Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Galaksi ke 100 part 8


Tiga jam berlalu dan kini mereka sampai di persimpangan jalan yang sebelumnya di sampaikan oleh pangeran Hinjo ke Long Tian.


Mereka kemudian mengarahkan hewan tunggangan mereka menuju jalanan yang sudah tidak di gunakan itu sampai lima kilometer kemudian mereka berhenti karena ada tanah lapang disana meskipun penuh dengan rumput yang cukup tinggi


"Perintahkan dua prajurit berkuda untuk menyusul jenderal Po dan yang lainnya tolong babat semua Rumput ini agar kita bisa beristirahat malam ini disini" ucap Long Tian dengan ramah ke Pangeran Hinjo.


"Baik Tuan muda Tian" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat sambil kemudian turun dari atas singanya dan berjalan ke arah pasukan berkuda.


Long Tian kemudian turun dari atas singanya juga dan dia berjalan ke arah sebuah pohon besar dan kemudian terbang melesat ke atas dahan tertinggi di pohon besar itu.


Long Tian berdiri di atas dahan pohon besar itu dan memeriksa sekelilingnya untuk mengetahui kondisi sekitarnya dan juga arah perjalanannya ke depan dengan menggunakan kekuatan mata emasnya.


"Memang benar banyak sekali binatang buas di hutan ini namun tidak ada ras iblis darah ataupun manusia di hutan ini sama sekali, jadi perjalanan ini akan lancar, dan sepertinya jenderal Po sudah selesai berbelanja" ucap Long Tian sambil melihat jika Jenderal Po dan kedua prajuritnya baru saja keluar dari pintu gerbang kota yang sebelumnya mereka lintasi.


"Memang mengikuti mereka ini melelahkan namun dengan begini aku jadi seolah memulai dari nol lagi, ya anggap saja sambil menunggu pasukan ku sampai ke galaksi ini" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat ke bawah dimana para prajurit itu sedang membersihkan semua rumput yang tumbuh di tanah lapang yang cukup luas itu.


Sebagian prajurit juga tampak memberi makan semua hewan tunggangan itu bahkan pangeran Hinjo juga ikut memberi makan singa singa yang jadi alat transportasi mereka.


"Hinjo ini sebenarnya bisa menjadi pemimpin dunia ini namun aku belum tahu apakah masih ada yang lain yang lebih mampu dari dia atau tidak, jadi sebaiknya aku tidak mengambil keputusan ini sekarang" ucap Long Tian berbicara sendiri dalam hatinya sambil terus kemudian membuat kubah perlindungan untuk keamanan mereka malam itu dengan radius satu kilometer dari tempatnya berada saat ini.


Satu jam berlalu dan kini tanah kosong itu sudah bersih tidak ada lagi rumput yang tinggi disana, sebenarnya Long Tian bisa meminta alam untuk menghilangkan rumput rumput itu namun dia tidak melakukannya karena tidak ingin kekuatannya terlalu banyak diketahui saat ini oleh mereka semua.


Long Tian kemudian melompat turun ke bawah dan langsung mengeluarkan semua tenda yang biasa dia gunakan selama dalam perjalanan mereka ini.


"Tuan muda Tian, apakah di hutan ini juga banyak hewan buruan" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat.


"Sejauh lima puluh kilometer tidak ada buruan apapun disini jadi kita harus sedikit berhemat karena hutan ini sangat panjang" ucap Long Tian dengan ramah sambil kemudian duduk di kursi yang disiapkan oleh para prajurit dan juga untuk


Pangeran Hinjo.


"Kalian semua sudah mendengarnya jadi berhemat dengan daging rusa sampai Tuan muda Tian memerintahkan kalian semua untuk berburu kembali" ucap Pangeran Hinjo kepada para prajurit itu.


Sebenarnya Long Tian tidak takut kehabisan persediaan makanan karena dia bisa mengambil stok makanannya bahkan dia juga masih memiliki banyak daging rusa yang sebelumnya dia beli di galaksi lainnya, di dunia jiwanya juga ada Jutaan hewan yang bisa dia konsumsi.


Beberapa orang prajurit kemudian membuat api unggun dan sebagian sibuk membersihkan daging rusa untuk mereka bakar dan mereka jadikan sebagai hidangan malam mereka.


Tiga jam lagi berlalu dan terlihat jika Jenderal Po dan empat prajurit nya sudah kembali ke kemah mereka.


"Hormat kepada Yang mulia dan Tuan muda Tian" ucap Jenderal Po dengan hormat sambil kemudian duduk di kursi yang disediakan oleh seorang prajurit nya.


"Jenderal apakah ada kendala atau ada berita di kota itu" ucap Pangeran Hinjo dengan ramah.


"Tidak ada penguasa, hanya saja ada poster anda di tempel di gerbang kota itu, anda sudah diinformasikan sebagai buronan oleh istana" ucap Jenderal Po dengan hormat sambil kemudian memberikan sebuah cincin dimensi ke Pangeran Hinjo dan sebuah cincin dimensi ke Long Tian.


"Jenderal simpan saja olehmu, dan gunakan lagi nanti saat kita akan berbelanja lagi" ucap Long Tian sambil mengisi kembali cincin dimensi itu dengan tiga juta keping koin emas karena masih ada dua juta keping koin emas didalamnya.


"Baik Tuan muda Tian terima kasih" ucap Jenderal Po dengan hormat sambil kemudian menerima cincin dimensi itu lalu memakainya.


"Jenderal ini juga anda saja yang menyimpannya dan aku sudah mengambil beberapa pakaian untuk ku gunakan nantinya" ucap Pangeran Hinjo dengan ramah sambil kembali mengembalikan cincin dimensi yang diberikan oleh Jenderal Po.


"Baik Yang mulia" jawab Jenderal Po dengan hormat sambil menerima cincin dimensi itu dan menyimpannya kembali.


"Jenderal kita harus menghemat persediaan makanan kita karena sesuai dengan informasi dari Tuan muda Tian jika di hutan ini tidak ada hewan buruan" ucap Pangeran Hinjo kembali dengan ramah ke Jendela Po.


"Baik Yang Mulia" jawab Jenderal Po dengan hormat.


Long Tian kemudian berdiri dan kemudian mengeluarkan Sepuluh drum kayu teh herbal buatannya.


"Jenderal simpan ini, mulai sekarang setiap beristirahat kita minum teh herbal buatan ku saja agar stamina kita tetap terjaga jadi apapun yang terjadi kita selalu siap" ucap Long Tian dengan ramah


"Tuan muda Tian apakah ini sama dengan minuman yang kita minum di desa waktu itu" ucap Jenderal Po dengan hormat.


"Itu benar, dan semua prajurit juga harus meminum ini mulai sekarang, aku tidak mau kalian semua sampai kelelahan dan tidak siap berperang" ucap Long Tian dengan ramah.


"Dan bagikan ini masing masing satu butir siapa tau kalian bisa naik tingkat setelah mengkonsumsi Pil Fusi Roh tingkat dewa ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi empat ratus pil fusi roh tingkat dewa ke Pangeran Hinjo sedangkan Jenderal Po sudah selesai menyimpan semua drum kayu besar yang berisi teh herbal buatan Long Tian.


" Baik Tuan muda Tian, terima kasih" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat sambil kemudian mengeluarkan sebutir Pil Fusi Roh tingkat dewa itu lalu menelannya.