
Ada satu hal yang membuat Long Tian yakin untuk menghabisi nyawa semua orang di puncak gunung itu, yaitu hati mereka yang jahat bahkan Long Tian hanya melihat sedikit saja kebaikan di hati mereka itu.
Satu persatu kepala terlepas dari leher orang orang itu, meskipun mereka berkultivasi tapi mereka minim pertarungan sehingga mereka tidak memiliki nyali untuk melawan Long Tian yang sendirian.
Kini semuanya sudah kehilangan kepala mereka, dan Long Tian juga mengecek jika tidak ada lagi yang hidup di perkampungan puncak gunung itu.
Long Tian melayang menuju pusat perkampungan itu lalu mengeluarkan cahaya emas penariknya dan mengambil semua harta yang ada di perkampungan puncak gunung itu, hanya membutuhkan waktu dekat untuk cahaya emas penariknya mengambil semua harta di sana karena memang hanya sedikit dan semuanya langsung di masukan ke halaman istana dunia jiwanya.
Long Tian kemudian membakar semuanya dengan api lava suci abadinya termasuk juga semua senjata dan juga mayat serta kepala mereka dengan cepat menjadi abu bahkan semua bangunan juga dia bakar.
Tidak ada lagi bekas ataupun bukti pernah ada perkampungan di puncak gunung itu kini semua nya sudah hangus menjadi abu.
"Hujan turunlah, tanah telanlah semua bekas kehidupan mereka" ucap Long Tian sambil melayang kembali ke atas awan, dia ingin memastikan jika semua yang di tinggalkan oleh orang orang sekte aliran hitam di puncak gunung itu musnah semuanya.
Hujan terjadi dengan deras bersamaan dengan gempa bumi juga namun hanya terjadi di gunung besar itu saja tidak sampai terasa ke kota atau desa sekitar gunung itu.
Long Tian kembali duduk di singgasana awannya dan dia kembali memegang liontin medali yang bisa menolak segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa miliknya.
"Di dalam artefak medali kecil ini banyak sekali segel perlindungan kuno, untungnya aku menemukan ini jadi aku sekarang tahu meskipun aku menggunakan segel kutukan darah dan segel penghapus jiwa ke seluruh bagian dunia tidak berarti seluruh nya terkena dan pasukan pembersih memang haru tetap dikirim untuk membersihkan sisa sisanya" ucap Long Tian sambil tersenyum sendirian dan kembali menyimpan liontin medali hexagonal itu ke dalam cincin dimensi miliknya.
Matahari sore mulai menghilang dan malam pun kini datang, hujan di hutan itu juga sudah lama berhenti.
"Baiklah, waktunya mencari penginapan, awan bawa aku ke kota lainnya" ucap Long Tian berbicara sendiri karena panggilan untuknya di dunia itu saat ini tidak ada namun dia belum mau meninggalkan dunia itu.
"Kota itu cukup besar, baiklah malam ini aku akan menginap disana saja" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke depan kota itu tepatnya lima ratus meter di depan kota itu pas di tikungan jalan kota.
Long Tian langsung berjalan menuju gerbang kota dengan maksud untuk memasuki kota itu dan mencari penginapan disana.
"Tuan muda, bisa perlihatkan medali anda, atau anda harus membayar lima keping koin emas untuk masuk kota sesuai peraturan kota ini" ucap seorang prajurit dengan ramah sambil memperlihatkan sebuah pengumuman di tembok kota itu seolah olah tidak mau jika sampai Long Tian salah duga tentang permintaan koin emas itu.
"Saya kehilangan medali saya dan saya ingin mencari penginapan di dalam kota ini, jadi saya akan membayar saja" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan lima puluh Keping Koin Emas ke prajurit yang berjaga di gerbang kota itu.
"Tuan muda ini terlalu banyak, hanya lima keping koin emas saja dan ini saya kembalikan" ucap prajurit itu dengan ramah dan sopan.
"Tuan muda lurus saja, di kota ini semua di pusatkan di jalanan utama, jadi apapun yang tuan muda inginkan akan ada di kanan dan kiri jalan utama kota ini' ucap salah satu prajurit dengan ramah.
"Baiklah jika demikian saya permisi" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan melangkah memasuki kota itu.
"Tuan muda terima kasih, jika perlu apa apa kabarin kami saja" ucap salah satu prajurit yang berjaga di gerbang kota itu dan dibalas lambaian tangan kanan oleh Long Tian yang sudah melangkah memasuki kota itu.
"Biaya masuk kota ini tidak terlalu mahal, sehingga di sini sangat ramai' ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus melangkah memasuki bagian dalam kota itu.
"Wah sepertinya ini enak" ucap Long Tian sambil berhenti di depan gerobak yang berjualan bakpao dan terlihat jika bakpao itu sangat besar dari pada bakpao yang pernah dia temukan.
"Tuan muda silahkan, tapi bakpao kami hanya isi daging ayam saja tidak ada isiian lainnya" ucap seorang wanita sepuh yang memang sebagai penjual bakpao di gerobak itu.
"Nek, Bisa saya coba satu dahulu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tentu saja Tuan muda, silahkan dicoba" ucap wanita sepuh itu dengan ramah sambil memberikan satu Bakpao nya ke Long Tian dan langsung di cicipi oleh Long Tian.
"Nek, saya bisa membelinya semua, saya sangat suka bakpao buatan nenek ini" ucap Long Tian dengan mulut yang masih penuh dengan bakpao itu.
"Tuan muda benarkah, sebentar saya siapkan dahulu" ucap wanita sepuh itu dengan ramah dan langsung membungkus semua bakpao yang ada di gerobaknya itu.
"Tuan muda ini semuanya hanya sepuluh keping koin emas saja" ucap wanita sepuh itu sambil memberikan sebuah kantong yang berisi semua bakpao isi ayam buatannya.
"Nek, bisakah saya membeli lebih banyak lagi, saya sangat menyukai bakpao buatan anda ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan seratus keping koin emas.
"Tuan muda ini sangat banyak, jika anda berkenan besok saya menyiapkannya untuk anda dan besok saja pembayarannya" ucap wanita sepuh itu sambil mengembalikan sembilan puluh Keping Koin Emas itu ke Long Tian namun di tolak oleh Long Tian.
"Nek, sisa nya untuk membayar rasa enak yang lidah saya rasakan, jadi tidak perlu dikembalikan, besok saya menemui nenek lagi disini untuk membeli lebih banyak yang nenek buat, tapi dengan bakpao senikmat ini kenapa nenek tidak membuka toko saja" ucap Long Tian dengan ramah sambil terus memakan bakpao nya.
"Tuan muda, saya mana mampu membeli toko di kota ini bahkan untuk sewa pun tidak mampu" ucap wanita sepuh penjual bakpao itu dengan ramah sambil membereskan gerobaknya.
"Nek, saya baru sampai di kota ini, jika saya ingin membeli salah satu bangunan toko disini saya haru bertemu dengan siapa ya" ucap Long Tian dengan ramah.