Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Istana Merah


Long Tian melihat Hao Ling pergi langsung berteleportasi ke ruang penempaan miliknya di Dunia Jiwa.


Long Tian membuat sebuah artefak istana kecil di sana yang memiliki 25 kamar dan lengkap dengan semua fasilitas nya, membutuhkan satu tahun untuk dia menyelesaikan artefak istana kecil ini karena semua detail nya tapi karena dunia jiwa ini memiliki perubahan waktu 250 tahun jadi hanya sebentar saja di dunia luar.


Long Tian kemudian membawa artefak istana kecil yang masih berupa miniatur itu di tangan kanannya dan keluar dari dunia jiwa kembali ke pinggir sungai di dunia Merah.


Long Tian melihat jika Hao Ling masih berjalan menuju Gazebo tanah kemudian berjalan dan mendekati pinggiran hutan dia menyimpan artefak istana kecil tersebut di tanah dan kemudian melayang 500 meter di atas tanah.


Perlahan artefak istana kecil itu membesar dan terlihat jelas sebuah istana mulai terbentuk dengan atap istana yang berwarna merah dengan Gerbang masuk juga yang berwarna merah.


Gunung itu kini berada di sebelah kanan istana dan bagian belakang taman istana kecil itu tepat berada di pinggiran sungai.


Long Tian kemudian turun dan berdiri di depan gerbang istana kecilnya yang lebih mirip dengan kediaman seorang bangsawan di dunia lain.


Sungai yang melingkari istana itu membuat suasana istana kecil itu semakin sejuk dan memang terlihat nyaman untuk ditempati.


Long Tian melangkah memasuki Gerbang dan di melihat hasil karya nya setahun di dunia jiwa itu dengan bangga terhadap dirinya sendiri.


Dia kemudian mengeluarkan patung naga yang dia ambil dari gudang harta perampok tengkorak dulu yang sebelumnya ada di kediaman orang tuanya dan memasangnya tepat di tengah tengah jalan masuk ke bagian dalam istana sebagai tanda Selamat datang untuk siapapun yang ingin masuk kedalam istana tersebut.


"Istana ini aku beri nama Istana Merah" ucap Long Tian sambil melangkah masuk menuju bagian dalam istana kecilnya. Setiap ruangan disini tidak lebih besar dari kediamannya di Dunia Naga namun tidak memiliki kamar sebanyak disana yang terdiri dari 200 kamar pelayan, 10 kamar tamu dan kamar dia sendiri.


"Semoga Ling-er menyukai istana kecil ini" ucap Long Tian sambil duduk di kursi di ruang yang akan menjadi ruang keluarganya disitu.


Lima belas menit kemudian dia mengetahui jika Hao Ling sudah berada di luar istana merah bersama Hao Jia dan Hao Yui serta Long Chen yang masih di dalam gendongan Hao Yui.


Long Tian kemudian berdiri dan melangkah keluar menemui mereka yang ada di luar istana merah.


"Ling-er, ayah ibu masuklah ini kediaman kita selama kita ada disini, dan kediaman ini aku beri nama istana merah" ucap Long Tian sambil tersenyum dan mengacak ngacak rambut Hao Ling.


Mereka semua berjalan masuk dan kagum dengan banyaknya ukiran ukiran di dinding dan tiang tiang istana kecil itu.


"Gege ini sangat indah" ucap Hao Ling.


"Benar Tian-er, istana merah ini sangat indah dan menakjubkan, ibu sepertinya akan agak lama disini" Ucap Hao Yui sambil memegang tangan Hao Jia meminta persetujuan.


"Iya kita sementara disini saja dahulu" ucap Hao Jia.


Long Tian tersenyum dan mendekati Hao Yui dan mengambil Long Chen dan menggendongnya.


"Ling-er, ayah ibu berkeliling lah dahulu dan pilihlah kamar yang kalian sukai, disini kamarnya hanya sedikit jadi Ling-er tidak bisa mengajak banyak pelayan disini" ucap Long Tian sambil duduk di kursi dan mendudukkan  Long Chen dipangkuannya.


"Baik Gege, mari ayah Ibu" ucap Hao Ling sambil menarik tangan ayah dan ibunya itu.


"Hanya hal kecil ini yang ayah bisa berikan untuk ibumu nak" ucap Long Tian pelan berbicara dengan Long Chen yang tidak membalasnya dengan suara tapi dengan senyuman.


"Gege kenapa Gege tidak memasang Gerbang dimensi disini" ucap Hao Ling. 


Long Tian menepuk jidatnya karena memang dia lupa akan hal itu, dia kemudian mengajak Hao Ling ke Halaman belakang kediamannya dan memasang Gerbang Dimensi yang terhubung dengan Gerbang dimensi di kediamannya.


"Ling-er pergilah jemput pelayanmu dan Nenek Zan Lie juga, jangan lupa bawa bahan makanan kesini agar Nenek Zan Lie bisa memasak makan siang kita, Gege akan menemui Kakek Yu yang baru sampai dan duduk di Gazebo tanah" ucap Long Tian sambil tersenyum mesra.


"Gege Terimakasih atas semuanya" ucap Hao Ling sambil tersenyum dan memeluk Long Tian dan langsung melangkah pergi memasuki Gerbang Dimensi untuk kembali ke kediamannya di Dunia Naga.


Long Tian yang melihat Hao Ling sudah memasuki Gerbang dimensi kemudian berteleportasi ke Gazebo tanah dan dia melihat ke empat bawahannya sudah duduk meminum teh buatan nya


"Penguasa anda disini juga" ucap Jenderal Long Pang


"Saya membuat kediaman kecil di dekat hutan itu" ucap Long Tian menunjuk arah istana merah yang tidak terlihat dari disana karena terhalang oleh hutan kecil.


"Ayo kita kesana, jadi kita bisa memakan masakan Nenek Zan Lie lagi" ucap Long Yu bersemangat dan ….


Tuk…….


Suara kepala Long Yu di ketuk oleh jari Jenderal Huo Zhen.


Long Yu memegang kepalanya yang terasa sakit.


" Kakek Yu, kita kesini membuat pengaturan pembangunan dunia ini bukan mau makan" ucap Jenderal Huo Zhen


" Penguasa, dari kota hamba akan ada 1200 keluarga yang pindah kesini, mereka semua adalah petani dan peternak" ucap Shi Ju.


" Dari bawahan hamba juga ada 1000 keluarga yang ingin tinggal disini" ucap Jenderal Huo Zhen


" Jika dari bawahan hamba ada 100 ribu keluarga yang selama ini menjadi pasukan cadangan kita" ucap Jenderal Long Pang


" Penguasa ahli bangunan yang akan pindah kesini ada 5000 keluarga dan ada juga 100 keluarga pedagang yang akan tinggal disini sedangkan dari kota penempa ada 500 keluarga" ucap Long Yu


" Itu bagus, dunia ini akan aman dan berkembang jadinya, apakah kalian sudah memberikan modal untuk mereka" ucap Long Tian


" Penguasa kami menggunakan uang istana Dunia Naga dan sudah kami salurkan semuanya" ucap Long Yu.


" Agar semuanya adil maka berikan mereka masing masing seluas 10 hektar di dunia ini dan biarkan mereka berkumpul menjadi satu dahulu saja jadikan satu kota dahulu sampai mereka mempunyai Keturunan baru buat kota atau desa lainnya" ucap Long Tian.


"Penguasa apakah tidak di buat jadi beberapa kota dahulu" ucap Jenderal Long Pang


" Jangan, karena jika mereka dipisahkan maka pembangunan juga tidak akan merata, nantinya mereka akan bersaing terlalu tinggi dan bisa terjadi perpecahan tetapi menjadi satu kota maka pembangunan merata di tambah lagi modal mereka juga sama, tanah yang di dapatkan juga sama" ucap Long Tian