
"Pengendalian Alam, tanah telanlah semua buatan manusia di hutan hitam itu" ucap Long Tian sambil fokus berkomunikasi dengan semesta.
Terlihat semua pohon bergetar kencang dan gempa bumi terjadi di hutan hitam bahkan sampai ke desa yang sebelumnya Long Tian kunjungi namun tidak merusak apapun di desa itu tapi tidak demikian dengan bangunan bangunan yang ada di tengah hutan hitam itu yang kini mulai retak dan hancur.
Satu jam berlalu dan kini terlihat jika pohon pohon di hutan itu tidak lagi bergetar dan dengan mata emasnya Long Tian melihat jika sudah tidak ada bangunan di hutan hitam.
"Banyak sekali Kelelawar darah raksasa di hutan ini, berarti ada ras iblis darah juga di hutan ini, aku tidak bisa melihatnya namun sepertinya ras iblis darah itu bersembunyi di dunia kecilnya tapi sepertinya bukan di Goa itu karena Goa itu sudah sedikit hancur" ucap Long Tian sambil melihat jika banyak sekali Kelelawar darah raksasa yang terbang di hutan itu dan menabrak ke kubah cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman buatannya dan langsung menjadi abu.
"Baiklah kejutan berikut nya" ucap Long Tian sambil menunjuk ke arah tanah dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat ke atas tanah itu dan melapisi bagian atas tanah dan menyebar ke seluruh dunia itu dengan sangat cepat.
Long Tian melihat jika banyak sekali bola cahaya kecil berwarna emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat di udara dan menjadi fenomena yang mengerikan di dunia itu.
"Dunia yang tenang namun menyimpan jutaan sumber badai untuk dunia lainnya" ucap Long Tian sambil terus mengawasi setiap bagian hutan hitam dan melihat jika banyak dari orang orang sekte aliran hitam yang kini berdiri serta duduk di atas dahan dahan pohon karena takut menginjak tanah yang berlapis segel buatannya.
"Pengendalian senjata, datanglah" ucap Long Tian sambil mengangkat tangan kanannya ke atas dengan perlahan.
Ribuan senjata melesat keluar dari kubah cahaya yang menutupi hutan hitam dan mengarah ke atas Long Tian lalu melayang di atas kepalanya.
"Potong semua kaki dan tangan mereka" ucap Long Tian sambil mengarahkan tangan kanannya yang lurus ke atas ke arah hutan hitam.
Ribuan senjata itu melesat kembali ke para pemilik nya dan melaksanakan tugasnya untuk memotong tangan dan kakinya dengan tidak dapat di tahan oleh para pengikut ras iblis darah yang kini bertahan di atas pohon.
Long Tian kemudian menunjuk ke arah hutan hitam dan Cahaya emas penariknya kini kelihatan keluar dari jari telunjuknya berjumlah ribuan yang langsung melesat mendahului senjata senjata itu.
Semua cahaya emas penariknya mengambil paksa cincin dimensi yang masih mereka gunakan dan juga mengambil semua artefak yang mereka simpan di badan mereka juga array array yang terpasang di hutan hitam karena Long Tian menduga jika yang membuat hutan hitam itu menjadi seram adalah karena array buatan orang orang sekte aliran hitam yang merupakan pengikut ras iblis darah.
Cahaya emas penariknya kini kelihatan sudah mulai kembali dan sudah tidak ada lagi yang bernyawa di hutan hitam dan hutan hitam juga sudah tidak lagi mengeluarkan asap hitam yang menutupi bagian atas hutan itu.
"Jadi semua ini hanyalah array seperti dugaanku, dan menara iblis ini adalah rumah para iblis darah" ucap Long Tian sambil tersenyum melihat semua yang dibawa oleh cahaya emas penariknya.
Long Tian langsung menyimpan semuanya ke halaman istana dunia jiwanya namun ada sepuluh menara iblis yang masih melayang terikat oleh cahaya emas penariknya dan dijadikan menjadi satu di dalam bola cahaya emas oleh Cahaya emas penariknya.
Long Tian langsung menunjuk ke bola cahaya emas yang berisi sepuluh menara iblis dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman melesat dengan cepat ke dalam bola cahaya emas itu lalu memasuki semua menara iblis itu.
Lima menit berlalu dan kini semua menara iblis itu sudah masuk kedalam cincin dimensi milik Long Tian.
Long Tian kemudian menghilangkan kubah cahaya yang menutupi hutan itu namun tetap membiarkan segel yang melapisi tanah untuk selama satu bulan di dunia itu.
"Hujan berhentilah" ucap Long Tian dengan pelan.
"Sudah tidak ada lagi yang membutuhkan kehadiranku di dunia ini dan masih ada dua dunia di galaksi ke lima puluh ini" ucap Long Tian sambil berteleportasi secara acak dengan menyerahkan keberadaannya kepada semesta.
"Jadi ini dunia para perompak angkasa itu, aku berikan kalian hadiah saja jika begitu" ucap Long Tian yang muncul di atas awan dunia kedua sambil tersenyum dan melihat jika banyak kapal kapal perompak yang terparkir di desa dan kota kota di dunia itu.
Long Tian menunjuk ke arah bawahnya dan cahaya emas berlapis cahaya merah kehitaman terlihat menyebar dengan sangat cepat membentuk sebuah bola dengan dunia itu di dalamnya dan langsung mengecil secara merata.
Jutaan manusia di dunia itu kini menjadi abu dengan cepat saat segel kutukan darah dan penghapus jiwa itu mengenai mereka dengan tidak dapat dihindari sedikitpun.
"Bahkan tidak ada yang selamat satupun didunia ini, terlihat jelas jika dunia ini benar benar dunia penjahat" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke sebuah tanah kosong yang sangat luas.
Long Tian kemudian mengeluarkan cahaya emas penariknya yang langsung melesat ke semua penjuru dunia itu.
Lima belas menit sudah berlalu dan gunungan harta sudah terlihat oleh Long Tian bahkan gunung artefak dan cincin dimensi juga ada di depannya dan semuanya kembali di kirim ke dunia jiwanya.
"Baiklah, Tanah telanlah semuanya" ucap Long Tian sambil berteleportasi ke dunia ketiga di galaksi ke lima puluh itu.
"Dunia ketiga ini benar benar berbeda" ucap Long Tian sambil melihat dari atas awan menggunakan mata emasnya.
Long Tian kemudian berteleportasi ke sebuah kota namun tidak ke dalam kotanya melainkan satu kilometer di luar kota itu dan langsung berjalan ke arah gerbang kota itu.
"Panjang sekali antrian ini, bahkan antrian kereta kuda lebih panjang dari pejalan kaki sepertiku" ucap Long Tian dalam hatinya sambil ikut mengantri untuk memasuki kota itu.
"Tuan apakah ada sesuatu di kota sehingga antrian sepanjang ini" ucap Long Tian ke pria sepuh di depannya dengan sangat hormat
"Tuan muda, apakah anda tidak mengetahui jika hari ini ada pelelangan oleh paviliun giok merak" ucap pria sepuh di depannya dengan ramah.
"Tuan, Saya hanya petualang saja dan berencana mencari rumah makan saja di kota ini" ucap Long Tian dengan ramah.
"Tuan muda anda sebaiknya mengikuti pelelangan, saya dengar banyak barang bagus yang akan di lelang" ucap pria sepuh itu sambil tersenyum dan melangkah maju karena akibat mereka mengobrol tanpa disadari sudah berjarak sepuluh meter dengan depannya.
"Tuan, Apakah ada juga akan mengikuti pelelangan itu" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat antrian kereta kuda yang semakin panjang
"Tuan muda lihatlah pakaian saya jauh berbeda dengan anda, saya hanya pemburu saja yang hendak menjual daging hasil buruan saya di kota ini" ucap pria sepuh itu sambil tertawa ringan.
"Tuan, pakaian tidak menjadi jaminan, Daging apa yang hendak anda jual jika saya boleh mengetahuinya" ucap Long Tian dengan ramah.