
Pangeran Hinjo kemudian menyerahkan cincin dimensi yang berisi pil pil fusi roh tingkat dewa itu ke Jenderal Po dan meminta Jenderal Po menelan satu lalu membagikannya kepada para prajurit.
Pangeran Hinjo kemudian berdiri dan langsung mengambil sikap duduk Lotus di atas rumput dekat api unggun.
Satu persatu kemudian duduk dengan sikap lotus termasuk juga jenderal Po yang juga duduk dengan sikap lotus berkultivasi sambil menyerap khasiat pil fusi roh itu.
Long Tian hanya tersenyum dan membiarkan mereka untuk berkultivasi, dia kemudian memilih untuk melanjutkan membakar daging daging rusa itu karena prajurit yang sebelumnya sedang membakar daging kini sedang berkultivasi.
Dua jam berlalu dan semua daging rusa itu sudah semuanya di bakar oleh Long Tian dan sudah di letakkan di atas piring piring yang tersusun rapi di atas meja.
Long Tian juga sudah memberikan daging rusa bakar itu untuk singa dan harimau nya karena semua hewan itu juga menginginkannya.
"Sepertinya mereka masih lama dan hari sudah sangat malam sebaiknya aku beristirahat saja, toh tidak ada bahaya apapun untuk mereka saat ini" ucap Long Tian sambil melangkah memasuki tendanya.
Di Dalam tenda Long Tian langsung membersihkan badannya dan dia kemudian menikmati kasur empuk yang ada di dalam tenda itu tanpa memperdulikan jika diluar tenda ada ratusan orang yang sedang berkultivasi.
Matahari pagi kembali bersinar dengan terang dan Long Tian kemudian keluar dari dalam tendanya, dia melihat jika semuanya sudah selesai berkultivasi karena tidak ada satupun yang duduk dengan sikap lotus di sana, daging daging rusa yang semalam dia bakar juga sudah habis bahkan piring kotor dan meja juga tidak ada.
"Sudah pagi dan mereka masih tertidur pulas, jam berapa mereka semua ini tidur?, Sepertinya tidur ku yang terlalu pulas" ucap Long Tian sambil melihat sekelilingnya dengan mata emasnya dan melihat jika semuanya masih tidur di dalam tenda.
Long Tian kemudian mendekati kawanan singa dan harimaunya.
"Kalian semua mengaumlah dengan kencang bangunkan mereka semua" ucap Long Tian sambil tersenyum hangat ke hewan hewan buas itu.
Semua singa dan harimau itu langsung berdiri dan mengaum dengan sangat Kencang, sehingga menimbulkan kepanikan di perkemahan itu.
Semua prajurit termasuk Jenderal Po dan juga Pangeran Hinjo langsung berlari keluar dari dalam tenda dan semuanya membawa senjata mereka masing masing.
"Kalian semua kenapa?" Ucap Long Tian sambil tertawa terbahak bahak melihat mereka semua.
"Tuan muda Tian, maaf kami terlambat bangun, kami belum lama tidur soalnya" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat sambil kemudian menyimpan pedangnya.
"Sudahlah kalian semua bersiaplah kita akan segera melanjutkan perjalanan soalnya" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya.
"Baik Tuan muda Tian" ucap mereka semua dengan kompak dan langsung kembali ke dalam tenda mereka.
"Mereka ini benar benar kompak, batasan antara seorang pemimpin dan bawahan yang sangat bagus yang selama ini aku temukan, Hinjo ini benar benar bisa menjadi pemimpin benua ini dengan baik, semakin aku mengenalnya dan semakin aku kagum dengan sikapnya" ucap Long Tian berbicara sendiri sambil melihat mereka semua.
"Baiklah kita lanjutkan perjalanan kita dan ingat jangan ada yang berbuat gegabah karena sepanjang jalan ini dipenuhi oleh hewan buas dan aku sedang tidak ingin menambah hewan peliharaan saat ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil kemudian meminta singanya untuk berlari dengan kecepatan seperti kuda, karena memang di rombongan itu pasukan kuda adalah yang terlambat.
Semuanya langsung mengikuti Long Tian dan melarikan tunggangan mereka sesuai kecepatan Long Tian.
Hutan yang sangat luas dan jalan yang di penuhi oleh rerumputan tinggi itu tidak membatasi pergerakan mereka sedikitpun.
Membutuhkan waktu sampai delapan jam untuk mereka melintasi pegunungan itu dan kini mereka semua sudah berhenti di pinggir sungai.
"Tuan muda di seberang sungai itu sudah beda benua dan kita hanya tinggal mengikuti aliran sungai ini saja untuk sampai di Gunung terlarang" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat.
"Baiklah jika demikian kita beristirahat satu hari disini saja, dan besok pagi kita lanjutkan lagi perjalanan kita" ucap Long Tian sambil turun dari singa tunggangannya itu lalu mengarahkan singanya untuk beristirahat tidak jauh dari tempat mereka saat ini.
Pangeran Hinjo dan Jenderal Po berserta yang lain juga turun dari atas tunggangan mereka lalu mendekati Long Tian yang kini sudah mengeluarkan tendanya.
"Jenderal Po sampaikan kepada para prajurit mu untuk berburu dan jika bisa tangkaplah ikan ikan di sungai itu, karena ikan ikan itu bisa membantu kultivasi kalian" ucap Long Tian dengan ramah karena dia sudah melihat jika di sungai itu banyak sekali ikan berbagai jenis dan semua ikan itu memiliki kultivasi sehingga mengkonsumsinya bisa membantu semuanya untuk naik tingkat.
"Baik Tuan muda Tian, saya akan membagi dua untuk prajurit itu sebagian menangkap ikan dan sebagian berburu rusa di hutan ini" ucap Jenderal Po dengan hormat.
"Pangeran Hinjo, ada berapa sekte aliran putih di benua ini?" Tanya Long Tian dengan ramah sambil kemudian duduk di atas batu besar yang muat untuk lima orang.
Pangeran Hinjo kemudian duduk di samping kiri Long Tian.
"Tuan muda Tian ada lima sekte aliran putih dan satu sekte aliran hitam serta ada dua sekte netral di benua ini, dan hanya di benua ini saja yang memiliki sekte, kedua benua lainnya tidak memiliki sekte karena dilarang oleh Raja mereka" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat.
"Lalu apakah ada sekte yang dekat dengan lokasi kita ini?" Tanya Long Tian kembali.
"Tidak ada Tuan Muda Tian, ayahanda Raja menempatkan mereka di pegunungan selatan sangat jauh dari sini, di pegunungan selatan ada delapan Gunung dan satu sekte memegang kekuasaan atas satu gunung" ucap Pangeran Hinjo dengan hormat.
"Tuan muda Tian saya sudah membagi dua prajurit kita" ucap Jenderal Jee dengan hormat saat sudah kembali dan duduk di sebelah kanan Long Tian.
"Di bawah sungai itu ada rumput jiwa dan berguna untuk kita semua meskipun jumlahnya sedikit namun cukup untuk kita gunakan sebagai persediaan kita selama perjalanan, sampaikan ke prajurit mu yang bertugas menangkap ikan agar mengambil rumput jiwa itu juga" ucap Long Tian dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Jenderal Po.
"Tuan muda Tian benarkah ada rumput Jiwa di dasar sungai ini, baiklah aku akan memerintahkan kepada para prajurit ku agar sebagian menangkap ikan dan sebagian mengambil rumput jiwa itu juga, terima kasih atas informasinya" ucap Jenderal Po dengan hormat dan bersemangat.