Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 82 part 9


Anak anak kecil berlarian menyambut kedatangan Long Tian yang berpakaian layaknya seorang bangsawan atau lebih tepatnya seperti seorang pangeran Kekaisaran.


"Tuan muda apakah anda ingin bertemu kepala desa kami" ucap seorang anak perempuan yang menyambut kedatangan Long Tian itu dengan bersemangat.


"Adik kecil, apakah ada kedai makan di desa kalian ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil berjongkok agar tinggi mereka sama.


"Ada Tuan muda ayo kami antar kesana" ucap seorang anak laki laki dengan bersemangat.


"Ayo antar kakak kesana, apakah kalian sudah makan, jika belum kita makan bersama ya" ucap Long Tian sambil berdiri


"Tuan muda kami tidak makan di kedai makan karena kami tidak punya uang" ucap seorang anak laki laki lainnya yang perutnya paling gemuk.


"Kakak yang akan membayarnya jika kalian mau menemani kakak makan" jawab Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke anak anak kecil yang berjumlah lima orang itu.


"Kakak benarkah, tapi bolehkan aku membungkusnya saja untuk kakek dan nenek ku yang sedang sakit" ucap seorang anak perempuan lainnya.


"Adik kecil, dan kalian semuanya makan lah dulu bersamaku nanti kalian bungkus juga untuk orang orang di rumah kalian gimana, dan adik kecil kakak ini seorang tabib jadi nanti kita ke rumah adik kecil ya, kakak akan mengobati kakek dan nenek adik kecil gimana" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan terus berjalan mengimbangi gerakan langkah kaki anak anak itu


"Asyik terima kasih Tuan muda, akhir nya aku bisa makan puas hari ini" ucap anak laki laki yang paling gemuk itu dengan bersemangat dan di langsun keempat anak lainnya menggelengkan kepalanya.


Mereka semua sampai di kedai makan yang merupakan sebuah rumah yang di rubah menjadi kedai makan.


"Paman Tuan muda ini ingin membelikan kami makanan" ucap seorang anak perempuan saat mereka semua sudah duduk di meja dengan memiliki enam kursi ke pria sepuh pemilik kedai makan itu.


"Tuan bisa sajikan semua hidangan terbaik anda dan juga tolong bungkuskan untuk semua orang tua anak anak ini juga kakek nenek mereka" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.


"Baik Tuan muda akan segera saya siapkan dan yang di bungkus juga akan saya siapkan" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil tersenyum bahagia karena hanya Long Tian dan anak anak itu saja yang jadi pengunjung kedai makannya.


"Tuan muda apakah di kota sangat ramai" ucap seorang anak laki laki dengan bersemangat dan terlihat jika dia sangat penasaran.


"Itu benar di kota sangat ramai, kalian berbahagia bisa hidup di desa ini jadi masih bisa bermain puas tanpa gangguan apapun" ucap Long Tian dengan ramah.


"Aku pernah ke kota dengan kakek ku disana ada toko pakaian yang sangat besar dan menjual banyak pakaian yang bagus bagus tapi kakek ku tidak punya uang untuk membeli nya" ucap seorang anak laki laki lainnya dengan wajah serius dan terlihat sedikit bersedih.


"Apakah kalian ingin pakaian yang bagus bagus" ucap Long Tian dengan ramah.


"Pakain tuan muda sangat bagus, sangat halus" ucap seorang anak perempuan yang duduk di samping Long Tian sambil memegang kain jubah yang di pakai oleh Long Tian itu.


Long Tian hanya tersenyum dan kemudian dia berdiri lalu mendekati salah satu meja besar yang kosong, dia mengeluarkan puluhan pakaian anak laki laki dan puluhan pakaian anak perempuan se usia mereka, hal ini membuat anak anak itu takjub bahkan sampai tidak berkedip.


Kelimanya langsung berdiri dan mendekati Long Tian sambil tersenyum bahagia melihat tumpukan pakaian mewah yang ada di atas meja itu.


"Tuan muda benarkah ini untuk kami semua" ucap anak perempuan yang kakek neneknya lagi sakit itu.


"Benar adik kecil, kalian masing masih pilih lima saja ya kalian simpan ke dalam sini jika sudah memilih" ucap Long Tian sambil memberikan masing masing satu kantong penyimpanan yang seluas sepuluh meter persegi dimensi di dalamnya.


"Makasih tuan muda, anda baik sekali" ucap anak perempuan lainnya dengan bersemangat sambil memegang salah satu pakaian itu dan di balas senyuman oleh Long Tian.


Long Tian kemudian kembali ke kursinya dan duduk sambil melihat anak anak kecil yang sedang memilih pakaian pakaian mewah itu.


"Tuan muda sambil menunggu masakannya matang silahkan dicoba dahulu teh buatan saya ini" ucap pria sepuh pemilik kedai makan itu dengan ramah sambil menyajikan satu poci teh besar dengan enam gelasnya.


"Tuan terima kasih, jika anda memiliki cucu seusia mereka silahkan anda ikut mengambil pakaian pakaian itu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda cucu saya sudah besar bahkan sudah seusia anda, anda sungguh dermawan semoga sang pencipta selalu memberikan anda kemudahan kemudahan" ucap pria sepuh itu sambil menuangkan Poci Teh besar ke gelas gelas itu.


"Tuan terima kasih, saya berusaha berbagi saja" ucap Long Tian dengan ramah sambil kembali melihat anak anak kecil itu yang terlihat gembira memilih pakaian pakaian mewah itu.


"Baik Tuan muda saya tinggal lagi, permisi" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil meninggalkan Long Tian kembali ke bagian belakang kedai makan yang merupakan bagian dapur dan di balas senyuman oleh Long Tian.


Lima belas menit berlalu dan kini semua hidangan lezat sudah tersaji di atas meja Long Tian berada.


"Tuan muda silahkan di coba jika ada rasa yang kurang sampaikan saja nanti akan saya ganti lagi" ucap pria sepuh pemilik kedai makan itu dengan ramah.


"Tuan terima kasih" ucap Long Tian dengan ramah dan pria sepuh itu kemudian kembali ke dapurnya.


"Adik kecil ayo kita makan dulu, kalian lama sekali memilih nya" ucap Long Tian ke anak anak kecil itu yang masih sibuk memilih pakaian.


Satu persatu mulai kembali duduk di kursi mereka sebelumnya.


"Bagaimana apa kalian sudah selesai dengan pakaiannya" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda terima kasih, kami sudah mengambil masing masing lima pakaian" jawab anak perempuan yang duduk di kanan Long Tian.


Long Tian kemudian berdiri dan memasukan kembali semua pakaian yang tersisa ke dalam cincin dimensi miliknya yang berisi hanya pakaian pakaian saja lalu duduk kembali di kursinya


"Baiklah kalian semua segera habiskan makanan kalian dan tidak boleh sambil mengobrol atau bermain, yang menang maka akan aku kasih hadiah koin emas nanti nya" ucap Long Tian dengan ramah sambil mulai memakan hidangan nya yang berupa daging rusa bakar itu.