
"Lima ratus ribu keping koin emas oleh sekte naga emas apakah ada yang ingin menawar lebih" ucap Kin Boji dengan lantang namun tidak ada satupun yang bersuara.
Satu
Dua
Tiga
"Pedang pusaka tingkat pencipta ini juga di menangkan oleh sekte naga emas dan berikutnya maka akan kita memasuki babak pelelangan barang titipan dan agar di ketahui bersama jika hasil nya akan menjadi milik pemilik barang seutuhnya" ucap Kin Boji dengan lantang dan langsung turun dari atas panggung lelang lalu menemui beberapa petugas wanita muda yang sudah menerima beberapa barang lelang.
"Barang pertama sebagai pembuka sesi ke dua yaitu Tiga butir Pil Penyembuh tingkat pencipta dengan kemurnian sangat sempurna bahkan lebih, sesuai permintaan pemilik maka harga yang kami buka adalah satu keping koin emas" ucap Kin Boji dengan lantang dan memperlihatkan satu kotak giok kecil yang berisi tiga Pil Penyembuh tingkat pencipta buatan Long Tian.
Tawaran dan tawaran terus naik dan kini Haga sudah mencapai enam ratus ribu keping koin emas.
"Penduduk mu ternyata sangat kaya" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Penguasa yang anda jual itu adalah barang legenda jadi mereka pasti rela jika sampai persediaan uang mereka kosong." Jawab Raja itu dengan hormat.
"Enam Juta keping koin emas oleh rumah alkemis apakah ada lagi yang berminat" ucap Kin Boji dengan lantang.
"Sampai sampai rumah alkemis pun tertarik dengan Pil buatanku ini" ucap Long Tian sambil tertawa ringan.
"Sembilan Juta Keping Koin Emas" ucap seorang di ruangan ujung yang di lantai tiga.
"Sembilan Juta Keping Koin Emas oleh Ruangan khusus nomor tiga yaitu Sekte Pengobatan Teratai apakah ada lagi yang berminat" ucap Kin Boji dengan lantang.
"Penguasa itu sekte aliran putih dan mereka sering membantu masyarakat yang tidak mampu secara gratis.
"Baguslah jika demikian, jika mereka tidak menang maka, Berikanlah tiga butir milik mu" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.
"Baik Penguasa" ucap Raja itu dengan hormat.
"Dua belas juta keping koin emas" ucap sekte tombak kematian.
"Dua belas juta keping koin emas oleh sekte Tombak kematian apakah ada lagi" ucap Kin Boji dengan lantang.
Satu
Dua
Tiga
"Baiklah tiga butir pil penyembuh tingkat pencipta ini menjadi milik sekte tombak kematian dan akan segera kami antarkan, untuk barang selanjutnya adalah dua belas buah pisau terbang pusaka tingkat pencipta dan akan kami buka dengan seratus ribu keping koin emas" ucap Kin Boji dengan lantang.
"Penguasa, maaf ini Tombak dan pedang pedang anda" ucap Gu Lam yang telah kembali sambil tersenyum dan memberikan tiga cincin dimensi yang berisi masing masing satu barang yang di beli Long Tian.
"Tetua Gu Lam pedang pusaka tingkat dewa untuk anda dan pedang pusaka tingkat pencipta untuk Raja, agar bisa menjadi pusaka kerajaan saja" ucap Long Tian dengan ramah dan memberikan masing masing satu cincin dimensi.
"Penguasa Terima kasih" ucap keduanya kompak.
"Raja berikan tiga butir Pil Penyembuh tingkat pencipta anda ke sekte pengobatan teratai itu agar mereka bisa berkembang" ucap Long Tian dengan santai.
"Baik Penguasa hamba pamit sebentar" ucap Raja itu dengan sopan dan langsung meninggalkan ruangan itu.
Dua belas pisau terbang itu kini sudah mencapai harga empat ratus ribu keping koin emas dan terus naik.
"Tetua Gu Lam kenapa, sepertinya anda tertarik dengan pisau pisau terbang itu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tawar saja sampai kau menang, nanti biar aku yang membayarnya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum.
"Terima kasih Penguasa" ucap Tetua Gu Lam dengan hormat dan di balas senyuman oleh Long Tian.
"Lima ratus ribu keping koin emas oleh tuan di kursi nomor 90 apakah ada yang ingin menawar lebih" ucap Kin Boji.
"Enam ratus ribu keping koin emas" ucap Tetua Gu Lam dengan lantang.
"Tujuh ratus ribu keping koin emas" ucap pria di kursi 90 dengan lantang.
"Tetua satu juta keping koin emas saja" ucap Long Tian pelan dan di balas anggukan kepala oleh Tetua Gu Lam
"Satu juta keping koin emas" ucap Tetua Gu Lam dengan lantang dan membuat ruangan itu menjadi hening.
"Dua juta keping koin emas" ucap pria sepuh di kursi ke 50
"Tiga juta keping koin emas' ucap pria sepuh di kursi nomor 7
"Enam juta saja" ucap Long Tian memotong Gu Lam yang hendak menawar dan di balas anggukan kepala oleh Tetua Gu Lam.
"Enam juta keping koin emas" ucap Tetua Gu Lam dengan lantang dan kembali membuat area pelelangan menjadi hening.
"Delapan juta keping koin emas" ucap sekte tombak kematian.
"Tetua 12 juta saja" ucap Long Tian dengan santai dan kembali di balas anggukan kepala oleh Tetua Gu Lam.
"Dua belas juta keping koin emas" ucap Tetua Gu Lam dengan lantang kembali membuat area pelelangan menjadi hening.
Lima menit berlalu dan belum ada yang menawar lagi.
Satu
Dua
Tiga
"Dua belas pisau terbang pusaka tingkat pencipta ini dimenangkan oleh Sekte Naga Emas barang akan segera di antarkan" ucap Kin Boji dengan lantang dan langsung turun dari atas panggung untuk meminum teh di gelasnya.
"Tetua ambillah dulu pisau pisau anda itu" ucap Long Tian dengan ramah.
"Baik Penguasa" Jawab Tetua Gu Lam dengan hormat dan langsung meninggalkan Long Tian sendirian di ruangan itu dengan tidak ragu karena mengetahui jika cincin penyimpanan Long Tian yang dipegang oleh wanita muda petugas pelelangan itu masih sangat cukup untuk membayarnya.
"Penguasa, pihak sekte pengobatan teratai sangat senang dengan Pil Penyembuh anda" ucap Raja itu dengan hormat saat kembali memasuki ruangan Long Tian.
"Baguslah tapi tidak kau bilangkan siapa aku ke mereka" ucap Long Tian dengan santai.
"Tidak Penguasa mereka taunya sekte naga emas saja karena mereka tahu saya tidak mungkin memiliki nya" ucap raja itu dengan hormat.
"Baiklah kita lanjutkan, barang berikutnya adalah tiga pil fusi roh tingkat pencipta dengan kemurnian di atas seratus persen dan dibuka dengan satu keping koin emas" ucap Kin Boji dengan lantang.
"Penguasa maaf bisakah hamba meminta bantuan kepada anda" ucap Raja itu dengan sangat hormat.
"Sampaikan saja apa yang kau inginkan" ucap Long Tian dengan ramah.
"Penguasa sudah lama dunia kami ini tidak turun hujan, bahkan sungai sungai banyak yang mengering bisakah anda memberikan kami hujan" ucap Raja itu dengan sangat sopan dan hormat.