Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Rumah makan 4 end


"Gege, jika tidak ada segel kuno itu mungkin lian-er sudah pulang ke kerajaan ayahanda, namun segel kuno itu mengunci semua yang memiliki kultivasi di atas Dao Surgawi tahap akhir" ucap Li Lian sambil tersenyum.


"Apa di kota ini ada yang di atas Dao Surgawi tahap akhir" ucap Long Tian sambil melihat Li Lian di sebelah nya.


"Tuan kota Pencipta Bumi tahap akhir dan dia pernah aku hajar satu kali sampai wajahnya tidak dikenali sama istrinya selama satu minggu karena membiarkan almarhum suami ku ikut perang sampai meninggal dunia, sejak saat itu aku berpakaian seperti itu karena nyaman saja, tapi di kota ini tidak ada yang berani menggoda ku selain Gege" ucap Li Lian sambil tertawa ringan.


"Disini banyak juga yang sudah tahap pencipta tahap awal dan semuanya takut dengan Lian-er, karena pernah mereka melihat lian-er seperti kucing melihat makanan jadi lian-er bikin mereka terbang keluar semuanya dengan kepala masuk tanah" ucap Li Lian dengan bangga.


"Kau itu ada ada saja, kita temui tuan kota, yang mana rumahnya" ucap Long Tian sambil melihat keluar jendela yang memang menghadap ke tengah kota.


"Yang itu, yang paling besar dengan ada ukiran naga di atasnya" ucap Li Lian sambil menunjuk satu rumah di tengah tengah kota.


Long Tian mengangguk lalu berteleportasi ke halaman rumah itu dengan membawa Li Lian.


"Gege bilang dulu jika mau berteleportasi" ucap Li Lian yang hampir jatuh karena tadi sedang bersandar di dinding jendela namun ditahan oleh Long Tian.


"Iya maaf" ucap Long Tian pelan.


"Nyonya Li, apakah ada yang bisa saya bantu" ucap pria sepuh yang berlari dari teras rumah itu dengan sangat sopan dan terlihat sangat takut dengan Li Lian.


"Tuan kota ini suamiku, dan dia mau berbicara denganmu" ucap Li Lian


Dengan ketus.


"Tuan mari silahkan kita berbicara di teras rumah saya" ucap Tuan kota itu dengan hormat dan mempersilakan Long Tian dan Li Lian untuk duduk di kursi terasnya.


Long Tian dan Li Lian mengikuti tuan kota itu ke teras rumahnya mereka duduk berhadapan, namun tuan kota itu menunduk tidak berani melihat Li Lian.


"Tuan apakah ada yang bisa saya bantu" ucap Tuan kota dengan sangat hormat.


Namun bersamaan dengan itu jutaan kapal perang melintas langit kota itu dan hanya Long Tian yang tersenyum melihatnya.


"Tuan kota sebentar" ucap Long Tian.


"Mo Fei apa kau lihat kota yang memiliki kubah segel kuno" ucap Long Tian sambil berbicara ke cincin komunikasi dan membuat tuan kota melongo melihat nya.


"Hamba melihatnya penguasa, apa perintah penguasa" ucap Jenderal Mo Fei melalui cincin komunikasi.


"Di luar kota ini ada peperangan, bantu pihak kota ini dan hapus semuanya dan jangan pindah benua, lalu kau kemarilah, lihat di atas rumah terbesar ada ukiran naga emas" ucap Long Tian sambil melangkah kembali ke halaman rumah itu.


"Baik Penguasa, segera saya hapus mereka" ucap Mo Fei.


Long Tian kemudian menggerakan tangannya dan menunjuk ke atas.


Cahaya emas berpadu dengan cahaya merah kehitaman melesat keluar dari jarinya ke arah langit di atasnya.


Boooooooom


Long Tian kemudian melangkah ke teras tuan kota itu dan duduk kembali di kursi yang sebelumnya diduduki.


"Saya dan istri saya akan meninggalkan kota ini dan terima kasih sudah menjaga istri saya selama disini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan terima kasih atas bantuan anda, dan Nyonya lah yang membuat kota ini jadi aman selama ini" ucap Tuan kota itu dengan ramah.


"Tuan kota apakah ada masalah yang membebani mu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan, maaf kubah segel cahaya itu" ucap Tuan kota dengan sangat hormat takut menyinggung Long Tian dan Li Lian.


"Tuan Kota segel perlindungan itu hadiah ku untukmu, semua yang berjiwa jahat akan menjadi abu termasuk dengan garis darah mereka tanpa terkecuali bahkan mereka tidak akan bisa bereinkarnasi, jadi siapapun yang keluar masuk akan diperiksa oleh kubah segel perlindungan itu" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan dan Nyonya terima kasih, maaf atas kesalahan saya dimasa lalu" ucap Tuan kota itu dengan sangat sopan.


"Tuan Kota itu takdir langit tidak perlu disesali dan inilah takdir langit, Lian-er sekarang menjadi istriku" ucap Long Tian sambil melihat ke atas langit karena kapal perang yang sangat besar melebihi besar kediaman kepala kota melayang di atasnya.


"Hormat kepada Penguasa 100 Galaksi" ucap Jenderal Mo Fei dengan hormat berlutut di halaman rumah tuan kota dan menghadap ke Long Tian.


"Mo Fei ini benar benar apa dia tidak tau jika aku tidak menggunakan kekuatan 100 galaksi" ucap Long Tian dalam hatinya.


"Tuan Kota kami pamit" ucap Long Tian sambil berdiri demikian juga Li Lian dan langsung berjalan ke arah Jenderal Mo Fei.


"Mo Fei berdirilah, kita akan berjalan jalan" ucap Long Tian sambil melayang dan menggunakan kekuatan 100 galaksi di dampingi oleh Li Lian di kanannya.


Tuan kota itu langsung berlutut dan bersujud tiga kali untuk menghormati Long Tian.


Long Tian dan Li Lian sudah berdiri di atas dek kapal perang Jenderal Mo Fei dan Jenderal Mo Fei sendiri masih di halaman rumah tuan kota.


"Tuan saya permisi" ucap Jenderal Mo Fei sambil melesat ke atas kapal nya menyusul Long Tian.


Tuan kota yang masih berlutut karena dia hampir tidak percaya jika yang datang adalah Penguasa 100 Galaksi dan kini menjadi suami orang terkuat di dunia itu.


"Penguasa, kau benar benar ya, apa yang akan di katakan oleh kakak ipar nanti jika melihat mu seperti ini" ucap Jenderal Mo Fei yang melihat Long Tian berdiri sambil memegang tangan Li Lian.


"Mo Fei beri salam untuk kakak ipar baru mu" ucap Long Tian dengan santai.


"Kakak, jika kakak ipar belum setuju aku tidak akan mengakui dia sebagai kakak ipar" ucap Jenderal Mo Fei sambil duduk di kursi yang dekat dengannya.


"Kakak ipar, apakah kau tau jika kakak mencari wanita lain, apa aku harus menghukum kakak, apa perlu aku seret dia ke hadapan mu" ucap Jenderal Mo Fei melalui cincin komunikasi ke Hao Ling.


"Adik kurang ajar apa apaan kau" ucap Long Tian sambil duduk di kursi terdekat nya demikian juga Li Lian yang duduk di samping Long Tian.


"Adik Fei, kakak sudah tau dan sudah bertemu juga dengan adik Lian-er, kakak sudah merestui mereka berdua" ucap Hao Ling melalui cincin komunikasi.