Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 50 part 6


"Tuan muda saya hanya memiliki daging rusa saja, dan kebetulan saya berhasil memburu sepuluh ekor" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan maukah anda menjualnya kepada saya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda, saya biasa menjual daging rusa saya senilai lima koin emas di pasar dalam kota ini karena hanya rusa dewasa yang saya buru" ucap pria sepuh itu dengan tetap ramah dan sambil melangkah maju karena sudah giliran nya untuk masuk ke kota.


"Prajurit tuan muda ini bersamaku" ucap pria sepuh itu sambil memperlihatkan medalinya.


"Silahkan masuk paman, buat apa juga anda memperlihatkan medali anda jika anda paman saya sendiri" ucap prajurit yang berjaga.


"Peraturan tetap peraturan anak muda" ucap pria sepuh itu sambil tertawa ringan dan meminta Long Tian untuk terus berjalan.


"Wah Tuan, sepertinya anda terkenal di kota ini, baiklah saya akan membeli daging rusa, terimalah ini" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi 500 keping koin emas.


*Tuan muda ini terlalu banyak" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil mengembalikan cincin dimensi Long Tian namun di tolak oleh Long Tian.


"Tuan anda sudah keluar keringat untuk memburu sepuluh rusa dan lebihnya itu saya mohon anda terima sebagai gantinya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum.


"Tuan muda baiklah, ini daging rusa tangkapan saya dan saya mohon anda ikutlah saya dulu" ucap pria sepuh itu sambil memberikan satu cincin dimensi yang berisi 10 ekor daging rusa yang sudah dibersihkan.


Long Tian menerima cincin dimensi itu dan memasukan semua daging rusa kedalam cincin dimensi miliknya lalu mengembalikan cincin dimensi milik pria sepuh itu dan prosesnya tidak diketahui oleh pria sepuh itu.


"Tuan muda kenapa anda mengembalikan cincin dimensi dan daging yang anda beli" ucap pria sepuh itu kebingungan.


"Tuan, isinya yang saya beli bukan cincinnya dan saya sudah mengambil isi cincin itu" ucap Long Tian dengan ramah dan tertawa ringan.


"Tuan muda anda bisa memindahkan isi cincin ini hanya dengan memegang nya" ucap pria sepuh itu dengan kagum dan hanya dibalas anggukan kepala oleh Long Tian.


"Tuan dimana pelelangan itu, bagaimana jika kesana dulu baru ke rumah anda" ucap Long Tian dengan ramah.


"Baiklah jika Tuan muda ingin mengetahui pelelangan, mari kita kesana" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum dan berbelok ke arah kanannya.


Long Tian terus berjalan di samping pria sepuh yang diketahuinya bernama Gu Lam dan terus mengobrol dengan santai.


"Tuan muda Tian inilah Paviliun Giok merak dan untuk masuk kita dikenakan biaya masing masing sepuluh koin emas atau seribu koin emas untuk ruangan khusus" ucap Gu Lam dengan ramah.


"Tetua Gu Lam mohon maaf tapi anda harus ikut membayar biaya masuk" ucap penjaga pintu masuk ke paviliun giok merak itu.


"Bisakah kami mengambil ruangan khusus" ucap Long Tian mendahului Gu Lam berbicara.


"Tuan muda mohon maaf tetapi ada dua kategori ruangan khusus, yang pertama di lantai dua senilai seribu keping koin emas dan yang kedua di lantai tiga senilai dua ribu koin emas" ucap penjaga pintu masuk paviliun giok merak itu dengan sopan.


"Kami akan menggunakan ruangan khusus di lantai tiga saja jika demikian jadi berapa saya harus membayar nya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Baiklah ini ambilah dan simpan sisanya untuk mu" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi dua ribu lima ratus keping koin emas.


"Tuan muda dan Tetua Gu Lam mari ikuti saya" ucap penjaga pintu masuk paviliun giok merak itu sambil meminta rekannya untuk menggantikan nya setelah dia menerima cincin dimensi dari Long Tian dan memeriksa isinya.


"Tuan muda Tian, dia ini murid sekteku dan memang di tugaskan di paviliun giok merak ini selama ada pelelangan" ucap Gu Lam dengan ramah.


"Paman Gu Lam anda tetua sekte" ucap Long Tian dengan ramah sambil terus berjalan mengikuti penjaga pintu itu.


"Benar Tuan muda Tian, saya tetua di sekte naga emas, sekte kami sudah berdiri sejak ratusan ribu tahun yang lalu" ucap Gu Lam dengan ramah sambil terus melangkah menuju ruangan khusus yang di tuju.


Mereka berdua pun kini memasuki sebuah ruangan besar dan dengan memiliki lima kursi disana dengan sebuah meja yang terbuat dari Giok dan terlihat jika ada buah buahan serta satu poci teh besar dengan lima gelasnya.


"Tuan muda maaf saya harus mengisi data untuk yang mengisi ruangan ini, jadi bolehkan saya tahu nama anda" ucap pemuda penjaga pintu itu dengan ramah.


"Sebut saja Sekte Naga Emas" ucap Long Tian dengan ramah sambil duduk di kursi yang ada di tengah.


"Baik Tuan muda dan Tetua Gu Lam saya pamit, untuk pelelangan masih satu jam lagi, namun Tetua Gu Lam maaf ruangan di sebelah anda ini diisi oleh Baginda raja, sedikit informasi saja" ucap pemuda penjaga pintu itu dengan ramah dan langsung menutup pintu ruangan itu.


Gu Lam pun duduk di sebelah kanan Long Tian namun di pojok sehingga terhela satu kursi.


"Tetua Gu Lam silahkan sepertinya ini untuk kita nikmati" ucap Long Tian sambil menuangkan Poci Teh besar itu ke gelas Gu Lam dan gelasnya.


"Tuan muda, saya seumur hidupku ini baru satu kali memasuki ruangan pelelangan ini, biasanya hanya Patriark saja yang ikut pelelangan" ucap Gu Lam dengan ramah dan kemudian meneguk teh nya.


"Tetua Gu Lam, kenapa nama sekte anda sekte Naga Emas apakah ada alasan khusus untuk itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil mengambil sebuah apel dan mempersilahkan Gu Lam untuk ikut menikmati buah buahan itu.


"Tuan muda Tian, sekte kami merupakan sekte yang di bangun oleh para leluhur dunia ini yang bertujuan untuk membasmi ras iblis darah dan para pengikutnya" ucap Gu Lam dengan ramah dan mengambil sebuah apel yang ada di meja.


"Apakah Dewa Naga Emas pernah datang ke sekte kalian" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda Tian, meskipun Dewa Naga Emas belum pernah datang namun kami percaya akan kebesaran dan kekuasaan juga kekuatan nya" ucap Gu Lam dengan ramah sambil kemudian menggigit apel nya.


Mereka terus mengobrol sampai suara lonceng terdengar oleh mereka.


"Tuan dan Nyonya serta Yang Mulia Baginda Raja, perkenalkan nama saya Kin Boji dan saya akan memimpin pelelangan ini" ucap seorang pria sepuh dengan ramah dan menggunakan Qi mendalamnya sehingga terdengar oleh semua orang yang ada di dalam area pelelangan itu.


"Untuk barang pertama yang akan kami lelang sebuah gelang Giok yang memiliki segel pertahanan tingkat dewa dan harga dimulai dengan 200 keping koin emas" ucap Kin Boji dengan lantang.


"Tetua apakah anda tertarik, jika ya saya akan membelikannya untuk anda" ucap Long Tian dengan ramah.