
Semuanya terdiam dan teras kediaman itu menjadi hening.
"Inilah takdir langit sudah tidak bisa di rubah" ucap Hao Ling sambil tersenyum ramah.
"Li Ming….. magsud ku ayah apakah kau akan akan tetap di dunia ini dan menjadi pemimpin dunia ini" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Penguasa anda tolong panggil saya nama saja, saya tetap bawahan anda dan tetap adik angkat anda seperti yang lainnya" ucap Li Ming sambil membuka pertahanan jiwanya.
"Baiklah jika itu membuatmu senang dan jika kau nyaman dengan itu" ucap Long Tian dengan ramah dan memberikan kontrak jiwa kepada Li Ming.
"Penguasa terima kasih" ucap Li Ming dengan hormat.
"Kakak, aku juga tetap adik angkat mu" ucap Li Mei ke Hao Ling sambil membuka pertahanan jiwanya.
"Mei-er kau tetap adik angkat ku selamanya, aku sangat merindukanmu, sudah sangat lama kita tidak bertemu" ucap Hao Ling sambil tertawa ringan namun tetap memberikan kontrak jiwa kepada Li Mei.
"Kakak, terima kasih" ucap Li Mei dengan lembut.
"Gege apakah aku bisa merasakannya lagi" ucap Li Mei melalui telepati.
"Mei-er kau sekarang adalah sudah sangat kuat ha" ucap Long Tian menjawab telepati Li Lian.
"Gege, sudah lama kita tidak melakukan itu" ucap Li Mei tetap melalui telepati.
"Penguasa, bagaimana jika minggu depan saja pernikahan anda dan Lian-er" ucap Li Ming dengan hormat.
"Li Ming besok aku akan kabari dan semua kakak kakakmu juga akan menikah bersamaan" ucap Long Tian sambil tersenyum dan di tangkap berbeda oleh Li Mei.
"Penguasa magsud anda Mo Fei, Huo Zhen dan Long Bo juga akan menikah, dengan siapakah" ucap Li Ming dengan hormat.
"Apa kau tidak mengenali Xuan Li" ucap Long Tian dengan santai.
"Penguasa saya dan Xuan Li sudah lima kali bertarung jadi sudah pasti kami saling kenal, apa dia juga sudah menjadi bawahan anda dan akan menikah bersamaan juga" ucap Li Ming.
Long Tian hanya mengangguk dan tersenyum ramah dan kembali di tangkap berbeda oleh Li Mei dan reaksi Li Mei yang kini bukit giok besarnya naik turun di lihat oleh Li Lian dan Hao Ling.
Hao Ling dan Li Lian menggelengkan kepalanya melihat bukit giok kembar yang besar milik Li Lian naik turun setiap Long Tian tersenyum.
"Guru, apakah guru masih ingin bersama dengan Gege" ucap Li Lian melalui telepati ke Li Mei.
"Mei-er bukankah kau tau sudah bertahun tahun ayahmu tidak bisa melakukannya" ucap Li Mei melalui telepati ke Li Lian.
"Guru aku tau tadi waktu guru memeluk Gege, guru sengaja guu lama lamakan karena Tombak Gege menempel kan" ucap Li Lian melalui telepati ke Li Mei.
"Lian-er apakah Gege mu masih perkasa seperti dulu, dia bisa sampai dua tiga hari bahkan lebih" jawab Li mei melalui telepati sambil kaki kanannya yang terhalang meja menyentuh kaki Long Tian.
"Guru haruskah aku jawab" ucap Li Lian melalui telepati ke Li Mei.
"Mei-er kau kan tau wanita ras peri itu tidak mudah jatuh cinta dan tidak bisa jika terlalu lama tidak melakukan hal itu, coba kau bayangkan ratusan juta tahun aku menunggu gege" ucap Li mei melalui telepati ke Li Lian.
"Gege awas kau di gigit oleh Mei-er sepertinya dia ingin menerkammu lagi" ucap Hao Ling bertelepati ke Long Tian.
"Ling-er apakah seperti itu, kenapa ini jadi kusut begini" ucap Long Tian melalui telepati.
"Gege tombak mu yang membuat Li Mei tidak bisa melupakan mu, jadi sebaiknya Gege bahas itu dengan Mei-er malam nanti, dan aku harus pulang ke istana merah, nanti aku kembali kesini di hari pernikahan kalian saja" ucap Hao Ling sambil tersenyum melalui telepati.
"Lian-er Baiklah sebaiknya kita beristirahat dahulu di kediaman mu, Ling-er apa kau mau ikut" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Gege aku kembali saja ke istana merah, semuanya aku pamit" ucap Hao Ling sambil berdiri dan tersenyum ramah.
"Kakak jangan lupa datang pas pernikahan ku" ucap Li Lian sambil tersenyum dan berdiri memeluk Hao Ling dan melepasnya lagi.
"Kakak sering sering mampir" ucap Li Mei yang juga kemudian memeluk Hao Ling.
"Mei-er apa kau berencana tidur lagi dengan Gege" ucap Hao Ling berbisik di telinga Li Mei saat mereka masih berpelukan.
"Kakak apa boleh" ucap Li Mei yang juga berbisik di telinga Hao Ling
"Apa bisa aku larang, awas jangan sampai kau ngompol seperti dulu" ucap Hao Ling kembali berbisik dan melepas pelukan Li Mei.
Long Tian kemudian menteleportasikan Hao Ling kembali ke istana merah.
"Ayah kami akan ke kediaman ku dulu untuk beristirahat" ucap Li Lian sambil tersenyum hormat ke Li Ming dan langsung berdiri dari kursinya demikian juga Long Tian dan Li Mei.
"Raja aku akan mengantar mereka" ucap Li Mei.
"Kalian pergilah, aku akan menemui semua kakak kakak ku" ucap Li Ming sambil berdiri juga.
"Raja mungkin aku akan di kediaman Li Lian dulu apakah tidak masalah untukmu" ucap Li Mei melalui telepati.
"Mei-er aku paham maksudmu, dekatilah lagi Penguasa" ucap Li Ming melalui telepati juga.
Mereka semua meninggalkan teras kediaman itu, dan Li Ming langsung menemui para Jenderal yang merupakan kakak angkat nya.
Long Tian, Li Lian dan Li Mei kini sudah berada di kediaman Li Lian dan mereka semua duduk di ruang tamu kamar Li Lian.
"Lian-er guru akan menginap disini dan ayahmu sudah mengizinkan, apa kau juga mengizinkan" ucap Li Mei sambil menggeser kursinya ke sebelah Long Tian.
"Aku akan membersihkan badan dulu" ucap Long Tian sambil berdiri dan berjalan ke kamar mandi yang ada di dalam kamar itu dan memilih untuk berendam di sana.
"Guru, apakah ayah tau hal ini" ucap Li Lian saat Long Tian sudah memasuki kamar mandi.
"Lian-er, guru dan gege mu sudah pernah melakukan nya sebelum guru kehilangan gege di galaksi surgawi dulu" ucap Li Mei pelan.
"Guru aku tinggal dulu sebentar, aku akan mengambil buah buahan dulu, sepertinya para pelayan ku masih sibuk berbenah di kamar mereka sendiri sehingga di sini belum ada buah buahan kesukaan ku" ucap Li Lian pelan sambil tersenyum dan melangkah keluar dari kamarnya lalu menutup rapat pintu kamarnya.