun tadi malam tiba tiba jutaan ras iblis datang dan ada 10 iblis darah yang bertanduk tiga dan ada 20 iblis darah yang bertanduk dua, mereka semua menaiki kelelawar darah raksasa.


Kami mendapatkan serangan dari semua sisi bahkan dari atas sehingga saya meminta semuanya untuk mundur ke Goa ini namun sebelumnya saya meminta sepuluh orang untuk kembali ke dunia naga mengambil pil penyembuh namun mereka gagal.


Saat kami sudah di dalam Goa ini ternyata iblis darah itu menyegel pintu masuk dan keluar dari Goa ini jadi kami semua terdampar disini." Jawab Jenderal muda itu dengan sopan menjelaskan apa yang mereka alami.


"Jadi mereka menyerang malam hari" ucap Long Tian.


"Benar Penguasa, mereka sepertinya bermarkas di hutan ini, karena jarak dan waktu kedatangan mereka sangat singkat" ucap Jenderal muda itu.


"Apa kalian semua ada yang melihat ras iblis darah yang menggunakan mahkota" ucap Long Tian agak sedikit kencang karena agar terdengar oleh semuanya.


Seorang prajurit mendekatinya dan duduk di depannya.


"Penguasa ada dua yang menggunakan mahkota dan mereka yang membantai saudara saudara kami" ucap prajurit itu dengan hormat.


"Aku akan memulangkan kalian semua ke dunia naga dan sampaikan agar tidak mengirim pasukan dulu kesini sampai aku membersihkan mereka semua" ucap Long Tian dengan ramah.


"Penguasa ijinkan kami membantu anda" ucap Jenderal muda itu.


"Jenderal, kalian baru kehilangan


Saudara kalian jadi tugas kalian adalah membantu keluarga mereka yang ditinggalkan, temui pemimpin Yu sampaikan jika aku meminta agar dia terus merawat keluarga dari prajurit yang gugur di dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum dan menteleportasikan semuanya ke lapangan militer dunia naga.


"Ini kehilangan terbanyak ku selama ini, semoga kalian semua tenang disana dan bisa bereinkarnasi" ucap Long Tian sambil berdiri dan melangkah menuju mulut Goa karena hanya dia yang berada di Goa itu sekarang.


Long Tian kini berdiri di depan segel yang terpasang di mulut Goa itu dan dia melihat jika segel itu adalah segel kuno yang akan menyerangnya jika menyentuh segel itu.


"Baguslah kalian semua tidak menyentuh segel ini, jika kalian menyentuhnya mungkin kalian sudah menjadi abu dan Goa ini akan runtuh" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke luar Goa itu.


Long Tian kemudian terbang ke atas dan melayang 100 meter di atas tanah.


"Tinju kehancuran" ucap Long Tian sambil meninju ke bawah nya ke arah mulut Goa yang tersegel itu.


Siluet kepalan tangan melesat dengan cepat ke arah segel itu dan


Boooooooooooooom


Segel itu hancur demikian juga dengan Goa itu bersamaan dengan Long Tian berteleportasi ke atas awan.


Long Tian menggunakan ilmu mata emasnya dan melihat jika sejauh mata memandang semua yang ada di bawahnya adalah ras iblis darah tidak ada manusia satu pun.


Long Tian kemudian dengan kekuatan pikirannya dia menggerakkan awan agar terbang melayang melingkari dunia ini sambil dia mengawasi semua yang ada di daratan dengan ilmu mata emasnya.


Lima jam berlalu dan dia sudah melingkari semua dunia ini namun tidak ada seorang manusia pun yang berhasil dia temukan di dunia ini.


"Kita lihat apakah benar benar tidak seorang pun manusia berhati baik disini" ucap Long Tian sambil mencoba berkomunikasi dengan dunia itu dan mencoba untuk berteleportasi ke lokasi Manusia yang ada di dunia itu.


Setengah jam berlalu dan tidak ada hasil apapun yang dia dapatkan.


Hari sudah gelap dan Long Tian masih berdiri di atas awan.


"Banyak sekali Kelelawar darah raksasa ini" ucap Long Tian sambil melihat jutaan kelelawar darah raksasa yang terbang di bawahnya.


Kelelawar darah raksasa yang terbang di bawahnya itu mencium keberadaannya dan langsung mengepung Long Tian dari semua sisi.


"Jadi masih ada manusia disini, semuanya seraaaaaaaaaaang" ucap seorang Jenderal Iblis darah bertanduk tiga yang duduk di atas salah satu kelelawar darah raksasa.


Semua kelelawar darah raksasa itu di tunggangi oleh satu iblis darah dan kini semuanya mengirim serangan Qi jarak jauh ke Long Tian.


Booooooooooooooom


Terdengar ledakan mengenai Long Tian namun Long Tian tidak terluka sedikitpun karena ada cangkang cahaya emas yang menutup dirinya.


Boooooom


Booooom


Booooom


Ledakan demi ledakan keras terus terdengar dengan jelas saat serangan qi jarak jauh itu mengenai cangkang cahaya emas yang melindungi Long Tian dan Long Tian terlihat sudah memegang pedang naga emas dengan tangan kanannya.


"Kalian semuanya sebaiknya mati saja" ucap Long Tian dengan menggunakan kekuatan semesta dan terdengar oleh semua yang ada di dunia itu.


"Lingkaran kematian" ucap Long Tian sambil menyabetkan pedangnya dengan gerakan memutar namun masih didalam cangkang cahaya emas.


Lingkaran cahaya hitam terbentuk dan melesat keluar dari dalam cangkang cahaya emas itu dan terus melebar mengenai semua yang mengepung nya dan Long Tian tidak mengirim satu lingkaran kematian namun berkali kali dengan berbagai arah karena ada banyak yang diatasnya dan dibawahnya.


Semua kepala Kelelawar darah raksasa yang mengepungnya kini terjatuh demikian juga leher semua ras iblis yang menungganginya.


"Bola penghapusan" ucap Long Tian yang masih di dalam cangkang cahaya emas itu dan kini ia menghunuskan pedangnya ke bawah nya seakan ada yang dia serang di bagian bawahnya.


Cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat ke bawahnya dan semakin membesar bahkan menutup semua yang ada di bawah kakinya dan membentuk cangkang cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman yang menjadikan dunia itu kini sepenuhnya ada di dalam cangkang itu.


"Hapus" ucap Long Tian pelan sambil menarik pedang naga emas.


Cangkang cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman yang membungkus dunia itu langsung mengecil dan terus mengecil dan merubah semua yang bernyawa di dunia itu menjadi abu tanpa terkecuali bahkan cacing di dalam tanah pun ikut menjadi abu.


Namun tidak demikian untuk pepohonan yang masih berdiri tegak seolah tidak ada apapun yang terjadi.