Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 28 part 6


Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk Long Tian berpindah dunia dan kini Kapal kerajaannya sudah melayang di atas dunia itu tersembunyi oleh pekatnya awan.


"Kita lihat siapakah yang meminta kehadiranku" ucap Long Tian sambil menyimpan kapal kerajaan nya lalu berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada dunia itu.


"Desa yang tenang, kenapa aku dimunculkan disini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil berjalan memasuki desa di depannya itu.


"Tuan maaf apakah ada kedai makan di desa ini" ucap Long Tian dengan ramah ke seorang pemuda yang berpapasan dengannya.


"Tuan muda lurus saja, kedai makan ada di bagian dalam sebelah kanan anda nantinya" jawab pemuda itu dengan ramah.


"Tuan terima kasih" ucap Long Tian sambil tersenyum


"Sama sama Tuan muda silahkan" ucap pemuda itu sambil melanjutkan perjalanan nya.


Long Tian melangkah dan menuju ke kedai makan yang di maksud sambil mengawasi desa itu dengan mata emasnya dan tidak menemukan adanya hal hal yang mencurigakan.


"Kedai makan untuk ukuran desa ini cukup besar juga" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melangkah memasuki kedai makan atau lebih tepatnya rumah makan karena lebih besar dari kedai makan.


Long Tian melihat jika rumah makan itu cukup ramai untuk rumah makan di desa kecil dan dia duduk di samping jendela agar masih bisa melihat keluar.


"Tuan muda apakah anda ingin memesan makanan" ucap seorang pria sepuh mendekati meja nya.


"Tuan bisakah saya mencicipi makanan dan teh terbaik anda" jawab Long Tian dengan ramah.


"Sebentar Tuan Muda saya siapkan dulu" ucap pria sepuh itu sambil bergegas pergi masuk ke bagian belakang rumah makan itu.


"Nanti malam pihak militer akan datang lagi ke desa kita ini, apa yang harus kita lakukan" ucap seorang pria sepuh di meja sebelah kanan Long Tian ke pria sepuh didepannya.


"Kepala desa, apakah kita bisa melawan mereka semua" ucap pria sepuh itu.


"Jadi disampingku kepala desa ini, sungguh kebetulan aku jadi tau ada masalah apa di desa ini sampai sampai menginginkan kehadiran ku" ucap Long Tian dalam hatinya.


"Jika kita melawan akan membawa banyak korban tidak bersalah dan satu satunya cara paling kita mengikuti keinginan pihak militer itu" ucap kepala desa itu.


"Tapi kepala desa jika kita sampai menyerahkan semua harta kita bagaimana dengan nasib kita, mereka meminta dua ribu keping koin emas itu sama saja dengan kita mengumpulkan harta semua penduduk desa ini" ucap pria sepuh itu.


"Aku ada seribu lima ratus keping emas simpanan ku dan istriku jadi beban penduduk tidak terlalu besar apakah kau punya 500 keping koin emas jika kau ada pakai saja koin emas mu jadi kita tidak perlu membebani penduduk desa ini" ucap kepala desa itu dengan ramah.


"Kepala desa aku hanya memiliki 200 keping koin emas saja hasil penjualan tanaman herbal ku" ucap pria sepuh itu.


"Tuan muda silahkan dinikmati" ucap pria sepuh pemilik kedai sambil menyajikan hidangan pesanan Long Tian.


"Tuan terima kasih" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah dan langsung menikmati hidangan itu.


"Kepala desa aku ada simpanan 500 koin emas kau pakailah, itu semua tabunganku jadi tidak akan ada penduduk yang terbebani" ucap pria sepuh pemilik kedai itu.


Pria sepuh di depan kepala desa itu menyerahkan sebuah cincin dimensi demikian juga dengan pria sepuh pemilik rumah makan itu.


"Anda tidak usah menggantinya anggap saja itu pemberian ku untuk semua penduduk bukankah uang ku juga dari mereka semua" ucap pemilik rumah makan itu dengan ramah.


"Punyaku juga tidak perlu kau kembalikan" ucap pria sepuh itu.


"Semoga kalian berdua selalu mendapat kemudahan, aku pergi dulu, terimakasih atas bantuan kalian berdua" ucap kepala desa itu dengan ramah.


"Ayo kita keluar bersama aku juga hendak memanen herbalku" ucap pria sepuh itu.


"Kalian pergilah, tidak perlu membayar teh kalian ini" ucap Pria sepuh pemilik rumah makan itu sambil membereskan meja itu.


Long Tian masih asik menghabiskan makanannya dan siapapun akan melihat jika dia seolah olah tidak mendengarkan percakapan orang orang di rumah makan itu.


"Menurutmu permintaan permintaan militer apa permintaan raja ya, bukankah kepala desa kita juga membayar setiap bulannya 500 keping koin emas sebagai pajak desa kita ini" ucap seorang pemuda di meja lainnya.


"Entahlah yang jelas jika bulan depan mereka masih meminta hal yang sama maka sama saja mereka membunuh kita pelan pelan" ucap pemuda lainnya dengan wajah yang bersedih.


"Tuan berapakah yang harus saya bayarkan" ucap Long Tian sambil memanggil pria sepuh pemilik rumah makan itu.


"Tuan muda semuanya hanya 500 keping perak saja" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan bagaimana mana bisa semurah ini harga masakan anda" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda, semua bahan masakan saya dari kebun dan peternakan saya sendiri jadi saya bisa menjual masakan lebih murah dari rumah makan lainnya" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan, maaf ada masalah apa antara militer dengan desa ini" ucap Long Tian sambil mengeluarkan satu keping emas.


"Tuan muda tidak ada masalah apapun hanya saja pihak militer meminta pajak tambahan katanya untuk menambah perkuatan militer saja" ucap pria sepuh pemilik kedai sambil membereskan meja Long Tian.


"Baik Tuan, saya permisi, sisanya untuk tuan saja" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu keping koin emas


"Tuan muda terima kasih, hati hati dijalannya" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil menyimpan satu keping koin emas itu.


Long Tian langsung keluar dari rumah makan itu dan dia pun berkeliling desa itu dengan santai.


"Di desa ini banyak ternak dan juga banyak sekali tanaman herbal" ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus berjalan mengelilingi desa itu sampai dia tiba di sebuah peternakan kuda yang sangat besar.


"Kuda kuda yang sehat dan juga terlatih" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat kuda kuda yang sedang dilatih agar bisa di tunggangi.


"Tuan, apakah kuda kuda ini dijual" ucap Long Tian ke kepala desa yang dia kenali saat tadi dia lihat ada di rumah makan.


"Tuan muda benar kuda kuda saya ini untuk saya jual namun kuda kuda ini belum saya jual, jika Anda berminat mari ikut saya" ucap kepala desa itu dengan ramah.