
"Tuan muda ini semua berkas penjualannya dan berkas kepemilikan bangunan yang tadi kita lihat" ucap wanita muda itu sambil tersenyum dan memberikan beberapa berkas kertas ke Long Tian.
"Nona anda saja yang isi dan tuliskan saja jika pembelinya ada anda sendiri nanti anda saja yang memberikan untuk nenek anda" ucap Long Tian sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi lima belas juta keping koin emas.
"Tuan muda benarkah" ucap wanita muda itu dengan kaget.
"Benar" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda ini diberikan ke pemilik paviliun saja jadi saya tidak akan dicurigai karena tiba tiba memiliki uang banyak" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum hangat sambil mengembalikan cincin dimensi itu.
"Bisa anda panggilkan dia kesini saja" ucap Long Tian dengan ramah.
Wanita muda itu menepuk jidatnya sendiri lalu mengangguk dan melangkah pergi memasuki sebuah ruangan besar di bagian belakang paviliun Beringin itu.
Seorang wanita dewasa berusia tiga puluh tahunan datang bersama wanita muda itu dan langsung duduk di depan Long Tian.
"Tuan muda apakah benar anda ingin membeli sebuah bangunan terbesar kami" ucap wanita itu dengan ramah.
"Benar nona, namun saya akan menghadiahkannya untuk nenek wanita muda ini jadi semua surat suratnya biar dia saja yang isi sekaligus dia saja yang memberikannya untuk neneknya" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan cincin dimensi yang berisi lima belas juta keping koin emas.
Wanita itu menerima cincin dimensi itu dan memeriksa isinya lalu memindahkan isinya ke dalam cincin dimensi miliknya.
"Baik Tuan muda jika demikian, karena nenek itu juga sangat baik maka saya akan memberikan diskon khusus saja senilai satu juta jadi anda cukup membayar empat belas juta saja" ucap wanita itu sambil mengembalikan cincin dimensi itu.
"Baik Nona jika demikian terima kasih, saya rasa urusan saya sudah selesai disini dan ini tolong anda gunakan untuk membeli semua keperluan di rumah baru kalian yang akan menjadi toko bakpao nenek kalian juga" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan cincin dimensi itu lalu berdiri.
"Tuan muda terima kasih atas kebaikan anda, anda sungguh dermawan" ucap wanita muda itu sambil menerima cincin dimensi itu dan terlihat jika air matanya menetes dan hanya dibalas senyuman oleh Long Tian.
Long Tian kemudian meninggalkan paviliun Beringin itu.
"Apakah kau mengenal nya" ucap wanita dewasa Pemilik paviliun Beringin itu.
"Tidak nona, saya sama sekali tidak mengenalnya, bahkan saya baru melihat Tuan muda itu di kota kita ini" ucap wanita muda itu sambil memakai cincin dimensi pemberian Long Tian itu.
"Hidupmu sudah berubah, bahkan kekayaan mu sudah melebihi ku, apa kau masih mau bekerja disini" ucap wanita pemilik paviliun Beringin itu.
"Nona ini bicara apa, tentu saja saya akan tetap bekerja disini" ucap wanita muda itu sambil tersenyum ramah.
"Ya sudah cepat bereskan administrasi nya lalu kita akan ke rumah baru mu itu untuk membersihkan semua nya agar nenekmu dan semua adik adikmu bisa segera pindah, dan satu lagi siapa nama tuan muda dermawan yang sangat tampan itu" ucap wanita pemilik paviliun Beringin itu sambil melihat Long Tian yang sudah di luar tempatnya.
"Kau itu lain kali jika bertemu tanyakan namanya, tuan muda itu sudah tampan juga hatinya sangat baik, tapi apakah dia belum memiliki istri, ah apa lagi yang ku bicarakan, sudahlah kau bereskan saja semuanya kabari aku jika kau sudah selesai, dan yang lain dengarkan setelah ini kita membereskan bangunan baru milik nona muda ini ya" ucap wanita pemilik paviliun Beringin itu sambil menggoda wanita muda itu dan kemudian melangkah menuju ruangannya lagi.
Sementara itu Long Tian dengan langkah santainya sudah memasuki sebuah penginapan mewah.
"Tuan muda anda ingin menginap atau ingin ke rumah makan kami" ucap seorang wanita muda yang berjaga di pintu masuk penginapan itu.
"Nona apakah kamar terbaik anda masih ada yang kosong" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat.
"Tuan muda, kamar terbaik masih ada mari ikuti saya" ucap wanita muda itu sambil mengajak Long Tian untuk masuk ke dalam dan menuju sebuah meja yang disana merupakan kasir dari penginapan itu.
Long Tian kemudian membayar seratus Keping koin emas untuk kamar terbaik penginapan itu dan dia pun di antarkan oleh wanita muda itu ke kamarnya di lantai tiga penginapan mewah itu dan lokasi nya persis di depan bangunan terbesar yang dia beli bahkan kamarnya tepat di seberang dan menghadap ke bangunan besar itu.
"Tuan muda ini kamar anda, dan apakah anda ingin saya mengantarkan makan malam untuk anda" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Nona tidak perlu untuk itu nanti saya akan ke rumah makan saja" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Tuan muda nanti lihatkan saja kunci kamar anda ke kasir rumah makan karena semua tagihan rumah makan sudah termasuk biaya anda menginap disini dan jika ada selisih akan di sampaikan kepada anda nanti oleh kasir" ucap wanita muda itu dengan ramah dan long Tian kemudian memberikan sepuluh keping koin emas untuk wanita muda itu.
"Nona terima kasih, saya ingin membersihkan diri dulu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Silahkan Tuan mua, terima kasih juga untuk ini" ucap wanita muda itu sambil tersenyum dan memperlihatkan koin emasnya lalu meninggalkan ruangan Long Tian sambil menutup pintu kamar itu.
Long Tian langsung mengunci pintu kamarnya dan dia kemudian memasuki kamar mandi yang ada di kamarnya itu untuk membersihkan dirinya juga untuk berganti pakaian.
Lima belas menit berlalu dan Long Tian kini sudah duduk di dekat jendela kamarnya itu dengan menggunakan pakaian yang biasa digunakan yaitu pakaian dari bahan terbaik layaknya seorang bangsawan.
"Bukankah itu cucu nenek penjual bakpao dan mereka semua bukankah orang orang Paviliun Beringin" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat ke bawahnya dan terlihat jika wanita muda dan wanita pemilik paviliun Beringin ada di depan pintu masuk bangunan besar di seberang penginapan nya yang telah dia beli dan berikan untuk nenek penjual bakpao itu.
"Jadi mereka hendak membersihkan bangunannya dahulu" ucap Long Tian sambil melihat ke bawah nya.
Cincin komunikasi nya bersinar terang dan langsung di berikan sedikit Qi olehnya.
'Gege, lagi apa" suara Hao Ling terdengar melalui cincin komunikasi itu.
"Ling-er ada apa? Gege ada di galaksi ke delapan puluh satu" ucap Long Tian melalui cincin komunikasi itu.
"Tidak ada apa apa Gege, hanya saja sudah beberapa hari Gege tidak pulang" ucap Hao Ling melalui cincin komunikasi itu.