Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 50 part 2


"Sampai kapan ya kekeringan ini, sudah satu tahun hujan tidak turun" ucap seorang pengunjung kedai makan itu.


"Kita sudah berulang kali berdoa bersama memohon ke Penguasa 100 galaksi untuk membantu kita, apakah doa kita tidak terdengar ya" ucap pengunjung lainnya.


"Apa kau pikir di 100 galaksi ini hanya desa ini yang diurus oleh penguasa 100 galaksi, kita harus bersabar pasti penguasa akan menolong kita semua, terus berdoa sekaligus doakan agar penduduk dunia lain selalu sejahtera jadi penguasa bisa membantu desa kita ini" ucap pengunjung lainnya dengan suara yang lantang.


"Kepala desa anda benar, kita harus selalu yakin dan mendoakan penduduk dunia lain juga" ucap seorang pengunjung lainnya.


"Jadi mereka meminta hujan, Hujan turunlah dengan deras" ucap Long Tian dalam hatinya sambil fokus berkomunikasi dengan semesta.


Langit yang sebelumnya sangat cerah bahkan bercuaca sangat panas tiba tiba menjadi gelap dan suara petir mulai bersahut sahutan pertanda akan turun hujan.


Hujan mulai menetes dan kemudian langsung menjadi deras mengguyur desa itu dan seluruh dunia itu.


Semua pengunjung kedai itu bersorak gembira bahkan banyak yang berlari ke jalanan untuk menikmati air hujan yang turun dengan derasnya.


"Ayo kita berdoa untuk Penguasa 100 galaksi karena telah memberikan hujan untuk kita" ucap seorang pria sepuh yang tadi disebut sebagai kepala desa.


Semuanya langsung berlutut bahkan banyak yang berlutut di jalanan di bawah derasnya air hujan, semuanya berdoa untuk Kesehatan dan kesuksesan bagi Long Tian.


"Terima kasih atas doa kalian untukku" ucap Long Tian dalam hatinya sambil melihat sekelilingnya.


"Hujan redalah sedikit biarkan tanah menyerap mu" ucap Long Tian dalam hatinya sambil fokus berkomunikasi dengan semesta.


Hujan yang deras itu sedikit mereda namun air hujan tetap turun membasahi sebuah bagian dunia itu.


"Tuan muda maaf menunggu lama ini pesanan anda" ucap pria sepuh pemilik kedai makan itu dengan membawa pesanan Long Tian.


"Tuan terima kasih" ucap Long Tian dengan ramah sambil mulai menikmati daging rusa bakar yang disajikan itu.


"Daging rusa bakar ini sangat empuk dan tingkat kematangannya juga pas" ucap Long Tian dalam hatinya sambil terus fokus dengan makanannya tanpa memperdulikan sekitarnya yang sedang bergembira dengan adanya hujan.


"Kepala desa apakah hujan ini akan memenuhi sungai belakang desa ini, karena tanpa sungai di belakang desa kita tidak bisa bertani lagi" ucap seorang pria sepuh yang juga merupakan pengunjung kedai makan itu.


"Kita hanya bisa berdoa agar sungai itu tidak kering lagi, namun aku tidak tahu apakah masih cukup uangku untuk membeli semua bibit sayuran yang kalian semua butuhkan" ucap kepala desa itu dengan tampak kesedihan di matanya.


"Kepala desa seandainya anda mengijinkan jika kita bisa bertani lagi maka kami akan menggunakan uang kami sendiri untuk membeli bibit sayuran nya, anggap saja kami menyewa tanah anda dan akan kami bayar saat panen nanti, jadi anda bisa fokus dengan pengobatan anak anda" ucap seorang pria sepuh.


"Kalian selalu saja seperti itu, bukankah sudah kubilang tanah ku adalah tanah kalian jadi kalian gunakan saja" ucap kepala desa itu dengan ramah.


"Tuan maaf saya seorang alkemis barusan saya mendengar jika anak anda sedang sakit, apakah sakit yang diderita oleh anak anda jika saya boleh mengetahuinya" ucap Long Tian dengan ramah yang telah menghabiskan semua hidangan daging rusa bakar nya.


"Tuan berapa saya harus bayar makanan dan minuman ini" ucap Long Tian ke pria sepuh pemilik kedai makan itu yang sedang membereskan bekas makannya.


"Tuan muda semuanya hanya 50 keping perak saja" ucap pria sepuh pemilik kedai makan itu dengan ramah.


"Tuan semua tagihan mereka saya saja yang bayarkan, jika masih sisa untuk anda saja" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu kantong penyimpanan yang berisi 200 keping koin emas.


"Tuan muda terima kasih" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan wajah gembira.


"Tuan kepala desa bisakah saya melihat anak anda, siapa tahu saya mampu membantu" ucap Long Tian dengan ramah sambil berdiri dan melangkah ke arah kepala desa itu.


"Tuan muda saya sangat senang anda mau membantu saya, akan tetapi cuaca masih hujan pakaian anda akan basah jika kita ke rumah saya sekarang" ucap kepala desa itu dengan sangat sopan dan terlihat gembira.


"Tuan kepala desa, pakaian basah bisa diganti namun nyawa manusia tidak, mohon jangan menunda karena saya tidak mengetahui kondisi anak anda" ucap Long Tian dengan ramah dan mulai berjalan ke arah pintu keluar.


"Tuan muda terima kasih, mari ikuti saya, paman berapa tagihanku" ucap kepala desa itu sambil berdiri dengan segera.


"Kepala desa dan semuanya untuk tagihan kalian sudah dibayarkan oleh Tuan muda" ucap pria sepuh pemilik kedai makan itu dengan lantang namun sopan.


"Tuan muda terima kasih" ucap semua nya kompak dan di balas senyuman oleh Long Tian.


"Tuan muda terima kasih, mari ikuti saya kediaman saya ada sebelah sana" ucap kepala desa itu sambil berjalan menembus hujan dan diikuti oleh Long Tian.


Long Tian sendiri tidak berjalan di atas tanah melainkan melayang lima puluh sentimeter di atas tanah dan semua yang melihatnya tidak melepaskan pandangannya dari Long Tian karena selain Long Tian melayang di atas tanah, air hujan pun tidak ada yang mengenainya, semua air hujan itu seakan berhenti saat akan mengenai Long Tian.


"Tuan muda itu seorang Dewa, aku pernah membaca kitab jika seorang dewa yang menjadi penguasa tidak akan terkena air hujan" ucap seorang pria sepuh.


"Apakah tuan muda itu Dewa Naga Emas Long Tian sang Penguasa 100 Galaksi, karena hujan ini juga turun pas kedatangannya" ucap seorang pria sepuh lainnya.


"Kita hanya bisa berdoa jika itu benar, kita tunggu kabar dari kepala desa saja" ucap pria sepuh lainnya.


"Kalian disini saja, dewa muda itu sudah membayar semua tagihan kalian bahkan jika kalian mau menambah pesanan juga aku perbolehkan" ucap pria sepuh pemilik kedai makan.


"Aku tidak yakin jika dewa itu se muda yang terlihat karena berdasarkan kitab yang aku baca jika Dewa Naga Emas Long Tian tidak bisa menua dan selalu terlihat muda" ucap seorang pria sepuh.


Semua di kedai itu membicarakan tentang Long Tian dan Long Tian tidak sama sekali mengetahui hal ini.


"Tuan muda anda sama sekali tidak basah terkena air hujan" ucap kepala desa saat mereka sampai di teras rumah miliknya.


"Tuan kepala desa, air hujan yang tidak mau membasahi pakaianku, dimana anak anda" ucap Long Tian dengan ramah dan tidak mau membahas mengenai air hujan yang tidak akan pernah mengenainya.