Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 58 part 2


"Tuan muda ini semua pesanan anda, dan semuanya menjadi dua juta delapan ratus tiga puluh ribu keping koin emas jadi ada kekurangan satu juta delapan ratus tiga puluh ribu keping koin emas" ucap wanita muda itu sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi pakaian pakaian pesanan Long Tian.


"Nona terima kasih, ini sisanya, dan kelebihannya untuk anda saja" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi dua juta keping koin emas.


"Tuan muda sangat baik, terima kasih, akhirnya saya bisa membeli obat untuk ibu saya yang sedang sakit" ucap wanita muda itu dengan ramah dan tersenyum hangat.


"Nona ibu anda sakit apa, dan obat apa yang ingin anda beli" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda ibu saya terluka saat dia sedang dalam perjalanan pulang dari kota sebelah dan di perjalanan dia di serang oleh para perampok, ibu saya mengalami luka sabetan pedang dan juga luka dalam dan ayah saya bahkan meninggal dunia saat kejadian itu karena ingin menyelamatkan ibu saya" ucap wanita muda itu dengan ramah namun terlihat kesedihan di wajahnya.


"Nona, bisakah saya melihat ibumu, siapa tau saya bisa mengobati ibunya, jadi uangnya bisa anda gunakan untuk hal lainnya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda apakah anda tabib" ucap wanita muda itu dengan ramah dan wajah kaget.


"Nona saya seorang alkemis jadi saya mungkin bisa memberikan atau membuat obat untuk ibu anda" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda terima kasih, mohon tunggu sebentar saya akan menyerahkan cincin dimensi pembayaran anda dahulu dan meminta izin untuk pulang lebih cepat' ucap Wanita muda itu dengan ramah dan langsung berlari ke ruangan bawah.


Ada lima menit Long Tian menunggu wanita muda itu dan kini wanita muda itu sudah kembali ke hadapannya.


"Nona apakah sudah selesai" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri.


"Tuan muda, mohon ikuti saya, rumah saya tidak terlalu jauh dari toko ini" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil melangkah pergi.


Long Tian mengikuti wanita muda itu dan mereka berjalan sekira sepuluh menit sampai sampai di sebuah rumah besar seperti milik bangsawan yang tampak sepi.


"Tuan muda ini rumah saya, mari kita masuk" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum hangat dan melangkah memasuki rumah besar itu.


"Nona Rumah ini rumah kediaman bangsawan, tapi kenapa sangat sepi" ucap Long Tian sambil mengikuti wanita muda itu memasuki rumahnya.


"Tuan muda, itu masa lalu, sekarang kami bukan siapa siapa, karena untuk makan dan pengobatan saja kami sudah kesusahan" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil membuka pintu sebuah kamar besar dan memasuki nya.


"Bibi bagaimana ibu" ucap wanita itu ke seorang wanita sepuh yang sedang duduk di sebuah kursi di kamar itu dan ada seorang wanita paruh baya lagi yang terbaring lemah di tempat tidur bahkan tidak sadarkan diri.


"Nona, kondisi Nyonya semakin lemah apa tidak sebaiknya kita memanggil tabib kota biarlah bibi saja yang membayarnya, masih ada sedikit uang simpanan bibi yang bisa digunakan untuk pengobatan nyonya" ucap wanita sepuh itu dengan ramah.


"Bibi, Tuan muda ini seorang alkemis dan ingin melihat kondisi ibu, Tuan muda silahkan" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil mempersilakan Long Tian melihat ibunya.


Long Tian mendekati wanita paruh baya yang sedang terbaring lemah tidak berdaya dan tidak sadarkan diri itu dan dia kemudian mengangkat tangan kanannya ke depan lurus dengan bahunya dan persis di atas perut wanita paruh baya itu.


"Hukum penciptaan, regenerasi" ucap Long Tian pelan dan cahaya emas regenerasi langsung keluar dari telapak tangannya lalu menyebar ke bawahnya membungkus wanita paruh baya itu sehingga seperti sebuah cangkang.


Cangkang cahaya emas regenerasi itu kemudian terangkat 30 sentimeter dan membuat wanita muda dan wanita sepuh itu melihat tanpa mengedip karena hal ini seperti sebuah dongeng yang baru pertama kali mereka lihat.


Lima belas menit berlalu dan wanita dalam cangkang emas regenerasi itupun sudah lima menit yang lalu membuka matanya dan melihat jika ada seorang pemuda tampan yang sedang mengobatinya.


Long Tian menurunkan wanita itu dan cangkang cahaya emas pun langsung menghilang dan wanita dewasa itu pun mulai bisa menggerakkan tubuhnya dengan leluasa.


Long Tian kemudian mengeluarkan satu poci teh kecil dan sebuah gelasnya lalu menuangnya.


"Nyonya minumlah dulu, agar semua fungsi tubuhmu kembali prima lagi" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan memberikan gelas giok yang sudah berisi teh herbal buatannya itu.


"Terima kasih" ucapnya dengan ramah dan langsung duduk bangun lalu menerima gelas itu dan meminumnya perlahan.


"Nona dan Bibi, minumlah isi poci ini juga, agar kondisi kalian juga membaik, bukankah kalian berdua juga mengalami kelelahan" ucap Long Tian dengan ramah sambil menyimpan poci tehnya di meja dan duduk di depan wanita sepuh itu yang menyadarkan keduanya yang sejak tadi terpesona dengan cara pengobatan Long Tian.


"Eh, Tuan muda terima kasih, ibu saya sudah sadar kembali" ucap wanita muda itu dengan ramah yang kini tersadar jika dia dari tadi melamun.


Long Tian menuang isi poci teh herbalnya ke dua gelas yang ada di meja itu dan menyerahkan ke wanita muda dan wanita sepuh itu.


"Kalian berdua minumlah ini" ucap Long Tian dengan ramah.


Mereka berdua perlahan meminum teh herbal buatan Long Tian dan merasakan jika kondisi tubuh mereka berubah drastis, mereka merasakan jika kulit mereka semakin mengencang dan kerutan kerutan di wajah mereka kini menghilang.


Wanita muda itu dan ibunya kini duduk di depan Long Tian sedangkan wanita sepuh itu pamit untuk membersihkan rumah itu yang memang tampak tidak terawat.


"Tuan muda, terima kasih atas bantuan anda, anakku maafkan ibumu ini yang selama ini membuatmu dalam kesulitan" ucap ibu wanita muda itu dengan ramah.


"Nyonya ini takdir langit yang membawa saya bertemu dengan anak anda dan bisa mengobati anda, Nona kalian adalah keluarga bangsawan, kenapa bisa jadi seperti ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda, sejak kematian ayah saya dan ibu sakit saya berjuang sendirian karena semua saya tidak sanggup lagi membayar gaji semua yang bekerja di kediaman ini dan saya pun terpaksa bekerja di toko pakaian itu" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum hangat ke ibunya.


"Anakku apa kau tidak bisa membuka ruang harta kita" ucap ibu wanita muda itu dengan ramah dan tampak keheranan.


"Ibu, waktu itu kan ayahanda memasang segel di ruang harta sebelum kalian pergi dan aku tidak bisa membukanya sama sekali" ucap wanita muda itu dengan senyuman khas nya.


"Hanya ayahmu yang bisa membukanya jika demikian karena ibu juga tidak mengerti mengenai ilmu segel perlindungan dan anakku tidak perlu khawatir lagi karena kita akan melewati hal ini bersama" ucap ibu wanita itu dengan hangat meski tampak kesedihan mendalam di matanya.


"Bisakah saya melihat segel itu dan siapa tahu saya bisa membukakannya untuk kalian." Ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda mari ikuti kami, ayo anakku, siapa tahu tuan muda bisa jadi kamu tidak lagi harus bekerja di toko pakaian" ucap ibu wanita muda itu sambil tersenyum dan berdiri lalu mengajak Long Tian dan anaknya untuk ke ruang harta.


Long Tian mengikuti kedua wanita itu dan mereka memasuki sebuah ruang bawah tanah yang pintu masuknya ternyata ada di ruangan kamar itu.


"Segel ini segel kuno, dan saya akan menghapusnya lalu membuat segel baru" ucap Long Tian yang kini berdiri di depan sebuah pintu yang tertutup segel perlindungan kuno.