Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 73 part 18


"Han Kim, radius seratus kilometer dari desa mu ini sudah aku lindungi dengan segel buatanku, dan hanya orang baik yang bisa memasuki kubah segel itu, jadi kalian akan lebih aman tinggal di desa ini dan di hutan ini sampai kapanpun kalian mau, namun ingat jika kalian berubah menjadi orang jahat maka kalian akan menjadi abu demikian juga garis darah kalian semua" ucap Long Tian dengan ramah dan terlihat jika kepala desa perkebunan sudah sampai lalu berlutut di depannya.


"Hormat kepada Penguasa, hamba mohon maaf jika hamba lama tiba disini" ucap kepala desa itu dengan sangat hormat.


"Berdirilah, aku yakin kau sudah mengenal Han Kim, dan mereka semua, jadi aku minta jagalah hubungan baik kalian semua" ucap Long Tian dengan ramah yang sengaja memanggil kepala desa itu agar tidak kaget jika desa itu tiba tiba ada kembali.


"Benar Penguasa kami sudah saling mengenal dan saya sangat bersyukur jika mereka semua selamat dari pembantaian ras iblis darah" ucap kepala desa perkebunan itu dengan hormat.


"Jalanan keluar dari hutan ini sudah sama seperti jalanan desa kalian ini, jadi manfaatkan dengan bijaksana dan rawatlah sebaik mungkin, satu lagi hadiahku yaitu hujan yang akan turun secara rutin di dunia ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil fokus berkomunikasi dengan semesta mencari tahu lokasi selanjutnya yang seharusnya menjadi lokasi terakhir di dunia ini.


"Baik Penguasa" ucap keduanya dengan kompak.


"Saya pamit karena tugas saya disini sudah selesai, kalian ingatlah pesan pesan ku" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat dan kemudian menghilang dari pandangan semua orang disana.


Mereka semua langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian sambil mendoakan Long Tian di sujud terakhir mereka.


Long Tian sendiri saat ini muncul di sebuah hutan namun cuaca disana sangat dingin dan terlihat jika banyak salju di beberapa bagian hutan itu.


"Benua utara jadi aku saat ini diminta menyelesaikan benua ini" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dengan mata emasnya.


"Ada perkampungan penduduk di puncak gunung itu, baiklah waktunya mendaki gunung" ucap Long Tian sambil melangkah ke arah puncak gunung dan dia kini tidak lagi menggunakan kekuatan 100 galaksi nya.


"Hutan ini sungguh asri, bahkan jalanan hutan ini pun dibuat tanpa merusak alam tapi dibiarkan melingkari pepohonan besar ini" ucap Long Tian yang berjalan di dalam hutan itu dan dia merasakan jika ada kekuatan besar di puncak gunung itu.


Dua jam berlalu dan kini Long Tian sudah semakin dekat dengan puncak gunung itu yang hanya tinggal satu kilometer dari tempatnya saat ini, dia terus melangkah dan menuju ke arah gerbang desa puncak gunung itu.


"Ini bahkan sudah seperti sebuah kota besar, bukan lagi seperti sebuah desa" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah di jarak seratus meter dari gerbang kota itu.


"Tuan muda anda sepertinya tersesat sampai tiba di kota kami ini" ucap seorang pemuda yang berjaga dan ada dua puluh orang pemuda yang berjaga di sana dengan masing masing berkultivasi tingkat pencipta langit tahap akhir.


"Jika anda ingin memasuki kota kami maka anda harus memasuki gerbang kota kami ini, namun jika anda di tolak oleh gerbang kota maka kami tidak akan mengizinkan anda untuk hidup lagi, karena kami tidak mengizinkan satu pun pengikut ras iblis darah atau iblis darah untuk keluar dari hutan kami ini, jadi bagaimana tuan muda apakah anda akan mencobanya untuk memasuki gerbang kota kami ini" ucap pemuda itu dengan ramah meski terlihat adanya ancaman untuk Long Tian.


"Tuan, saya tentu saja akan mencobanya, untuk sampai di sini sudah memakan banyak tenaga saya, setidaknya saya ingin beristirahat sebentar di dalam kota" ucap Long Tian dengan ramah dan sopan karena Long Tian sudah mengetahui jika dua puluh orang yang berjaga di gerbang kota itu semuanya orang yang berhati baik.


"Silahkan anda masuk jika demikian, kami tidak menarik satu sen pun uang anda di kota ini" ucap Pemuda itu dengan ramah sambil mempersilahkan Long Tian memasuki kota itu.


Long Tian hanya tersenyum dan melangkah memasuki gerbang kota dan dia merasakan jika ada segel transparan yang melindungi gebang kota itu mirip dengan segel transparan miliknya.


Tidak ada kendala untuk Long Tian memasuki kota itu karena segel transparan itu tidak menolaknya namun dia tidak langsung masuk ke dalam kota melainkan kembali keluar untuk menemui pada pemuda yang berjaga di depan gerbang kota itu.


"Tuan muda kenapa anda keluar lagi" ucap salah satu pemuda dengan ramah.


"Tuan maaf saya lupa bertanya, apa nama kota ini dan sebelah mana rumah makan nya karena kota ini sangat besar dan luas saya takut keburu pingsan jika tersesat di kota ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil tertawa ringan.


"Anda ada ada saja, nama kota ini kota manusia gunung dan untuk rumah makan anda belok kanan lalu nanti belok kiri, ikuti saja jalannya akan ada banyak rumah makan yang berderet disana" ucap salah satu pemuda itu dengan ramah.


"Baiklah jika demikian terima kasih maaf tapi saya ingin memberi ini untuk anda semua" ucap Long Tian sambil memberikan dua ratus keping koin emas ke salah satu pemuda yang berjaga di sana.


"Tuan muda ini sungguh tidak perlu, kota kami ini menggratiskan semua biaya masuk" ucap pemuda itu sambil menolak pemberian Long Tian.


"Tuan masuk kota ini memang gratis tapi bukankah tidak ada larangan untuk menerima hadiah dari saya" ucap Long Tian dengan ramah dan mereka pun menerima Keping keping koin emas tersebut.


Long Tian pun kemudian kembali memasuki kota itu dan langsung mengarah ke rumah makan yang disebut oleh para penjaga gerbang kota itu.


"Jadi inilah kota manusia gunung, benar benar berbeda dengan dugaan ku, aku kira mereka manusia primitif namun ternyata mereka malah lebih maju dari pada manusia lain di dunia ini, Bahkan bangunan bangunan mereka disini juga sangat mewah, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan jika mereka sampai merusak kota dan desa di benua tengah yang sangat jauh dari sini" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya dimana semua bangunan sangat megah dan besar bahkan orang lain yang berlalu lalang di sana juga berpakaian seperti dirinya yang memiliki kualitas terbaik.


"Banyak sekali pencipta semi abadi tahap akhir di kota ini, bahkan aku sudah menemukan hampir seratus di tingkat pencipta abadi tahap menengah" ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus melihat ke sekelilingnya.