Naga Emas Sang Pembantai

Naga Emas Sang Pembantai
Gunung kematian part 2


"Tuan muda maaf tapi saya berencana menjual itu semua senilai 100 koin emas" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan ini yang saya cari selama ini sampai saya tersasar ke desa ini, dan mohon terima ini" ucap Long Tian sambil tersenyum dan memberikan satu cincin dimensi yang berisi 1000 koin emas.


"Tuan muda ini terlalu banyak" ucap pria sepuh sambil mengembalikan cincin dimensi itu namun di tolak oleh Long Tian.


"Tuan saya yang membutuhkan jadi mohon di terima, karena anda sudah memudahkannya untuk saya" ucapnya dengan sangat ramah.


"Tuan muda terima kasih, mari kita ke kediaman saya, dan anda tidak perlu ke kedai makan, karena kita akan makan di rumah saya saja hari ini" ucap pria sepuh itu sambil mengajak Long Tian mengikutinya.


Long Tian mengikuti pria sepuh itu memasuki desa dan desa itu tampak seperti desa lainnya banyak penduduk di luar beraktivitas di luar rumahnya.


Mereka memasuki sebuah rumah yang besar dan menurut penglihatan Long Tian ini adalah yang terbesar dan terluas di desa ini.


"Tuan muda silahkan duduk, saya akan meminta pelayan saya untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk anda" ucap pria sepuh sambil mempersilahkan Long Tian duduk di teras rumahnya dan dia sendiri langsung masuk ke dalam rumahnya namun tidak lama dia kembali bersama seorang wanita tua yang merupakan pelayan di rumah itu dan membawa Poci Teh dengan dua gelasnya.


Pria sepuh itu duduk di depan Long Tian dan Wanita pelayan itu langsung menyajikan Teh untuk mereka berdua lalu kembali masuk kedalam rumah.


"Tuan muda silahkan dicicipi" ucap pria sepuh dengan ramah.


"Tuan terima kasih" ucap Long Tian sambil kemudian meminum teh hitam yang disajikan.


"Teh ini terbuat dari Mawar Roh dan rumput jiwa" ucap Long Tian pelan namun terdengar oleh pria sepuh itu.


"Tuan muda anda benar benar alkemis, anda hebat bisa tepat menebaknya" ucap pria sepuh itu.


"Tuan apakah anda kepala desa ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil melihat sekelilingnya dengan mata emasnya dan melihat ada seorang wanita sepuh yang sedang terbaring lemas di kamar terbesar di rumah itu.


"Tuan muda anda benar lagi" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil tertawa ringan.


"Tuan kepala desa, maaf tapi saya tidak melihat istri anda" Ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan Muda, tiga tahun yang lalu desa ini mengalami serangan arwah dalam jumlah besar dan saat itu kami terlambat mengaktifkan segel pertahanan desa dan istri saya terkena serangan Roh itu, itulah sebabnya saya mengambil banyak mawar Roh dan Rumput jiwa dan menanamnya di halaman belakang rumah saya ini untuk saya jadikan obat untuk istri saya dan juga warga desa lainnya" ucap pria sepuh kepala desa itu dengan ramah.


"Tuan kepala desa kenapa anda tidak membawa istri anda yang lainnya ke tabib" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda saya sendiri seorang tabib namun harga bahan untuk meracik obat nya sangat mahal dan mawar roh serta rumput jiwa juga tidak bisa di panen setiap saat untuk saya jual, namun dengan koin emas dari anda maka besok saya bisa membeli bahan bahannya" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan kepala desa bolehkan saya melihat istri anda, mungkin saya bisa sedikit membantu atau untuk menambah pengalaman saya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Mari ikuti saya, bukan kah tabib dan alkemis juga sama untuk mengobati dan menolong sesama" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan langsung berdiri mengajak Long Tian memasuki rumahnya.


"Tuan muda, ini istriku" ucap pria sepuh itu berdiri di samping ranjang istrinya.


"Tuan anda menggunakan teh herbal buatan anda untuk menjaga tubuhnya namun tidak dengan jiwanya sangat lemah dan tersegel" ucap Long Tian sambil tersenyum dan berdiri di depan pria sepuh itu.


"Tuan muda anda bisa tahu jika jiwa istri hamba tersegel bukan terluka" ucap pria sepuh itu dengan kaget.


"Benar Tuan, jika anda menggunakan kekuatan jiwa anda memasuki lautan jiwa istri anda, maka anda bisa melihat bola cahaya hitam dan disitulah jiwa istri anda tersegel" ucap Long Tian dengan ramah menjelaskan.


"Tuan muda apakah anda bisa membuka segel jiwa itu, jika ya mohon bantuannya" ucap pria sepuh dengan hormat dan sangat berharap.


*Tuan Pil apa yang hendak anda buat" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda berdasarkan catatan kuno, semua penyakit yang berhubungan dengan jiwa atau roh bisa di sembuhkan dengan Pil Fusi Roh, namun harus disesuaikan dengan tingkatannya jika ingin cepat sembuh sedangkan saya hanya bisa membuat tingkat tinggi saja, sehingga mau tidak mau harus bertahap dan tidak bisa cepat, kecuali jika saya bisa membeli Pil Fusi Roh tingkat dewa namun harganya sangat mahal dan hanya ada di pelelangan saja" ucap pria sepuh yang merupakan kepala desa itu.


"Tuan kepala desa, jika saya boleh tau berapa harga Pil Fusi Roh tingkat dewa di pelelangan" ucap Long Tian dengan ramah dan dia benar benar ingin tau harganya.


"Tuan muda, tahun lalu saya pernah mendatangi pelelangan dan disana hanya di lelang satu Pil Roh tingkat dewa dengan tingkat kesempurnaan 80 persen yang terjual seharga 500 ribu keping koin emas" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil duduk di kursi yang ada di kamar itu.


"Semahal itu kah, lalu ada berapa warga yang terluka seperti istri anda di desa ini" ucap Long Tian dengan ramah sambil duduk di depan pria sepuh itu.


"Tuan muda dengan istri saya maka ada 200 orang yang menderita seperti istri saya ini, namun saya yakin jika Penguasa 100 galaksi akan datang memberi kemudahan, buktinya anda datang kesini dan membeli mawah roh saya dengan harga tinggi" ucap Pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan, bisakah saya melihat kebun herbal anda siapa tahu ada herbal yang saya cari lainnya" ucap Long Tian sambil tersenyum ramah.


"Tuan muda mari ikuti saya" ucap pria sepuh itu sambil berdiri dan melangkah menuju keluar dari kamarnya.


Long Tian mengikuti pria sepuh itu dan mereka kini berada di halaman belakang rumah pria sepuh yang merupakan kepala desa itu.


Long Tian melihat jika kebun itu di penuhi oleh bermacam macam herbal langka dan tidak dia miliki dengan jumlah yang banyak karena kebun herbal itu sendiri lebih luas dari pada rumah kepala desa itu sendiri.


"Tuan anda menanam sebanyak ini herbal herbal langka ini" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda inilah sumber penghasilan kami warga desa arwah ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah.


"Tuan saya ada penawaran dengan anda, jika anda setuju saya akan membeli masing masing setengah dari setiap jenis herbal yang ada disini untuk saya tanam di kebun herbal saya" ucap Long Tian dengan ramah.


"Tuan muda benarkah anda mau membelinya" ucap pria sepuh itu dengan ramah dan tampak sangat gembira.